Pada pekan ke-22 Serie A Liga Italia 2025/2026, Juventus menampilkan performa gemilang, mengalahkan Napoli 3-0 di kandang mereka, Stadion Allianz. Kemenangan telak ini membantu “Nyonya Tua” memperkecil jarak dengan rival mereka di klasemen dan memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandang.
Pertandingan di Turin memiliki makna khusus karena pelatih Antonio Conte kembali ke tempat lamanya untuk menghadapi mantan timnya. Namun, Juventus tampil lebih proaktif, menunjukkan tekad yang tinggi sejak peluit awal dibunyikan.
Ancaman awal muncul di depan gawang tim tamu ketika Khephren Thuram melepaskan tembakan melengkung yang menakjubkan dari tepi kotak penalti pada menit ke-19. Kiper Alex Meret tak berdaya, tetapi tiang gawang menggagalkan gol yang hampir pasti dicetak gelandang Prancis itu.
Namun, para penggemar Bianconeri tidak perlu menyesal terlalu lama. Hanya tiga menit setelah peluang yang terbuang, momen ajaib pun tiba, yang diilhami oleh Manuel Locatelli. Pada hari penampilan ke-300-nya di Serie A, gelandang Italia itu melakukan gerakan salto dadakan. Umpan luar biasa ini sepenuhnya melewati pertahanan lawan, memungkinkan Jonathan David untuk menerobos dan melepaskan tembakan diagonal ke gawang untuk membuka skor.
Gol pembuka meningkatkan moral Juventus. Mereka hampir menggandakan keunggulan jika Alessandro Buongiorno tidak melakukan penyelamatan gemilang di garis gawang setelah tembakan jarak dekat Francisco Conceicao.
Sebaliknya, Napoli kesulitan membangun permainan meskipun memiliki bintang penyerang seperti Rasmus Hojlund dan Scott McTominay. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis namun pantas bagi tim tuan rumah.
Di babak kedua, Napoli mencoba menyerang untuk mencari gol peny equalizer tetapi dihadang oleh pertahanan disiplin dari lawan mereka. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Luciano Spalletti selanjutnya terbukti sangat efektif, dan sepenuhnya menentukan hasil pertandingan.
Pada menit ke-77, Fabio Miretti, yang baru saja masuk sebagai pemain pengganti, memanfaatkan kelengahan pertahanan tim tamu untuk memberikan assist yang sempurna. Gelandang bintang Kenan Yildiz menerima bola di sayap kiri, dengan terampil mengontrolnya sebelum melepaskan tembakan melengkung yang keras yang mengalahkan Meret.
Gol kedua bagaikan siraman air dingin yang memadamkan semua harapan bagi tim Antonio Conte. Semangat mereka merosot tajam, menyebabkan Napoli terus meninggalkan celah mematikan di lini tengah pada menit-menit terakhir pertandingan.
Pada menit ke-86, rentetan gol tersebut diakhiri dengan sebuah mahakarya lainnya. Filip Kostic, pemain pengganti, melepaskan tembakan jarak jauh yang sangat keras dengan kaki kirinya yang menjadi andalan, mengirim bola langsung ke sudut bawah gawang.
Kemenangan 3-0 mencerminkan efisiensi absolut Juventus, karena mereka jauh melampaui ekspektasi gol (xG 1,09) . Sebaliknya, Napoli, dengan xG yang sederhana yaitu 0,73, mengalami hari yang mengecewakan, sehingga mereka harus puas dengan posisi keempat di klasemen Serie A, hanya unggul satu poin dari Si Nyonya Tua.
