Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (Putri KW), kembali mencatatkan prestasi gemilang di akhir tahun 2025. Meski debutnya di BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, China, berakhir di fase grup dengan finis posisi ketiga Grup A, Putri berhasil mencetak sejarah baru.
Menurut informasi dari akun Instagram @badmintalk_com, Putri KW akan naik ke peringkat 6 dunia pada update ranking BWF pekan depan.
“Selamat untuk Putri yang mencapai ranking tertinggi dalam karier pekan depan ke peringkat 6 dunia!” tulis @badmintalk_com dalam postingannya.
Ini menjadi pencapaian tertinggi sepanjang karier Putri sejak naik ke level senior, melampaui posisi sebelumnya di sekitar peringkat 7 dunia. Kenaikan ini didorong oleh konsistensi performanya sepanjang musim 2025, termasuk poin yang diperoleh dari partisipasi di turnamen pamungkas akhir tahun tersebut.
Di World Tour Finals 2025, Putri KW tergabung di Grup A yang berat bersama An Se Young (Korea Selatan), Akane Yamaguchi (Jepang), dan Tomoka Miyazaki (Jepang). Ia memulai dengan kekalahan dari An Se Young dalam rubber game (16-21, 21-8, 8-21), dilanjutkan kekalahan dari Yamaguchi (22-24, 21-19, 13-21).
Namun, Putri menutup fase grup dengan kemenangan manis atas Miyazaki (21-17, 21-9), yang menjadi pelipur lara sekaligus memutus rekor buruk head-to-head.Meski gagal lolos ke semifinal, Putri KW menyatakan rasa puas atas debutnya di ajang elit yang hanya diikuti delapan pemain terbaik dunia ini. Dalam wawancara yang dirilis situs resmi PBSI, ia berkata:”Saya cukup puas bisa bermain di sini, karena memang tidak mudah berjuang selama satu tahun penuh untuk bisa tampil di World Tour Finals. Untuk tahun depan pun sama, kalau ingin bermain di WTF harus bisa mendapatkan hasil yang baik di turnamen-turnamen World Tour. Jadi di WTF pertama saya ini saya benar-benar berusaha mengambil kesempatan yang ada. Dari kemarin juga selalu bermain rubber game dan bisa mengambil satu gim dari An Se Young maupun Akane. Menurut saya itu sudah cukup memuaskan, dan akhirnya saya harus tetap bersyukur berada di posisi ketiga Grup A.”
Putri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi untuk menghindari penurunan performa seperti yang dialaminya 2,5 tahun lalu.
“Saya juga tidak ingin mengalami penurunan performa seperti 2,5 tahun ke belakang arena itu saya berusaha menjaga konsistensi, baik dari cara latihan maupun kehidupan sehari-hari. Terutama soal recovery, supaya kondisi tubuh tetap terjaga dan terhindar dari cedera. Istirahat juga harus baik. Lalu dari program latihan, apa pun yang diberikan oleh pelatih teknik maupun pelatih fisik, sebisa mungkin saya jalani dengan sebaik-baiknya,” sambungnya.
Prestasi Putri KW sepanjang 2025 memang patut diacungi jempol. Ia berhasil menjadi runner-up di Hylo Open 2025 dan Australia Open 2025, di mana ia kalah dari An Se Young di final yang terakhir.
Yang lebih membanggakan, Putri menjadi tunggal putri Indonesia pertama dalam 10 tahun yang melangkah ke semifinal Kejuaraan Dunia BWF (BWC) 2025, sekaligus memastikan medali perunggu. Di SEA Games 2025, ia menyumbang medali perunggu di nomor perorangan dan medali perak bersama tim beregu putri Indonesia.
Kenaikan ke peringkat 6 dunia ini bukan hanya sejarah pribadi bagi Putri, tapi juga suntikan semangat bagi bulu tangkis putri Indonesia. Di usia 23 tahun, Putri KW menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level tertinggi.
Musim 2026 akan menjadi ujian konsistensi, apakah ia bisa mempertahankan posisi elite dan bahkan menembus lebih tinggi lagi. Selamat untuk Putri KW atas pencapaian luar biasa ini.
