SpaceX resmi mengubah kebijakan layanan internet satelit portabelnya, Starlink Mini, dengan mengganti fitur pause gratis menjadi berbayar.
Keputusan ini memicu keluhan dari sejumlah pengguna, terutama mereka yang terbiasa memanfaatkan layanan ini secara fleksibel saat bepergian.
Sebelumnya, Starlink Mini dikenal sebagai solusi internet satelit ringkas yang mudah dibawa ke mana-mana, bahkan dapat dimasukkan ke dalam ransel.
Perangkat ini populer di kalangan petualang, penggemar kemah, hingga pekerja digital nomaden berkat model langganan pay as you go, di mana pengguna hanya membayar saat perangkat digunakan, lalu dapat menghentikan layanan tanpa biaya saat tidak diperlukan.
Baca juga: Tangkal Penipuan Digital, Tri Hadirkan Paket Anti Spam dan Scam
Dilansir dari The Verge (14/08/25), kebebasan tersebut kini berubah. Berdasarkan informasi yang dikirimkan SpaceX melalui email kepada pelanggan, fitur pause gratis diganti dengan Standby Mode yang dikenakan biaya $5 atau sekitar Rp80 ribuan.
Perubahan ini berlaku bagi pelanggan di Amerika Serikat, sebagian besar negara Eropa, dan Kanada, meskipun terdapat beberapa pengecualian. Model langganan yang terdampak meliputi Roam, Residential, dan Priority.
Standby Mode: Keuntungan atau Batasan?
Sebagai informasi, dalam Standby Mode, pengguna tetap mendapatkan koneksi internet, tetapi dengan kecepatan yang sangat rendah.
SpaceX menyebutnya sebagai “unlimited low-speed data” yang “cocok untuk konektivitas cadangan dan keadaan darurat.”
Meski begitu, uji coba awal yang beredar di forum seperti Reddit menunjukkan kecepatan unduh hanya sekitar 0,5 Mbps, jauh di bawah kecepatan normal layanan Starlink Roam yang bisa melebihi 100 Mbps.
SpaceX memposisikan Standby Mode sebagai peningkatan layanan, namun banyak pelanggan menganggapnya justru sebagai penurunan nilai.
Dengan tarif $5 atau sekitar Rp80 ribuan per bulan hanya untuk menjaga perangkat tetap aktif dalam mode lambat, sebagian pengguna merasa model pay as you go kini kehilangan daya tariknya.
Meski laman resmi Starlink masih mencantumkan istilah pay as you go, tambahan catatan “dengan biaya bulanan kecil” menjadi tanda perubahan model bisnis. Bagi sebagian pelanggan, ini terasa seperti strategi pemasaran yang kurang transparan.
Dengan harga perangkat mencapai $499 atau sekitar Rp8 jutaan di AS dan €299 atau sekitar Rp5.6 jutaan di Eropa, Starlink Mini sudah tergolong investasi besar.
Baca juga: Gokil! Perplexity Tawar Google Chrome Rp 566 Triliun!
Kehilangan kemampuan untuk menghentikan langganan tanpa biaya tambahan membuat sebagian pelanggan mempertanyakan apakah perangkat ini masih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kebijakan baru SpaceX untuk Starlink Mini memunculkan perdebatan antara kenyamanan dan fleksibilitas. Perubahan ini mungkin tidak berdampak besar bagi pengguna aktif yang memerlukan koneksi setiap saat, tetapi cukup mengganggu bagi mereka yang membeli perangkat dengan tujuan penggunaan sesekali.
Dengan dinamika pasar internet satelit yang terus berkembang, kebijakan seperti ini akan menjadi penentu apakah pelanggan tetap setia atau mencari alternatif lain.
