Komentar legenda Real Madrid, Toni Kroos tentang Barcelona dengan cepat memicu gelombang kontroversi yang sengit di kalangan penggemar.
Setelah kemenangan Barcelona di Piala Super Spanyol, Toni Kroos memberikan komentar yang menarik. Mantan gelandang Real Madrid itu mengatakan bahwa Barcelona “senang dengan Piala Super, tetapi Liga Champions adalah tempat mereka menghadapi lawan-lawan kelas atas.”
Kemudian, ia secara blak-blakan memprediksi masa depan Barca: “Saya rasa mereka tidak akan memenangkan gelar internasional apa pun.”
Pernyataan ini langsung viral dan menjadi fokus kontroversi di platform media sosial X.
Banyak akun penggemar secara langsung mempertanyakan argumen Kroos. “Jadi, Real Madrid yang dikalahkan Barca di Piala Super bukanlah lawan kelas atas?”, tulis seseorang. Argumen balasan ini diulang berkali-kali. Komentar lain dengan sarkastis menyatakan: “Jika Anda mengikuti ideologi itu, maka Madrid bukanlah tim besar.”
Banyak penggemar netral juga ikut bergabung dalam diskusi. Mereka berpendapat bahwa Kroos secara tidak sengaja meremehkan Real Madrid, klub yang telah lama melekat pada namanya selama lebih dari satu dekade. “Bukankah Real Madrid tim papan atas? Kroos baru saja mengubur klub lamanya sendirian,” bunyi salah satu komentar yang mendapat banyak interaksi.
Sebagian besar tanggapan ini tidak ditujukan untuk membela Barcelona, melainkan lebih berfokus pada inkonsistensi dalam argumen tersebut. Dari sudut pandang profesional, pernyataan Kroos mencerminkan skeptisisme yang meluas tentang kemampuan Barcelona di Liga Champions. Namun, konteks saat ini membuat pesan tersebut menjadi sangat sensitif.
Barcelona baru saja mengalahkan Real Madrid di final resmi. Meskipun Piala Super bukanlah Liga Champions, ini tetaplah sebuah gelar dan konfrontasi langsung antara dua klub terbesar di Spanyol.
Juara Piala Super Spanyol 2026, Barcelona Cetak Sejarah Melawan Real Madrid
Barcelona terus menegaskan dominasinya atas rival abadi mereka, Real Madrid, dengan kemenangan mendebarkan 3-2 di final Piala Super Spanyol 2026 pada, Senin 12 Januari 2025 dini hari WIB.
Menurut Opta, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Barca mengalahkan Real Madrid dalam tiga final berturut-turut, sebuah tonggak sejarah yang sangat penting dalam pertandingan El Clásico.
Dalam pertandingan Piala Super Spanyol pada Januari 2025, Barcelona juga mengalahkan Real Madrid dengan skor 5-2. Kemudian, di final Copa del Rey pada April tahun yang sama, tim asuhan Hansi Flick terus memberikan pukulan menyakitkan kepada Real Madrid dengan kemenangan 3-2.
Bersama pelatih Hansi Flick, ia mempertahankan rekor kemenangan 100% setiap kali memimpin tim ke final (memenangkan 8 dari 8 pertandingan). Sejak mengambil alih Barcelona, ahli strategi asal Jerman ini telah memenangkan 4 gelar dalam waktu kurang dari 2 tahun.
Barcelona juga berhasil mempertahankan gelar Piala Super Spanyol mereka untuk pertama kalinya sejak 2011, sehingga menegaskan posisi dan kehebatan mereka dalam pertandingan-pertandingan besar.
Sementara itu, kekalahan ini semakin memperlihatkan masalah serius di lini pertahanan Real Madrid. Statistik menunjukkan bahwa “Los Blancos” telah kebobolan 12 gol dalam 8 pertandingan terakhir mereka sejak bek kunci Eder Militao mengalami cedera.
Selama periode ini, Real Madrid hanya mencatatkan satu kali clean sheet, yang menunjukkan kurangnya stabilitas dalam pertahanan mereka.
