Fenomena langit selalu berhasil memikat perhatian para pecinta astronomi maupun fotografer.
Salah satu karya terbaru yang berhasil mencuri perhatian adalah potret Mineral Moon dengan detail luar biasa yang dihasilkan oleh astrofotografer berbakat asal India, Prathamesh Jaju.
Melalui akun Instagram resminya, ia membagikan hasil jepretan yang diklaim sebagai foto paling detail dan jelas dari Last Quarter Mineral Moon atau Bulan Kuartal Akhir.
Foto ini bukan sekadar gambar biasa. Prathamesh menggunakan metode HDR Composite dari dua jenis citra yang berbeda untuk memberikan kesan tiga dimensi pada permukaan Bulan.
Baca juga: Deretan Teknologi Tony Stark yang Kini Jadi Kenyataan di Dunia Nyata
Hasilnya membuat detail kawah, tekstur mineral, serta gradasi warna permukaan tampak begitu nyata dan mengagumkan. Tidak heran jika karya ini langsung viral dan mendapat banyak apresiasi dari penggemar astronomi di seluruh dunia.
Proses Panjang di Balik Potret Mineral Moon
Untuk menghasilkan satu foto luar biasa tersebut, Prathamesh mengungkapkan bahwa dirinya mengumpulkan lebih dari 50.000 gambar dengan total data mencapai 186 GB.
Proses ini bahkan hampir membuat laptop pribadinya kewalahan karena beban pemrosesan data yang begitu besar.
Ia menggunakan teknik mosaik dengan 38 panel pada panjang fokus 1500 mm hingga 3000 mm. Kamera utama yang dipakai adalah ZWO ASI120MC-S beresolusi 1,2 megapiksel untuk menangkap detail halus permukaan Bulan. Tidak hanya itu, ia juga memanfaatkan Canon 1300D untuk menghasilkan warna yang lebih akurat.
Peralatan lain yang mendukung keberhasilan pemotretan ini termasuk Celestron 5 Cassegrain OTA, SkyWatcher EQ3-2 GO-TO mount, serta GSO 2X Barlow yang memungkinkannya mengambil gambar pada panjang fokus hingga 3 meter.
Hasil akhirnya adalah foto berukuran hampir 50 megapiksel, meski kemudian resolusinya diturunkan agar bisa diakses melalui perangkat seluler.
Detail yang Belum Pernah Terlihat
Keistimewaan foto Mineral Moon karya Prathamesh Jaju terletak pada tingkat detail yang ditampilkannya. Dengan teknik HDR Composite, permukaan Bulan tidak hanya terlihat rata berwarna abu-abu, tetapi juga menampilkan perbedaan mineral dan warna yang biasanya sulit terlihat dengan mata telanjang.
Baca juga: Bocoran Sony PS6 Handheld: Konsol Baru dengan Dock Mirip Nintendo Switch
Tekstur kawah, dataran tinggi, hingga lembah di permukaan Bulan tampak lebih hidup, seolah-olah kita sedang melihat model tiga dimensi.
Hal ini menjadikan foto tersebut bukan hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki nilai ilmiah karena bisa membantu para pengamat memahami struktur Bulan dengan lebih baik.
Tidak sedikit astronom amatir maupun fotografer langit yang mengapresiasi karya Prathamesh ini. Melalui unggahannya di Instagram, ia menulis bahwa foto tersebut adalah pencapaian terbaiknya sejauh ini dalam bidang astrofotografi.
Hasil karya ini juga menjadi inspirasi bagi banyak penggemar astronomi untuk terus bereksperimen dengan peralatan yang mereka miliki.
Bagi Anda yang tertarik, Prathamesh juga menawarkan versi resolusi tinggi dan cetakan dari fotonya. Melihat hasil yang begitu detail, karya ini jelas tidak hanya cocok sebagai koleksi pribadi pecinta astronomi, tetapi juga bisa menjadi dekorasi indah yang memperlihatkan keajaiban alam semesta.
Foto Mineral Moon karya Prathamesh Jaju ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kombinasi antara sains, teknologi, dan seni bisa menghasilkan sesuatu yang begitu memukau.
Sumber foto: Instagram Prathamesh Jaju
