Di tengah gempuran inovasi dari berbagai merek teknologi dunia, Huawei kembali mencuri perhatian. Kali ini, bukan hanya karena performa atau kameranya.
Huawei membawa sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh dunia. Sebuah smartphone yang mampu dilipat menjadi tiga bagian. Ini bukan konsep, bukan prototipe, tapi produk nyata bernama Huawei Mate XT.
Bayangkan sebuah perangkat mungil yang ketika dibuka perlahan, terbentang menjadi layar seluas tablet. Lalu, jika Anda butuh ruang kerja lebih, layar itu bisa dibuka lagi, menghadirkan bentangan tiga layar aktif yang memukau. Inilah pengalaman teknologi yang ditawarkan Huawei Mate XT—sebuah perangkat futuristik yang kini benar-benar ada.
Beberapa tahun lalu, mungkin hanya di film-film fiksi ilmiah kita melihat ponsel bisa dilipat dengan bebas, berubah bentuk sesuai kebutuhan.
Namun Huawei menjadikan itu kenyataan. Dalam sesi hands-on preview terbatas yang digelar Huawei Indonesia, media diajak melihat lebih dekat seperti apa rupa dan rasa dari smartphone tiga layar pertama di dunia ini.
Hutomo Wibowo, Product GTM Huawei Device Indonesia, menyambut dengan penuh antusias. Ia menyebutkan bahwa Huawei Mate XT bukan sekadar peluncuran produk, melainkan tonggak sejarah baru bagi teknologi mobile.
“Produk ini akan meluncur resmi akhir bulan April. Ini bukan smartphone biasa. Ini adalah simbol inovasi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pertama kali menggenggam Huawei Mate XT, sensasi pertama adalah kemewahan. Tidak hanya dari material yang digunakan, tapi juga dari bagaimana perangkat ini bertransformasi di tangan Anda.
Dalam mode tertutup, ponsel ini terlihat seperti smartphone premium biasa. Namun ketika mulai dibuka—satu kali, lalu sekali lagi—tampilannya berubah total. Layar OLED fleksibel mengembang menjadi seluas 10,2 inci, dengan visual tajam dan warna hidup.
Ketika dilipat, ketebalannya hanya 3,6 mm, lebih ramping dari sebagian besar ponsel biasa. Huawei menanamkan sistem engsel generasi terbaru yang sanggup bertahan hingga 15.000 kali lipatan.
Tidak ada suara gesekan kasar, tidak ada lipatan layar yang mengganggu—hanya transisi mulus seperti membuka buku masa depan.
Desainnya yang disebut Huawei sebagai ULTIMATE DESIGN terasa elegan. Di bagian belakang, terdapat pola star diamond simetris yang berubah warna saat terkena cahaya.
Area kamera dibentuk dengan pola eonic curve, hasil proses pemanasan berulang yang menghasilkan lekukan unik seperti sidik jari. Tidak ada dua unit Mate XT yang sama—masing-masing punya keunikan visualnya sendiri.
Huawei tidak hanya menjual desain dan inovasi visual. Mereka juga menawarkan pengalaman menggunakan smartphone yang benar-benar baru.
Huawei Mate XT bisa digunakan dalam tiga mode layar: satu layar (6,41 inci), dua layar (7,93 inci), atau tiga layar sekaligus (10,2 inci). Semuanya bisa diakses dengan transisi yang halus dan instan.
Fitur unggulan seperti Live Multitask Mode memungkinkan pengguna membuka tiga aplikasi berbeda dalam satu layar. Bayangkan, Anda bisa mengedit dokumen, melakukan video call, dan memantau media sosial—semua secara bersamaan, tanpa berpindah-pindah aplikasi.
Dengan bobot hanya 298 gram, Huawei memastikan perangkat ini tetap nyaman digenggam dan dibawa kemana-mana, meski ukurannya membesar saat dibuka.
Baterainya tersebar di seluruh bagian perangkat, mengikuti bentuk layar fleksibel dan memastikan performa tetap maksimal.
Huawei menyematkan teknologi XMAGE pada sistem kameranya. Bukan hanya untuk berfoto, kamera ini dirancang untuk kebutuhan produksi konten. Ada fitur Speed Snapshot untuk menangkap objek bergerak dengan akurasi tinggi, serta dukungan pengaturan cahaya hingga 10 level. Hasil fotonya? Setara kamera profesional, bahkan dalam kondisi minim cahaya.
Dengan dukungan AI dan pengolahan gambar lanjutan, kamera ini menjadi sahabat bagi siapa pun yang aktif di dunia digital—entah Anda vlogger, pebisnis, atau sekadar pecinta fotografi mobile.
Huawei tahu betul bahwa teknologi semewah ini tidak ditujukan untuk semua orang. Mate XT adalah perangkat untuk mereka yang menginginkan lebih dari sekadar smartphone. Di Malaysia, perangkat ini dibanderol 14.999 Ringgit Malaysia, atau sekitar Rp 55,5 juta. Harga yang tinggi, namun sebanding dengan pengalaman yang ditawarkan.
Untuk pasar Indonesia, Huawei menjanjikan berbagai bonus premium selama masa peluncuran, mulai dari garansi layar 1 tahun, 4x penggantian pelindung layar selama 2 tahun, hingga bonus senilai Rp 18,5 juta.
