Ahmad Rihandi, salah satu Ketua Rombongan pada Kloter BDJ 07 yang tiba di Madinah.
Madinah (Kemenag) — Kedatangan jemaah haji dari kelompok terbang (Kloter) 7 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 07) di Madinah berlangsung lancar dan tertib. Pergerakan jemaah dilakukan secara terorganisir, mulai dari pengumpulan koper hingga pembagian bus berdasarkan rombongan.
Hal ini disampaikan Ahmad Rihandi, salah satu ketua rombongan Kloter BDJ 07, di hotel Hotel Shaza Regency Plaza Al Madinah.
“Perjalanan kita dari Mekah ke Madinah terkoordinir dengan baik,” ujar Ahmad Rihandi, di Madinah, Rabu (18/6/2025). Ia menjelaskan bahwa keberangkatan bus dilakukan setelah Subuh dan koper jemaah sudah dikumpulkan di lobi sejak dini hari.
Rihandi menyebut, pemberangkatan jemaah didasarkan pada pembagian rombongan, dari bus 1 hingga bus ke-11, dengan jumlah 40 jemaah per bus. “Alhamdulillah cukup luas karena masih ada space kursi kosong di dalam bis, sehingga memungkinkan jemaah bisa lebih leluasa di dalam bis,” ungkapnya.
Perjalanan dari Makkah ke Madinah berlangsung lancar. “Karena memang jalannya lebar dan juga mulus ya,” tambah Rihandi.
Setelah menempuh waktu perjalanan sekitar tiga jam, jemaah singgah di rest area. “Saya juga kurang tahu rest area-nya di daerah mana, tapi alhamdulillah kebutuhan MCK terpenuhi, tempat mau salat juga ada, makan-makan juga mudah, minum air panas juga tersedia,” jelasnya.
Rihandi menyampaikan bahwa rombongannya dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah jemaah kita yang di rombongan 7 itu sehat semuanya,” ucapnya.
Jemaah Kloter BDJ 07 yang berjumlah 423 orang telah dibagi ke dalam 11 bus, dengan bus ke-11 hanya memuat 23 orang. Rihandi menyebut seluruh pergerakan sudah “berbasis kloter.”
Soal akomodasi di Madinah, Ahmad Rihandi menyampaikan kesan positifnya. “Alhamdulillah kita sampai di sini, saya melihatnya luar biasa. Fasilitasnya lumayan bagus, lorong-lorongnya juga rapi,” ungkapnya antusias.
Ia juga menyebut adanya tanaman di lorong hotel yang memberikan kesegaran bagi jemaah. “Kamarnya juga bagus, rapi, dan bersih. Walaupun jumlah bed berbeda-beda, karena disesuaikan dengan ukuran kamar masing-masing. Ada yang 3, ada yang 4, ada yang 7,” katanya.
Sehari sebelumnya, Kepala Sektor 1, Djumadi Wali, menegaskan seluruh layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pembimbingan ibadah, telah dikoordinasikan dengan baik, termasuk antisipasi bagi lansia dan disabilitas.
Fasilitas hotel dipastikan layak, lengkap dengan tempat tidur, AC, TV, kamar mandi, dan layanan air panas. Kursi roda juga telah disediakan. Djumadi mengimbau seluruh petugas agar memberikan pelayanan ramah dan menjadi garda terakhir dalam meninggalkan kesan terbaik bagi jemaah. Untuk layanan kesehatan, posko satelit akan berfungsi menggantikan klinik sektor, dan jika diperlukan, jemaah dapat dirujuk ke KKHI atau rumah sakit Arab Saudi.
