Kabar baik bagi para gamer PC, Valve baru saja memperbarui Steam Client dengan fitur pemantauan performa terbaru yang jauh lebih canggih dari sebelumnya.
Salah satu sorotan utama dalam update ini adalah kemampuan Steam untuk memisahkan frame asli dan frame buatan (generated frames) dari teknologi seperti DLSS (Deep Learning Super Sampling) milik Nvidia dan FSR (FidelityFX Super Resolution) dari AMD.
Fitur ini dihadirkan untuk memberikan pemahaman lebih baik kepada pengguna soal mengapa sebuah game bisa terasa lambat, meskipun secara visual terlihat mulus.
Baca juga: TeamGroup Rilis MicroSD Express Hingga 1TB untuk Nintendo Switch 2
Frame generation memang bisa menciptakan kesan visual yang lancar, tapi tidak selalu merepresentasikan performa asli game, terutama dalam hal latensi input atau respon saat bermain game kompetitif.
Empat Tingkatan Detail Pemantauan Performa
Valve menjelaskan bahwa fitur pemantauan performa ini hadir dalam empat tingkatan tampilan, tergantung seberapa mendalam data yang ingin ditampilkan pengguna:
- FPS Tunggal (Single FPS Value) – Menampilkan hanya angka frame rate saat ini.
- Detail FPS (FPS Details) – Menampilkan grafik fluktuasi FPS selama sesi bermain.
- Penggunaan CPU & GPU – Menampilkan penggunaan prosesor dan kartu grafis secara real-time.
- FPS, CPU, GPU & RAM Full Details – Paket lengkap dengan pemantauan seluruh sumber daya sistem.
Makin tinggi level tampilan yang dipilih, makin besar pula ruang layar yang akan digunakan oleh overlay pemantauan performa ini.
Namun ini dianggap sepadan, terutama bagi gamer yang ingin menganalisis performa secara teknis, atau mencari tahu bottleneck saat bermain game berat.
Selama ini, banyak gamer mengandalkan counter FPS sederhana yang tersedia di Steam. Tapi kini, dengan pemisahan antara frame asli dan frame buatan dari teknologi upscaling, pengguna bisa melihat data yang lebih transparan.
Valve memberikan penjelasan yang cukup mendalam dalam dokumen dukungannya, “Frame generation tidak bisa mengurangi input latency yang penting untuk gamer kompetitif, namun bisa membantu membuat tampilan visual terlihat lebih mulus di monitor refresh rate tinggi”, seperti dikutip dari Valve.
Baca juga: Infinix Resmikan Kampung Gaming di Indonesia, Manado Jadi Kota Pertama
Artinya, walau secara visual tampak seperti 60 fps, bisa jadi engine game hanya benar-benar menghasilkan 30 fps, sementara sisanya diisi oleh ‘fake frames’ dari DLSS atau FSR. Fitur ini akan membantu pengguna memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Hadir Pertama Kali untuk Pengguna Windows
Fitur ini saat ini difokuskan untuk pengguna Windows dan hardware GPU yang paling umum digunakan.
Valve juga menyatakan bahwa ini baru versi pertama dari fitur pemantauan performa baru mereka, dan lebih banyak update akan datang ke depannya. Langkah ini memperluas pendekatan Valve dalam memberi pengguna alat diagnostik bawaan.
Sebelumnya, Steam Deck dan SteamOS telah menyertakan alat serupa seperti MangoHud, yang digunakan untuk memantau performa sistem secara langsung di perangkat handheld.
Pengembangan Fitur di Masa Depan
Dalam rilisnya, Valve mengungkapkan bahwa mereka akan terus mengembangkan overlay performa ini, termasuk:
- Menambahkan data tambahan ke dalam overlay.
- Mendeteksi skenario performa buruk pada perangkat keras tertentu.
- Menampilkan ringkasan performa game secara lebih lengkap saat pengguna menekan kombinasi tombol Shift + Tab di dalam game.
Dengan langkah ini, Valve tidak hanya membantu pengguna memahami apa yang membuat game terasa lambat, tetapi juga mendukung gamer untuk melakukan optimasi lebih lanjut terhadap sistem mereka.
