Sikap tegas Michael Carrick mengenai peran Kobbie Mainoo membuka arah baru bagi gelandang muda tersebut seiring Manchester United bersiap memasuki fase restrukturisasi.
Dalam program RioMeets milik Rio Ferdinand, Michael Carrick memberikan komentar penting tentang Kobbie Mainoo. Mantan gelandang Manchester United itu menyatakan bahwa ia tidak menganggap Mainoo sebagai gelandang bertahan.
“Saya rasa dia lebih cocok sebagai pemain menyerang. Saya tidak melihat Mainoo cocok untuk peran yang lebih bertahan,” kata Carrick.
Menurut Carrick, posisi ideal Mainoo adalah satu lini lebih maju di lapangan, di mana ia dapat bermain dengan lebih leluasa. “Ia harus diberi lebih banyak kebebasan berkreasi,” tegas Carrick. Pernyataan ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan Mainoo yang sering ditempatkan dalam peran yang lebih dalam musim lalu.
Mainoo adalah salah satu dari sedikit pemain yang bersinar di Manchester United. Di usia 18 tahun, ia diberi kesempatan bermain secara reguler dan dengan cepat membuktikan kemampuannya berkat kontrol bola yang rapi, pergerakan yang cerdas, dan kecerdasan sepak bola yang melampaui usianya.
Namun, karena ditempatkan sebagai gelandang bertahan, Mainoo harus memikul beban pertahanan yang sangat besar, sehingga membatasi kemampuannya untuk menunjukkan kekuatan individunya.
Perspektif Carrick mencerminkan filosofi yang membawanya sukses di Manchester United: peran yang jelas dan memanfaatkan kekuatan daripada memaksa pemain untuk beradaptasi dengan sistem yang kaku. Bagi Mainoo, kebebasan bergerak dan keterlibatan di area lini tengah yang lebih maju bisa menjadi kunci pengembangan jangka panjang.
Saat Manchester United memulai siklus pembangunan kembali yang baru, suara-suara seperti Carrick merupakan sumber referensi yang sangat berharga. Dia memahami lingkungan Old Trafford dan tekanan yang menyertainya dengan memainkan pemain muda.
Bagi Mainoo, masalahnya bukan soal kemampuan. Yang dibutuhkan talenta muda ini adalah peran yang jelas. Dan Carrick – yang kemungkinan besar akan menjadi manajer interim Manchester United untuk sisa musim 2025/26, setidaknya secara teori – telah menunjukkan jalan tersebut.
Kobbie Mainoo Diminati 12 Klub
Masa depan gelandang Kobbie Mainoo di Manchester United menjadi topik hangat menjelang jendela transfer musim dingin.
Menurut Caught Offside, lebih dari 12 klub memantau gelandang kelahiran 2004 ini, dengan Chelsea dan Bayern Munchen menjadi dua nama yang paling menonjol. Namun, tujuan pilihan Mainoo adalah Napoli, juara bertahan Serie A Liga Italia.
Jika ia bergabung dengan stadion Diego Armando Maradona, Mainoo akan bertemu kembali dengan dua mantan rekan setimnya, Scott McTominay dan Rasmus Hojlund. Hojlund saat ini bermain untuk Napoli sebagai pemain pinjaman.
Dengan kebutuhan akan waktu bermain reguler untuk mengembangkan kariernya dan mempertahankan posisinya di skuad Inggris, pencarian Mainoo untuk klub baru pada Januari 2026 sepenuhnya dapat dimengerti. Sejak Ruben Amorim mengambil alih sebagai manajer di Manchester United, Mainoo kesulitan untuk mendapatkan tempat di tim inti.
Manajer asal Portugal itu sering mempercayakan duet gelandang berpengalaman Casemiro dan Bruno Fernandes, dan lebih sering menempatkan Mainoo di bangku cadangan. Musim ini, pemain berusia 20 tahun itu hanya tampil 11 kali di semua kompetisi.
Meskipun demikian, Mainoo masih sangat dihargai oleh para penggemar Manchester United. Setelah menimba ilmu di akademi muda klub, ia pernah dianggap sebagai masa depan lini tengah MU. Tentu saja, Mainoo masih perlu bekerja lebih keras untuk membuktikan dirinya layak mendapatkan tempat di tim inti di Old Trafford.
