Kabar gembira datang untuk pecinta produk Apple di Indonesia. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan bahwa iPhone 17 akan segera bisa dipasarkan secara resmi di Tanah Air.
Seperti diketahui, sebelumnya Apple sempat menghadapi kendala dalam memasarkan iPhone 16 karena isu pemenuhan TKDN.
Namun, kali ini pemerintah memastikan iPhone 17 tidak akan menemui hambatan berarti, sebab Apple sudah memiliki komitmen investasi jangka panjang di Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Agus di Bali, Kamis (4/9/2025), yang menegaskan pemerintah siap memberikan izin begitu Apple mengajukan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Baca juga: Perbedaan vivo V60 dan vivo V50, Generasi Terbaru di Seri V
“Kalau iPhone 17, dia masuk ke kita, kita akan keluarkan (izin penjualan). Kan bagian dari komitmen kita. Nggak perlu kasih komitmen lagi,” ujar Agus seperti yang dilansir Mashable Indonesia dari Detik Finance (05/09/25).
Apple Belum Ajukan TKDN, tapi Izin Sudah Siap
Meski hingga kini Apple belum mengajukan sertifikat TKDN, Agus menegaskan izin bisa langsung dikeluarkan jika perusahaan asal Cupertino itu mengajukan perizinan.
Artinya, tidak ada proses rumit seperti sebelumnya karena Apple sudah memenuhi persyaratan melalui skema investasi inovasi.
“Belum, belum ada pengajuan. Tapi sudah bisa dikeluarkan,” tambah Agus.
Dengan lampu hijau ini, masyarakat Indonesia dipastikan dapat membeli iPhone 17 secara resmi melalui jalur distribusi Apple tanpa perlu khawatir soal status legalitasnya.
Sebagai informasi, Apple memilih skema ketiga dalam aturan TKDN, yakni berinvestasi di bidang inovasi dan teknologi, alih-alih membangun pabrik manufaktur di Indonesia. Dengan pilihan ini, Apple mendapatkan sertifikat TKDN untuk periode 2025–2028.
Salah satu poin utama dalam kesepakatan ini adalah komitmen investasi sebesar US$ 160 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Investasi tersebut digunakan untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Langkah ini juga menegaskan bahwa Apple tidak sekadar memasarkan produknya, melainkan juga berkontribusi dalam pembangunan ekosistem teknologi di Tanah Air.
Bentuk Investasi Apple di Indonesia
Komitmen investasi Apple sudah terlihat melalui sejumlah program dan institusi yang mereka dirikan, di antaranya:
- Apple Software Indonesia and Technology Institute – pusat inovasi perangkat lunak.
- Apple Professional Developer Academy – wadah untuk mencetak developer profesional di bidang aplikasi.
- Apple Developer Academy @BINUS di Bali – akademi terbaru yang diresmikan sebagai bagian dari pemenuhan komitmen investasi Apple.
Baca juga: Mengenal Chromebook, Laptop Murah Yang Bikin Nadiem Makarim Merana
Program-program ini diharapkan mampu mencetak talenta digital baru, memperkuat ekosistem aplikasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri teknologi global.
iPhone 17: Ponsel Premium yang Ditunggu
Kehadiran iPhone 17 tentu sangat dinantikan para penggemar Apple di Indonesia.
Meski spesifikasi detailnya masih menunggu pengumuman resmi, sejumlah rumor menyebutkan iPhone 17 akan hadir dengan desain lebih tipis, layar lebih canggih, serta dukungan teknologi kamera dan performa yang semakin ditingkatkan.
Dengan status resmi di Indonesia, pengguna tidak hanya akan mendapatkan akses mudah, tetapi juga jaminan layanan purna jual, garansi resmi, dan dukungan teknis yang lebih terjamin.
Hadirnya iPhone 17 secara resmi di Indonesia bukan hanya kabar baik bagi konsumen, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri lokal.
Melalui skema TKDN berbasis investasi, Apple membawa nilai tambah dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia, transfer pengetahuan, hingga pembukaan peluang kolaborasi dengan startup lokal.
Selain itu, langkah ini juga menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang penting dalam peta industri teknologi global.
Dengan jumlah pengguna iPhone yang terus bertambah, kehadiran iPhone 17 resmi akan memperkuat posisi Apple di pasar smartphone premium.
Lebih jauh, komitmen investasi Apple senilai Rp 2,6 triliun membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan juga mitra strategis dalam pengembangan ekosistem teknologi global.
