Dunia maya, khususnya jagat media sosial Indonesia, mendadak gempar dalam beberapa hari terakhir. Bukan karena rumor transfer pemain lokal, melainkan keterlibatan tak terduga dari megabintang Real Madrid dan kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe, pada akun Instagram resmi Persib Bandung.
Fenomena ini bermula ketika para pendukung setia Pangeran Biru, Bobotoh, menyadari ada nama akun centang biru “@k.mbappe” di daftar penyuka salah satu unggahan terbaru klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Berdasarkan pantauan hingga 28 Januari 2026, interaksi ini terjadi pada unggahan yang mengumumkan kedatangan bek kiri veteran asal Prancis, Layvin Kurzawa. Sebagaimana diketahui, Kurzawa baru saja resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Persib Bandung untuk memperkuat lini pertahanan di kompetisi domestik maupun kancah Asia.
Hubungan emosional antara Mbappe dan Kurzawa memang sudah lama terjalin erat sejak keduanya bahu-membahu membela Paris Saint-Germain (PSG) selama beberapa musim.
Aksi “like” sederhana dari Mbappe ini langsung memicu reaksi berantai yang luar biasa. Kolom komentar akun @persib seketika dibanjiri ribuan pesan dari netizen Indonesia. Banyak yang menganggap hal ini sebagai bukti bahwa magnet Persib Bandung telah mencapai level global atau “Persib Mendunia”.
Sebagian Bobotoh bahkan melontarkan kelakar bahwa Mbappe sedang memantau perkembangan sahabatnya, atau bahkan memberikan kode bahwa dirinya tertarik menjajal atmosfer sepak bola Indonesia di masa depan.
Fenomena ini juga kembali membangkitkan lelucon lama mengenai kemiripan wajah antara Mbappe dengan mantan penggawa asing Persib, Uilliam Barros. Nama panggilan “Kylian Mbarros” pun kembali mencuat di platform X (dahulu Twitter) sebagai bentuk kegembiraan fans. Meski hanya berupa interaksi digital kecil, dampaknya terhadap citra klub sangat signifikan.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana media sosial mampu meruntuhkan sekat antara pemain kelas dunia dengan klub di Asia Tenggara. Kehadiran Kurzawa di Bandung tidak hanya meningkatkan kualitas teknis tim, tetapi juga berhasil menarik perhatian sosok ikonik seperti Mbappe.
Kini, sorotan dunia pun sedikit banyak tertuju pada klub yang bermarkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tersebut. Bagi Bobotoh, satu “like” dari Mbappe sudah cukup untuk membuktikan bahwa Persib bukan sekadar klub sepak bola, melainkan institusi yang memiliki daya tarik lintas benua.
Ambisi dan Tantangan Baru
Bagi Kurzawa, kepindahannya ke Bandung adalah sebuah babak baru yang ia pilih dengan penuh keyakinan. Pemain berusia 33 tahun ini mengaku sudah memiliki ikatan emosional dengan Indonesia sejak berlibur ke tanah air pada 2018 silam.
“Ini murni keputusan saya. (Persib) pilihan terbaik untuk saya dan karier saya. Ini petualangan baru dan saya sangat antusias untuk datang dan bermain di sini,” tegas Kurzawa dengan penuh semangat.
Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dampak instan, tidak hanya melalui aksi teknis di lapangan hijau, tetapi juga lewat kepemimpinan di ruang ganti. Pengalamannya membela klub-klub elite Eropa seperti AS Monaco, PSG, Fulham di Liga Inggris, hingga Boavista di Portugal, serta 13 caps bersama Tim Nasional Prancis (2014-2019), menjadi modal berharga bagi Persib.
“Saya ingin membantu tim, memberikan kualitas saya dan menunjukkan ke mereka siapa saya sebenarnya,” tambah pemain yang akan mengenakan nomor punggung 3 ini.
