Di tengah gaya hidup digital yang serba instan, memainkan smartphone saat sedang diisi daya sudah menjadi rutinitas harian bagi banyak orang. Mulai dari membalas chat, scroll TikTok, hingga push rank di game favorit, rasanya sulit untuk menunggu baterai penuh tanpa menyentuh layar.
Tapi di balik kenyamanan itu, muncul pertanyaan penting yang sering diabaikan: apakah aman menggunakan smartphone saat sedang di-charge?
Jawabannya bukan sekadar mitos ini adalah fakta yang perlu diperhatikan. Meski terlihat tidak berbahaya, kebiasaan ini bisa menimbulkan dampak serius pada performa dan umur perangkat.
Ketika smartphone digunakan sambil menerima aliran listrik, komponen internal seperti baterai dan prosesor bekerja dua kali lebih keras. Akibatnya, suhu perangkat bisa melonjak drastis, memperlambat proses pengisian, dan dalam jangka panjang, mempercepat degradasi baterai.
Tak hanya soal panas berlebih, risiko lain yang mengintai adalah kerusakan fisik pada port pengisian. Gerakan tangan yang terus-menerus menarik kabel atau menggoyangkan konektor saat bermain bisa membuat port USB menjadi longgar atau aus.
Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa mengganggu konektivitas pengisian dan memerlukan perbaikan yang tidak murah. Bahkan, dalam beberapa kasus, kerusakan port bisa menjalar ke komponen lain yang lebih vital.
Lebih mengkhawatirkan lagi, penggunaan smartphone saat diisi daya dengan charger yang tidak resmi atau berkualitas rendah bisa memicu arus pendek listrik. Tegangan yang tidak stabil, ditambah dengan suhu tinggi, menciptakan kondisi ideal bagi terjadinya overheating. Beberapa insiden ledakan ponsel yang viral di media sosial berawal dari kebiasaan ini. Meski jarang terjadi, risikonya tetap nyata dan tidak bisa dianggap remeh.
Dari sisi kesehatan, kebiasaan menelepon sambil mengisi daya juga patut diwaspadai. Tegangan listrik yang mengalir melalui perangkat bisa berdampak pada jaringan tubuh, terutama jika ponsel ditempelkan langsung ke telinga dalam waktu lama. Paparan panas dan radiasi elektromagnetik yang meningkat saat pengisian bisa memengaruhi sistem saraf, meski efeknya tidak langsung terasa.
Memang benar bahwa banyak smartphone modern telah dilengkapi sistem manajemen daya dan proteksi suhu. Namun, teknologi canggih pun punya batas. Jika pengguna tetap ingin menggunakan ponsel saat dicas, sebaiknya hindari aktivitas berat seperti bermain game atau menonton video beresolusi tinggi.
Gunakan charger asli yang sesuai standar, dan perhatikan suhu perangkat. Jika mulai terasa panas, hentikan penggunaan dan biarkan ponsel beristirahat.
Pada akhirnya, bermain smartphone saat di-charge bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keamanan. Kebiasaan ini bisa mempercepat kerusakan perangkat, membahayakan kesehatan, dan dalam kasus ekstrem, memicu insiden serius.
Jadi, kalau kamu ingin smartphone tetap awet dan performa tetap optimal, beri waktu istirahat saat mengisi daya. Karena bahkan teknologi pun butuh jeda untuk tetap bekerja maksimal.
