Roblox, platform gim dan jejaring sosial yang digandrungi jutaan pengguna muda di seluruh dunia, kini bersiap meluncurkan teknologi estimasi usia secara global pada akhir tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat keamanan digital, terutama bagi anak-anak dan remaja yang aktif berinteraksi di dalam platform.
Dengan kebijakan baru ini, setiap pengguna diwajibkan mengonfirmasi usia mereka agar dapat mengakses fitur komunikasi tertentu, termasuk obrolan dan interaksi sosial yang sebelumnya terbuka untuk semua kalangan.
Sebelumnya, dilansir dari Engadget, Jumat (5/9/2025), Roblox telah memperkenalkan sistem verifikasi usia terbatas untuk akun remaja pada bulan Juli sebagai respons terhadap kekhawatiran publik mengenai akses anak di bawah 13 tahun terhadap fitur obrolan yang berisiko.
Kini, sistem tersebut akan diperluas ke seluruh pengguna, menciptakan ekosistem yang lebih aman dan terkendali. Verifikasi usia dilakukan melalui dua metode: pengguna dapat mengunggah swafoto yang akan dianalisis oleh teknologi pengenalan wajah milik Roblox dan mitra keamanannya, atau mengirimkan dokumen identifikasi resmi yang telah disetujui.
Tak hanya soal verifikasi, Roblox juga mengumumkan rencana untuk membatasi komunikasi antara orang dewasa dan anak di bawah umur, kecuali mereka memiliki hubungan yang telah terverifikasi secara luring.
Kebijakan ini dirancang untuk mencegah potensi penyalahgunaan fitur komunikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sekaligus memberikan kontrol lebih besar kepada orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Roblox dalam menjawab kritik yang selama ini diarahkan pada platform terkait perlindungan pengguna muda.
Isu keamanan anak di dunia digital memang semakin menjadi sorotan. Roblox sendiri sempat menghadapi tuntutan hukum dan kritik tajam atas dugaan kelalaian dalam melindungi pengguna muda dari pelaku kejahatan daring.
Sebagai respons, perusahaan mulai menerapkan kebijakan yang lebih ketat sejak tahun lalu, termasuk membatasi akses fitur interaktif bagi pengguna di bawah usia 13 tahun dan memperkenalkan alat kontrol orang tua yang lebih komprehensif. Perubahan ini menunjukkan komitmen Roblox untuk berbenah dan menjadi platform yang lebih bertanggung jawab secara sosial.
Verifikasi usia kini menjadi standar baru dalam menjaga keamanan anak di internet. Negara bagian Utah di Amerika Serikat menjadi pelopor dengan mewajibkan pengguna membuktikan usia mereka sebelum mengakses toko aplikasi.
Mississippi dan beberapa negara bagian lain pun mengikuti jejak tersebut dengan menerapkan regulasi serupa pada platform media sosial. Namun, kebijakan ini tidak lepas dari perdebatan hukum.
Beberapa perusahaan teknologi berpendapat bahwa tanggung jawab verifikasi usia seharusnya tidak dibebankan kepada platform, sementara para aktivis privasi digital mempertanyakan efektivitas dan keamanan data pribadi yang dikumpulkan melalui proses tersebut.
Di tengah tarik ulur antara regulasi dan inovasi, Roblox memilih untuk bergerak maju dengan pendekatan yang lebih proaktif. Dengan menggabungkan teknologi estimasi usia, pembatasan komunikasi, dan kontrol orang tua yang lebih kuat, platform ini berupaya menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Bagi jutaan pengguna muda yang menjadikan Roblox sebagai tempat bermain dan belajar, perubahan ini bisa menjadi awal dari pengalaman digital yang lebih sehat dan terlindungi.
