Segera setelah resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert, Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) menghubungi banyak pelatih berpengalaman untuk posisi pelatih kepala Timnas Indonesia.
Tiga kandidat unggulan untuk posisi pelatih kepala Timnas Indonesia antara lain: Roberto Donadoni, mantan pelatih Parma dan Napoli, yang memimpin Italia di Euro 2008. Dengan pengalaman yang kaya di Serie A dan kemampuan membangun gaya bermain menyerang, Donadoni dianggap sebagai pilihan ideal untuk mengangkat skuad Garuda.
“Saya dikirimi chat oleh ‘orang penting’. Beberapa hari setelah PSSI berpisah dengan Patrick Kluivert, ada satu agen yang menawarkan beberapa pelatih berpengalaman yang tertarik melatih Timnas Indonesia. Antara lain: Roberto Donadoni, Juan Carlos Osorio, dan Oscar Garcia,” kata pengamat sepak bola nasional, Mohammed Ali Mahrus.
Juan Carlos Osorio, pelatih Kolombia yang terkenal karena pernah memimpin tim Meksiko dari tahun 2015-2018, membawa tim tersebut ke babak 16 besar Piala Dunia 2018, juga merupakan kandidat kuat lainnya.
Terakhir, ada Oscar Garcia, pelatih asal Spanyol yang pernah memimpin Brighton & Hove Albion, Girona, dan klub-klub Swiss seperti Red Bull Salzburg. Dengan filosofi sepak bola yang berfokus pada pengendalian dan pengembangan talenta muda, Garcia sangat dihormati karena kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan multikultural, yang cocok untuk skuad yang terdiri dari campuran pemain asli dan pemain naturalisasi Indonesia.
Meski PSSI akan mempertimbangkan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan, Presiden Federasi sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan perlunya mencari pelatih asing baru, seraya menutup kemungkinan kembali ke mantan pelatih Shin Tae-yong.
Kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026 tak hanya berujung pada hengkangnya Kluivert, tetapi juga menuai kritik dari para penggemar dan pakar. Banyak yang menilai PSSI keliru memecat Shin Tae-yong – pelatih yang membawa Timnas Indonesia ke babak kualifikasi ketiga untuk pertama kalinya dalam sejarah.
PSSI Segera Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia dengan Target Piala Dunia
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sedang terburu-buru menyelesaikan proses pencarian pelatih kepala baru, dengan tujuan besar untuk berpartisipasi di Piala Dunia. Erick Thohir selaku ketua umum telah mengesampingkan kemungkinan reuni dengan Shin Tae-yong, dan menegaskan bahwa orang yang terpilih akan memiliki visi yang lebih baik.
PSSI mengonfirmasi bahwa proses seleksi telah memasuki tahap akhir dan akan segera mengumumkan identitas pelatih kepala baru tim nasional dalam dua minggu ke depan. Kali ini, induk sepak bola Indonesia itu telah menetapkan standar yang sangat tinggi dengan ambisi membawa sepak bola Indonesia ke tingkat dunia.
Menurut Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, orang yang terpilih tidak hanya harus memiliki pengalaman melatih, tetapi yang lebih penting, haruslah ” seseorang yang dapat membawa Indonesia ke Piala Dunia”.
“Profil yang kami cari tidak terikat soal kewarganegaraannya. Titik awal kami itu selalu berusaha mencari sosok yang tepat dan cocok untuk Indonesia. Itu adalah titik awal kami,” kata Zwiers dalam jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Jadi, periode yang lebih pendek atau periode yang akan datang, kami akan membahas lebih mendalam tentang hal-hal spesifik yang ingin kami selaraskan dengan visi kita pada 2030. Karena kami berada di sini, di Indonesia, karena ingin lolos untuk Piala Dunia selanjutnya di 2030,” tegasnya.
Sebelumnya Erick Thohir telah memastikan, mantan pelatih kepala Shin Tae-yong tidak akan kembali memimpin Timnas Indonesia di masa mendatang.
Dalam pernyataan terbarunya, Erick Thohir mengatakan bahwa jajaran direksi PSSI telah mencoret Shin Tae-yong dari daftar kandidat pelatih kepala tim nasional.
“Kita kan mesti move on. Kita juga move on dengan Shin Tae-yong,” kata Erick Thohir saat ditanya peluang mendatangkan pelatih asal Korea Selatan itu.
“Waktu saya masuk PSSI itu kan jelas, antara Shin Tae-yong dan Indra Sjafri tidak bisa komunikasi. Masing-masing senior, masing-masing punya, ya kan tidak mudah. Baru terakhir zamannya Patrick (Kluivert) kita bisa bikin strata. Tapi, itu pun karena gagal ya, gimana ya kan?” lanjut pria 55 tahun ini.
Erick juga menegaskan bahwa dewan direksi PSSI ingin mendatangkan pelatih kepala baru yang mampu menerapkan strategi pengembangan tim nasional yang lebih komprehensif, alih-alih kembali ke solusi lama. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Shin Tae-yong dicoret dari daftar.
Pencarian pelatih baru masih menjadi misteri besar bagi PSSI dan penggemar Indonesia. Sumber mengatakan daftar kandidat yang dipertimbangkan mencakup banyak nama besar di Eropa, terutama Belanda. Proses seleksi akan dilakukan dengan cermat.
Nama Frank de Boer mencuat sebagai kandidat baru pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, mantan pemain Belanda ini pernah memimpin Inter Milan di era Erick Thohir.
Setelah memecat Patrick Kluivert, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu menegaskan bahwa sepak bola Indonesia akan melanjutkan program yang sudah ada, dengan tim yang terdiri dari pemain naturalisasi dan pelatih papan atas.
