Era Ruben Amorim di Manchester United resmi berakhir. Pihak klub mengonfirmasi pada Senin (5/1) bahwa juru taktik asal Portugal tersebut telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih kepala setelah 14 bulan masa baktinya di Old Trafford.
Keputusan mengejutkan ini diumumkan menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada akhir pekan lalu. Hasil tersebut membuat “Setan Merah” tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Premier League, hanya mengoleksi delapan kemenangan dari 20 pertandingan yang telah berjalan musim ini.
Dalam pernyataan resminya, klub mengungkapkan bahwa perubahan ini diperlukan demi memberikan kesempatan terbaik bagi tim untuk menyelesaikan musim di posisi setinggi mungkin.
“Dengan Manchester United duduk di peringkat keenam Premier League, jajaran pimpinan klub dengan berat hati mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan,” demikian bunyi pernyataan klub.
Amorim, yang didatangkan dari Sporting CP pada November 2024, sempat membawa harapan baru setelah sukses besar di Portugal. Di bawah asuhannya, United berhasil mencapai Final Liga Europa UEFA di Bilbao pada Mei 2025, meski akhirnya harus menelan kekalahan.
Sayangnya, performa inkonsisten di liga domestik dan desas-desus keretakan hubungan dengan manajemen senior, termasuk direktur olahraga Jason Wilcox, mempercepat akhir masa jabatannya. Amorim dikabarkan menuntut kontrol lebih besar atas operasional klub dan bersikeras pada perannya sebagai “manajer” alih-alih sekadar “pelatih”.
Pihak Manchester United mengucapkan terima kasih atas kontribusi Amorim selama ini. Untuk sementara, legenda klub Darren Fletcher akan mengambil alih kursi kepelatihan sebagai caretaker dan akan memimpin tim pada pertandingan penting melawan Burnley pada pertengahan pekan ini.
Pencarian pelatih permanen baru kini menjadi prioritas utama manajemen Manchester United saat mereka berjuang untuk mengamankan posisi kualifikasi Eropa musim depan.
Ruben Amorim Cetak Rekor Terburuk dalam Sejarah Manchester United
Ruben Amorim terus melakukan kesalahan yang tidak diinginkan dalam sejarah Manchester United setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026, Minggu 4 Januari 2026 malam WIB.
Di Elland Road, MU kebobolan gol dari Brendan Aaronson, sebelum Matheus Cunha menyamakan kedudukan hanya tiga menit kemudian. Namun, gagal menjaga gawang tetap bersih sekali lagi membuat Amorim mencetak rekor yang tidak diinginkan.
Menurut Squawka, Manchester United menjalani 15 pertandingan tandang Premier League berturut-turut tanpa mencatatkan clean sheet. Ini adalah pertama kalinya hal ini terjadi dalam sejarah klub.
Setelah pertandingan, Amorim menimbulkan kehebohan dengan pernyataan publiknya yang mengkritik hierarki klub, dan mengungkapkan ketidakpuasannya karena disebut sebagai pelatih alih-alih manajer. Menurut pengamat, Amorim hampir menantang dewan untuk memecatnya di tengah prediksi bursa transfer musim dingin yang relatif sepi , meskipun skuad masih memiliki banyak posisi yang perlu ditingkatkan, terutama di lini tengah.
Statistik tersebut hanya membuat masa depan Amorim semakin tidak pasti. Ia memiliki tingkat kemenangan terendah di antara manajer Manchester United sejak Sir Alex Ferguson. Musim ini, Setan Merah juga mengalami awal terburuk mereka sejak musim 1992/93. Perlu dicatat, dalam 14 bulan kepemimpinan Amorim, Setan Merah hanya sekali memenangkan pertandingan Liga Premier secara beruntun.
Sejatinya, kontrak Amorim berlaku hingga 2027, tetapi dia sendiri telah mengakui kemungkinan untuk pergi lebih cepat. Serangkaian hasil imbang yang diraih dengan susah payah melawan Wolves dan Leeds, dengan banyak pemain kunci absen karena cedera dan AFCON, telah membuat MU terperangkap di luar empat besar, meskipun rival mereka juga kehilangan poin.
Dengan derbi Manchester dan pertandingan tandang mendatang melawan Arsenal, MU menghadapi risiko tergelincir lebih jauh di klasemen Liga Inggris.
