Manajer Pep Guardiola terus menunjukkan pendekatan ketatnya dalam mengelola skuad Manchester City selama tahap krusial musim ini.
Manchester City mengamankan kemenangan telak 3-0 atas West Ham pada pekan ke-17 Liga Inggris 2025/2026 pada, Sabtu 20 Desember 2025, mengakhiri jadwal pertandingan mereka sebelum liburan Natal. Namun, Guardiola tidak membiarkan para pemainnya berpuas diri.
Manajer asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa para pemain telah ditimbang sebelum pertandingan melawan West Ham dan semuanya memenuhi persyaratan, tetapi mereka harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut ketika kembali berlatih minggu depan.
“Begitu mereka kembali setelah istirahat tiga hari, saya ingin tahu bagaimana kondisi para pemain. Mereka boleh makan dan minum, tetapi saya ingin mengontrolnya,” ujar Guardiola. “Bayangkan seorang pemain yang dalam kondisi sempurna, tetapi setelah istirahat berat badannya naik tiga kilogram. Maka dia akan tetap di Manchester dan tidak diizinkan untuk ikut bepergian dengan tim ke Nottingham Forest.”
Ketika Guardiola pertama kali tiba di Man City pada tahun 2016, ia biasa mengecualikan beberapa pemain dari sesi latihan tim utama sampai mereka mencapai berat badan yang dibutuhkan. Mantan bek Gaël Clichy mengungkapkan bahwa Guardiola menginstruksikan para pemain untuk membatasi pizza, jus kalengan, dan makanan lain yang mudah menyebabkan kenaikan berat badan.
Saat ini, Manchester City berada di posisi kedua klasemen Premier League, tertinggal dua poin dari pemimpin klasemen, Arsenal.
Manchester City Kembali Menjadi Kekuatan yang Tangguh
Kemenangan Manchester City 3-0 atas West Ham memberikan tekanan signifikan pada Arsenal dalam persaingan perebutan gelar Liga Inggris.
Setelah kalah di pekan kedua dan ketiga, performa Manchester City di Liga Inggris sangat mengesankan sejak September.
Kemenangan 3-0 mereka melawan West Ham di kandang sendiri di Stadion Etihad pada pekan ke-17 Liga Inggris musim ini semakin memperkuat performa mereka yang luar biasa.
Mantan bek Manchester United, Gary Neville, berkomentar: “Jika Man City bermain seperti ini, mereka adalah kandidat juara nomor satu, bukan Arsenal. Pengalaman Pep dalam perlombaan jarak jauh selalu mengagumkan.”
Guardiola dan para pemainnya telah memenangkan delapan pertandingan Liga Premier berturut-turut, memberikan tekanan pada Arsenal. Aspek menakutkan lainnya adalah kebangkitan kembali kemampuan menyerang tim di bawah asuhan Pep Guardiola, dengan bintang-bintang seperti Erling Haaland dan Phil Foden yang secara konsisten bersinar.
Pembalikan ini terjadi hanya dalam beberapa bulan. Jangan lupa bahwa setelah kemenangan telak Arsenal 4-1 atas Tottenham pada bulan November, The Gunners sempat unggul tujuh poin dari Manchester City saat itu.
Namun, performa impresif Man City belakangan ini telah membantu mereka memperkecil jarak secara signifikan. Tim dari Stadion Etihad ini menunjukkan kebangkitan yang kuat, siap menantang Arsenal untuk posisi puncak.
Persaingan perebutan gelar Liga Premier musim ini lebih seru dari sebelumnya. Arsenal, di bawah asuhan Mikel Arteta, telah menunjukkan peningkatan, tetapi tekanan dari Manchester City, juara bertahan dengan pengalaman mereka yang luas, sangat besar.
