Nama Giovanni van Bronckhorst kembali mencuat sebagai salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia. Namun di balik reputasinya sebagai eks kapten Belanda dan asisten pelatih Liverpool, rekam jejak darah Indonesia milik pria 50 tahun itu justru menjadi sorotan utama publik Tanah Air.
Lahir di Rotterdam pada 5 Februari 1975, Giovanni Christiaan van Bronckhorst tumbuh dalam keluarga berdarah Indonesia. Ayahnya, Victor van Bronckhorst, merupakan pria Indo–Belanda, sedangkan ibunya, Fransien Sapulette, berasal dari Maluku Tengah, tepatnya Saparua.
Dari garis keluarga ayahnya, ia memiliki leluhur bermarga Manuhuttu, sementara dari ibunya terdapat marga Lilipaly. Keturunan Maluku inilah yang membuat paras Giovanni sering kerap disebut punya keturunan Indonesia.
Dalam autobiografinya, Giovanni mengakui bangga memiliki darah Maluku. “Nama saya tampak membingungkan banyak orang, tetapi saya lahir di Rotterdam. Ayah saya dari Indonesia, ibu saya berdarah Maluku,” ujarnya.
Meski fasih hanya sedikit, ia masih mampu berbicara bahasa Indonesia dengan logat Indonesia Timur, warisan kuat dari keluarganya.
Publik Indonesia sudah lama mengenal Van Bronckhorst sebagai “anak Indonesia” di tim nasional Belanda. Momen paling ikonik terjadi pada 2013 ketika Belanda bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk laga persahabatan.
Kala itu, eks pemain Arsenal dan Barcelona tersebut menjadi pusat perhatian karena wajah dan namanya yang sangat Indonesia. Saat hadir di konferensi pers, Giovanni langsung diserbu media. Ia mengaku menyukai makanan Indonesia seperti sate dan gado-gado, makanan yang sudah ia bayangkan sebelum pesawatnya mendarat di Jakarta.
Meski berdarah Maluku, Giovanni mengungkap ia belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di Maluku, bahkan saat mendampingi timnas Belanda pada tur ke Indonesia.
Sebagai pemain, Giovanni menorehkan karier top bersama Arsenal, Barcelona, dan timnas Belanda.
Sebagai pelatih, rekam jejaknya tak kalah impresif, yaitu juara Eredivisie bersama Feyenoord, melatih Guangzhou R&F, membawa Rangers ke final Liga Europa, menangani Besiktas dan kini menjadi asisten pelatih Liverpool di bawah Arne Slot
Namun masa depannya di Liverpool tengah menjadi tanda tanya setelah performa The Reds terpuruk, termasuk kekalahan dari Crystal Palace, Manchester City, hingga Nottingham Forest. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Liverpool tidak akan menghalangi Giovanni jika ingin menerima tawaran melatih tim nasional.
Rumor Giovanni masuk daftar calon pelatih Indonesia pertama kali dipicu media Inggris Football Insider 247, disusul pemberitaan dari This is Anfield.
Keduanya menyebut Van Bronckhorst sebagai kandidat kuat pengganti Patrick Kluivert, yang mundur pada Oktober 2025 setelah gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
PSSI dikabarkan sejak lama tertarik pada pelatih asal Belanda, mengingat banyak pemain Indonesia yang tumbuh di Belanda, faktor yang membuat komunikasi teknis dianggap lebih mudah.
Publik Indonesia juga ramai menyerukan Giovanni untuk “pulang” ke Tanah Air, terutama di kolom komentar media sosialnya:
“Ayo pulang coach untuk melatih timnas Indonesia” “Pulang, coach! Sudah saatnya anak Ambon juara ASEAN Cup!” “Coach” tulis netizen Indonesia membanjiri kolom komentar Instagramnya.
Antusiasme ini makin menguat karena ikatan darah Giovanni dengan Indonesia, suatu faktor yang tidak dimiliki kandidat lainnya seperti Jesus Casas.
Di luar lapangan, beristri, Marieke, dan dua putra mereka. Pada 2008, keluarga ini mendirikan Giovanni van Bronckhorst Foundation (GvB Foundation) yang fokus membantu anak-anak kurang mampu dalam mengembangkan keterampilan hidup melalui olahraga.
Dengan hubungan darah Indonesia yang kuat, pengalaman sebagai pelatih top Eropa, dan situasi Liverpool yang tidak stabil, peluang Giovanni van Bronckhorst menuju kursi pelatih Timnas Indonesia kini terlihat lebih nyata dari sebelumnya, menggantikan pelatih sebelumnya Patrick Kluivert.
Publik menanti keputusan PSSI, sementara Giovanni, dengan darah Maluku yang mengalir dalam dirinya, berada di titik penting karier yang bisa membawanya “pulang” ke akar leluhurnya.
