Hansi Flick belum pernah kalah di final dalam kompetisi klub mana pun yang pernah ia latih. Rekor ini memberi Barca kepercayaan diri yang besar menjelang final Piala Super Spanyol.
Real Madrid mengalahkan Atletico 2-1, mengamankan tempat mereka di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Los Blancos bertekad untuk membalas kekalahan 2-5 mereka dari musim sebelumnya, tetapi Barca juga memiliki alasan untuk percaya diri.
Final Piala Super Spanyol, yang akan berlangsung pada dini hari tanggal 12 Januari, akan menjadi final kedelapan dalam karier kepelatihan Flick. Pelatih Barcelona itu telah memenangkan ketujuh final sebelumnya.
Dengan mengenakan jersey Bayern Munich, ia memimpin timnya meraih kemenangan di final DFB Pokal (Piala Jerman), Liga Champions, Piala Super UEFA, Piala Super Jerman, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Musim lalu, saat melatih Barca, Flick juga memenangkan Piala Super Spanyol dan Copa del Rey (Piala Raja). Prestasi ini mencerminkan bakat taktis Flick dan menunjukkan kemampuan pelatih asal Jerman itu untuk memimpin tim melewati tekanan tinggi dalam pertandingan-pertandingan penting.
Oleh karena itu, para penggemar Barcelona sangat menantikan final Piala Super Spanyol yang akan datang, dengan pelatih Flick sebagai pendukung utama mereka di pinggir lapangan.
Sejarah Final Piala Super Spanyol
Sejarah Supercopa de España (Piala Super Spanyol) mencerminkan evolusi sepak bola Spanyol dari sebuah laga eksibisi sederhana menjadi turnamen internasional bergengsi. Sejak pertama kali digelar pada 1982, kompetisi ini telah melewati berbagai transformasi format yang signifikan.
Sebelum format modern dikenal, terdapat beberapa kompetisi pendahulu seperti Copa de Campeones (1940), Copa de Oro Argentina (1945), dan yang paling terkenal adalah Copa Eva Duarte (1947–1953) yang dinamakan sesuai nama istri Presiden Argentina, Eva Perón.
Edisi pertama Supercopa de España secara resmi dimulai pada 1982. Selama lebih dari tiga dekade, final dimainkan dalam format dua leg (kandang dan tandang) yang mempertemukan juara La Liga melawan juara Copa del Rey. Jika satu tim memenangkan kedua kompetisi tersebut (double winners), mereka biasanya otomatis menjadi juara atau melawan runner-up Copa del Rey.
Perubahan drastis terjadi pada tahun 2019 ketika Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengubah kompetisi menjadi turnamen mini “Final Four”. Peserta diperluas menjadi empat tim:
- Juara dan runner-up La Liga.
- Juara dan runner-up Copa del Rey.
Jika ada tim yang memenuhi lebih dari satu kriteria (misal: juara liga sekaligus finalis piala raja), jatah diberikan kepada tim peringkat tertinggi berikutnya di klasemen liga. Selain format, lokasi pertandingan juga dipindahkan ke Arab Saudi mulai Januari 2020 sebagai bagian dari kesepakatan komersial jangka panjang.
Hingga tahun 2026, kompetisi ini tetap didominasi oleh dua raksasa Spanyol. Barcelona memegang rekor gelar terbanyak dengan 15 trofi, disusul oleh Real Madrid dengan 13 trofi. Klub lain yang memiliki sejarah sukses di ajang ini termasuk Athletic Bilbao (3 gelar), Deportivo La Coruña (3 gelar), dan Atlético Madrid (2 gelar).
Pada edisi 2026 yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, final kembali menyajikan duel klasik El Clásico setelah Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao 5-0 dan Real Madrid menundukkan Atlético Madrid 2-1 di babak semifinal. Final 2026 ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Januari 2026 (waktu setempat).
