Jakarta (Kemenag) – Saat berbincang tentang MAN 4 Jakarta, materi percakapan tidak akan jauh dari prestasi dan capaian keren. Hal demikian terjadi karena MAN 4 adalah madrasah dengan segudang prestasi akademik dan non-akademik di berbagai bidang yang ditorehkan oleh siswa, guru, maupun institusinya. Dari MAN 4 pula lahir alumni yang menyebar ke berbagai penjuru dunia untuk menimba ilmu lebih jauh.
Dalam relasi tersebut, menjadi menarik saat berkesempatan mewawancarai Ayla Zahara Nibras dan Wido Prayoga, M.Pd (Kepala Madrasah Aliyah Negeri 4 Pondok Pinang, Jakarta). Ayla, dalam beberapa hal, dapat dibilang mewakili sosok berprestasi Siswa MAN 4. Cerita dari Ayla, yang kini adalah mahasiswa Clinical Medicine di Fujian Medical University (FMU) Tiongkok, dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain, bahwa prestasi adalah hal yang harus diperjuangkan dan diraih.
Sementara itu, dari Kepala Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta, kita berkesempatan menggali berbagai hal tentang MAN 4 Jakarta, khususnya dalam berbagai pretasi yang dicetaknya, berbagai praktik baik yang dijalankan, dan energi untuk mempertahankannya. Melalui berbagai terobosan yang dijalankan dan beragam upaya adaptif yang diterapkan, MAN 4 Jakarta menjelma menjadi madrasah yang terus membuktikan diri sebagai madrasah juara dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Wawancara dipandu dan diselaraskan oleh Saiful Maarif (SM), Asesor SDM Aparatur Kementerian Agama.
Pertanyaan untuk Ayla Zahara Nibras
Latar Belakang dan Kiprah
(SM) Ayla, bisa ceritakan sedikit tentang diri kamu, seperti kegiatan sehari-hari di MAN 4 Jakarta dan peran kamu di madrasah?
Saya adalah siswi yang baru saja menamatkan pendidikannya di MAN 4 Jakarta, dan lulus seleksi Program S1 Clinical Medicine di Fujian Medical University Tiongkok, pada saat di MAN 4 Jakarta mendapatkan pembelajaran dengan 2 kurikulum, yaitu kurikulum nasional dan kurikulum madrasah berasrama. Karena tinggal di asrama, maka jadwal aktivitas pembelajarannya berlangsung dari bangun subuh, sholat malam, sholat subuh, ke sekolah hingga aktivitas asrama yang berakhir jam 22. Jadwal yang sangat padat dan memerlukan ketangguhan fisik dan mental untuk menjalaninya.
(SM) Apa yang membuat kamu termotivasi untuk terus berprestasi di madrasah?
Dengan berprestasi maka akan memperkuat portofolio dan memperluas kesempatan untuk mendapatkan universitas terbaik di luar negeri.
(SM) Bagaimana lingkungan di MAN 4 Jakarta mendukung kamu dalam meraih prestasi?
MAN 4 Jakarta menfasilitasi minta bakat siswa dengan sangat baik, menyediakan kelas ekskul dengan jumlah lebih dari 30 ekskul, baik akademik maupun non akademik.
(SM) Adakah kegiatan ekstrakurikuler atau komunitas di madrasah yang membantu membentuk karakter dan prestasi kamu?
Saya suka memperhatikan tentang kejadian di sekitar kita, apa saja keanehan-keanehannya, apa saja masalahnya, apa saja penyebabnya, dan apa saja yang bisa jadi solusi penyelesaiannya. Saya memilih kelas riset, karena mempelajari tentang kejadian sekitar, melatih kepekaan social. Dalam aktivitas riset kita harus dibekali ilmu multi disiplin. Belajar ilmu statistic, teknologi informasi, komunikasi, marketing hingga psikologi dan memperkuat kemampuan Bahasa inggris.
Capaian dan Prestasi
(SM) Apa saja prestasi yang paling membanggakan yang pernah kamu raih selama ini, baik di bidang akademik maupun non-akademik?
Prestasi yang paling membanggakan yaitu meraih Gold Medal pada International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS), karena sebagai pintu gerbang untuk meraih prestasi selanjutnya. Selanjutnya yang menurut saya paling prestisius adalah pada saat Tokoh Anak Inspiratif yang Peduli pada Perlindungan Anak dari KPAI, prestasi membanggakan lainnya adalah meraih Gold Medal pada World Invention Competition and Exchibition (WICE), dan Gold Medal pada Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF).
(SM) Bisa ceritakan momen atau pengalaman spesifik saat kamu meraih salah satu prestasi tersebut? Apa tantangan terbesarnya?
Sungguh sangat kaget pada saat menerima anugerah Tokoh Anak Inspiratif Peduli Perlindungan Anak dari KPAI, ini adalah apresiasi yang luar biasa atas upaya yang telah dilakukan. Karena saya mendapatkan anugerah ini karena kontribusi terhadap Upaya perlindungan anak melalui hasil penelitian, maka mulai saat itu di MAN 4 Jakarta menjadi lebih banyak peserta didik yang mengikuti kelas riset dan sekaligus menaruh perhatian lebih terhadap anak-anak disabilitas.
Tantangan terbesar adalah saya merasa memiliki tanggung jawab jauh lebih besar untuk menjaga amanah dan terus berinovasi dalam upaya perlindungan anak. Saya terus berupaya melakukan penelitian lanjutan dan menghasilkan aplikasi-aplikasi lain terkait peningkatan kualitas hidup kaum disabilitas.
(SM) Bagaimana kamu menyeimbangkan waktu antara belajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan persiapan untuk kompetisi atau prestasi lainnya?
Karena tinggal di asrama dan melaksanakan pembelajaran dari sebelum subuh hingga jam 22.00, maka harus pintar membagi waktu. Namun karena pada saat MTs selama 3 tahun tinggal di pesantren Darunnajah yang di dalamnya juga memiliki aktivitas yang sangat padat, maka sangat membantu menyesuaikan diri dengan aktivitas padat di MAN 4 Jakarta. Darunnajah mengajarkan pada saya bagaimana membagi waktu dengan efektif efisien untuk belajar, mengerjakan tugas sekolah, mengikuti ekskul dan persiapan kompetisi.
Pada saat melakukan penelitian dan sebagai team leader, saya harus bisa memimpin seluruh tahapan penelitian, dari mulai menentukan tema penelitian, obyek penelitian, pembagian tugas, hingga memutuskan hal-hal penting pada saat terjadi kendala-kendala di lapangan. Persiapan kompetisi dilakukan di hari sabtu-minggu, bahkan memanfaatkan aplikasi zoom, karena tim riset juga ada yang tinggal di luar asrama, agar bisa berkomunikasi dan diskusi kapanpun diperlukan.
(SM) Adakah tokoh atau mentor yang berperan besar dalam membantu kamu meraih prestasi?
Saya memiliki coach penelitian dari dalam MAN 4 Jakarta (guru pembimbing riset) dan coach dari luar MAN 4 Jakarta, sehingga saya mendapatkan insight lebih luas, dapat menjadi solusi apabila terjadi bottle neck pada saat penelitian berlangsung. Pihak manajemen MAN 4 Jakarta juga sangat membantu dalam mengejar prestasi. Orang tua yang selalu support, bahkan orang tua selalu mengatakan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin, maka saya tingkatkan kepekaan dalam melihat kondisi kanan kiri, dan apa saja yang bisa diperbaiki, dari yang tidak mungkin menjadi bisa terwujud.
Cita-cita dan Harapan
(SM) Apa cita-cita kamu di masa depan, baik dalam hal pendidikan maupun karier?
Saat ini saya bersama dengan Tim Peneliti Aplikasi EDISTA dan UNIFY MAN 4 Jakarta sedang menjalani proses penyusunan jurnal Scopus Q2 berkolaborasi dengan Tim Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Tim Peneliti dari National Tsing Hua University (NTHU) Taiwan.
Ke depan, saya ingin melakukan penelitian yang lebih luas dan mendalam terkait perlindungan anak setelah masuk kuliah pada program S1 Clinical Medicine di Fujian Medical University (FMU) China, di mana FMU memiliki keunggulan dalam riset kesehatan anak, terutama dalam bidang genetika dan penyakit anak, juga fokus pada pengembangan teknologi medis dan pengobatan inovatif, terutama Traditional Chinese Medicine (TCM), seperti akupunktur, meridian, pengobatan herbal dan lain-lain.
(SM) Bidang apa yang paling kamu minati, dan mengapa kamu ingin menekuninya?
Saya suka bertemu orang, melayani mereka, membantu mereka dalam mengatasi kesulitan. Dengan mengambil kuliah di kedokteran, maka hal itu membuka peluang untuk melakukan pelayanan terhadap banyak orang, mengurangi rasa sakit mereka, membantu dalam proses penyembuhan.
(SM) Bagaimana kamu melihat peran pendidikan di MAN 4 Jakarta dalam membantu kamu mencapai cita-cita tersebut?
MAN 4 Jakarta membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk seluruh siswa menyalurkan minat bakatnya, menyediakan lebih dari 30 kelas ekskul. Memberikan info terkait kompetisi-kompetisi baik nasional maupun internasional, juga melakukan pendampingan, baik guru pendamping yang membersamai maupun suntikan dana dari komite madrasah. Lalu memberikan pendampingan dalam memenuhi persyaratan seleksi universitas di luar negeri, mengingat apply universitas di China itu lumayan ribet prosesnya.
(SM) Adakah rencana spesifik, seperti melanjutkan studi ke universitas tertentu atau mengejar beasiswa?
Alhamdulillah sudah lolos seleksi program S1 Clinical Medicine di Fujian Medical University (FMU) Tiongkok, mulai kuliah awal September 2025.
Mimpi dan Inspirasi
(SM) Apa mimpi terbesar kamu dalam hidup, baik secara pribadi maupun untuk masyarakat sekitar?
Ingin membangun pesantren, di mana di dalamnya ada madrasah dan rumah sakit. Siswa nya sehat dan rumah sakit nya bisa melayani masyarakat sekitarnya. Saya memahami, bahwa untuk membangun pesantren, madrasah dan rumah sakit itu butuh komitmen yang sangat kuat, modal finansial yang sangat besar. Saya berusaha untuk membuka jejaring yang luas dengan berbagai pihak untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Tidak ada hal yang tidak mungkin, apabila kita kuat dan konsisten, saya memegang prinsip tersebut.
(SM) Siapa yang menjadi inspirasi kamu dalam mengejar mimpi-mimpi tersebut, dan mengapa?
Mama yang selalu menasehati agar kita selalu menebar kebaikan dan manfaat untuk orang lain, tiap hari harus selalu bertambah manfaat untuk sesama.
(SM) Bagaimana kamu ingin memberikan dampak positif bagi orang lain, misalnya teman, keluarga, atau komunitas, melalui prestasi dan mimpi kamu?
Selalu memberikan solusi terhadap permasalahan di sekeliling kita, apabila kita selalu memberi solusi, maka orang lain selalu membutuhkan kehadiran kita. Selain itu, kita akan lebih mudah untuk memberikan pengaruh positif untuk orang sekitar kita.
(SM) Jika kamu diberi kesempatan untuk mewujudkan satu mimpi besar tanpa batasan, apa itu dan bagaimana kamu akan mewujudkannya?
Mendirikan pesantren dan rumah sakit, dengan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki power dan privilege untuk mewujudkannya.
Pesan dan Motivasi
(SM) Apa pesan kamu untuk teman-teman seusia yang ingin meraih prestasi seperti kamu?
Jangan seperti monyet memakan manggis, pada saat memakan kulitnya merasa pahit dan langsung membuangnya. Harusnya tetap memakan sampai mendapat buahnya yang manis, karena meskipun pahit, kulit manggis juga memiliki manfaat untuk tubuh. Segala susah payah pada saat berjuang harus terus diikhtiarkan, hingga berhasil.
(SM) Bagaimana cara kamu mengatasi rasa takut atau kegagalan saat mengejar tujuan?
Rasa takut atau gagal itu hal biasa, seperti kegelapan, lama-lama kita akan beradaptasi dengan kegelapan itu sendiri dan dapat melihat secercah cahaya. lakukan saja sampai tujuan kita tercapai.
(SM) Adakah nasihat dari pengalaman pribadi yang ingin kamu bagikan untuk memotivasi siswa lain di MAN 4 Jakarta?
Hasil itu tidak mengkhianati usaha, terus aja berusaha. Karena kita diam pun pasti capek kan? Kalau sama-sama capek, lebih baik pilih bergerak dan berjuang.
Pertanyaan untuk Kepala Madrasah MAN 4 Jakarta, Wido Prayoga, M.Pd
Tentang Ayla Zahara Nibras
(SM) Bisa diceritakan bagaimana Ayla Zahara Nibras dikenal di MAN 4 Jakarta, baik dari segi akademik, kepribadian, maupun kontribusinya di madrasah?
Ayla dikenal sebagai salah satu siswa yang cukup menonjol di kelas, baik dari segi akademik maupun sikap keseharian. Ia menunjukkan konsistensi dalam belajar serta sikap yang sopan dan bertanggung jawab. Ayla juga menunjukkan bahwa seorang pelajar bisa memadukan prestasi akademik, riset inovatif, dan kepedulian sosial yang mendalam.
(SM) Apa prestasi Ayla yang menurut Bapak/Ibu paling menonjol, dan bagaimana prestasi tersebut mencerminkan nilai-nilai MAN 4 Jakarta?
Prestasi Ayla yang paling menonjol adalah ketika ia berhasil meraih medali emas dalam ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2023 melalui inovasinya menciptakan aplikasi EDISTA. Aplikasi tersebut bukan hanya menunjukkan kemampuan riset dan berpikir kritis Ayla dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga mencerminkan kepeduliannya terhadap sesama, khususnya siswa penyandang disabilitas.
Prestasi ini sangat sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh MAN 4 Jakarta Selatan, yaitu kepedulian sosial, kecerdasan spiritual, serta inovasi dalam bingkai nilai-nilai Islam. Ayla menunjukkan bahwa belajar tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi manfaat bagi orang lain.
(SM) Bagaimana peran guru atau staf di MAN 4 dalam mendukung Ayla meraih prestasinya?
Peran guru dan staf MAN 4 Jakarta Selatan sangat besar dalam mendukung keberhasilan Ayla. Sejak awal, Ayla dibimbing secara intensif oleh guru pembimbing riset yang tidak hanya membantu dalam aspek teknis penelitian, tetapi juga memberikan arahan tentang pendekatan sosial dan etika dalam menciptkan solusi berbasis empati.
(SM) Adakah cerita khusus tentang Ayla yang menunjukkan dedikasi atau karakternya sebagai siswa berprestasi?
Dalam melakukan riset, Ayla berganti-ganti anggota tim, agar semakin banyak Kawan dan adik kelas yang bisa ditularkan ilmu risetnya. Karena pengalaman riset itu tidak bisa diajarkan hanya dengan teori, tapi juga harus langsung dipraktekkan dalam keikutsertaan dalam tim.
Budaya Prestasi di MAN 4 Jakarta
(SM) Bagaimana MAN 4 Jakarta membangun budaya prestasi di kalangan siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik?
MAN 4 Jakarta berkomitmen untuk membangun budaya prestasi yang menyeluruh tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang non-akademik. Di bidang akademik, kami mendorong siswa untuk aktif dalam riset ilmiah, olimpiade, debat, dan kompetisi sains. Sedangkan di bidang non-akademik, siswa diberi ruang untuk berkembang melalui ekstrakurikuler seperti seni, olahraga, jurnalistik, kepramukaan, hingga organisasi siswa (OSIS dan MPK). Di sinilah karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja tim dibentuk.
MAN 4 Jakarta juga secara rutin mengadakan dan mengikuti kompetisi, baik tingkat kota, nasional, hingga internasional. Kami percaya bahwa partisipasi aktif dalam berbagai ajang kompetisi melatih kepercayaan diri, daya saing, serta motivasi siswa untuk terus berkembang. MAN 4 juga memiliki program “one student, one achievement, one month”. Kami ingin menanamkan pada setiap siswa bahwa prestasi bukan hanya milik segelintir orang, tapi bisa diraih siapa pun yang mau berusaha, konsisten, dan terus belajar
(SM) Ayla adalah representasi dari sekian banyak siswa MAN 4 yang memiliki capaian cemerlang di berbagai bidang. Bagaimana MAN 4 menjaga energi dan semangat untuk terus berprestasi?
MAN 4 Jakarta menjaga energi dan semangat untuk terus berprestasi dengan membangun lingkungan madrasah yang dinamis, suportif, dan penuh makna.
Pertama, kami menciptakan budaya kompetitif yang sehat, di mana siswa didorong untuk mengembangkan potensinya masing-masing, bukan saling bersaing secara tidak sehat, tapi saling menginspirasi dan memotivasi.
Kedua, kami secara konsisten mengadakan program pembinaan, pelatihan, serta kegiatan pemicu semangat seperti seminar, workshop, dan pembinaan karakter. Hal ini menjaga gairah siswa dan guru agar terus bergerak, belajar, dan berkembang. Ketiga, prestasi siswa dan guru tidak hanya dicatat, tetapi dirayakan dan dihargai. Setiap pencapaian besar maupun kecil diberi apresiasi oleh madrasah.
Hal ini membuat siswa dan guru merasa dihargai dan semakin termotivasi. Peran guru dan pimpinan madrasah juga sangat penting. Guru menjadi pembimbing dan penyemangat, bukan sekadar pengajar. Kepala madrasah dan seluruh staf memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun fasilitas, agar semangat berprestasi tetap menyala.
(SM) Apa program atau kegiatan unggulan di MAN 4 Jakarta yang mendorong siswa seperti Ayla untuk berprestasi?
Dalam menjawab tantangan zaman dan meningkatkan daya saing peserta didik di era global, MAN 4 Jakarta Selatan menghadirkan sebuah program unggulan yang visioner dan menyeluruh: Program Bina Talenta (BITA). Program ini merupakan wujud komitmen madrasah dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam karakter, kreatif, inovatif, serta siap berkontribusi di tingkat nasional dan internasional. MAN 4 Jakarta juga memiliki program “4 World” yang mencakup berbagai kegiatan yang dirancang untuk membekali peserta didik dengan pengalaman, wawasan, dan kompetensi bertaraf internasional,
(SM) Bagaimana MAN 4 Jakarta menyeimbangkan antara pendidikan agama, akademik, dan pengembangan bakat untuk mencetak siswa berprestasi?
MAN 4 Jakarta menyeimbangkan antara Pendidikan agama, akademik dan pengembangan bakat dengan strategi kurikulum terintegrasi, pebagian waktu yang proposional, guru dan pembimbing berkualitas, program pembinaan karakter dan leadership. Kemudian kolaborasi dengan orang tua. Dengan strategi di atas dan dukungan dari semua pihka, MAN 4 Jakarta dapat mencetak siswa yang cerdas akademik, kuat spiritual dan berprestasi di bidang bakatnya.
(SM) Apa tantangan utama dalam menciptakan dan mempertahankan budaya prestasi di madrasah, dan bagaimana MAN 4 mengatasinya?
Membangun dan mempertahankan budaya prestasi di madrasah seperti MAN 4 Jakarta tentu tidak lepas dari tantangan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Salah satu tantangan utama adalah menjaga konsistensi semangat dan motivasi siswa di tengah beragam latar belakang, tekanan akademik, dan perkembangan teknologi yang bisa mengalihkan fokus belajar. Tidak semua siswa langsung termotivasi untuk berprestasi perlu pendekatan personal dan lingkungan yang mendukung. Selain itu, ada tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik, kegiatan agama, dan pengembangan bakat. Jika tidak dikelola dengan baik, siswa bisa merasa terbebani atau kehilangan arah.
Untuk mengatasi hal-hal tersebut, MAN 4 Jakarta menerapkan pendekatan yang terencana dan kolaboratif. Kami membangun budaya positif yang memberi penghargaan tidak hanya pada hasil akhir, tapi juga pada proses dan kerja keras siswa. Guru-guru berperan sebagai pembimbing yang aktif dan dekat dengan siswa, bukan sekadar pengajar.
Kami juga terus mendorong pelatihan guru, sinergi dengan alumni, serta penguatan sistem mentoring dan pembinaan karakter.
Dukungan Madrasah terhadap Siswa Berprestasi
(SM) Fasilitas atau sumber daya apa saja yang disediakan MAN 4 Jakarta untuk mendukung siswa berprestasi seperti Ayla?
MAN 4 juga menyediakan bimbingan intensif oleh guru pembimbing dan tim riset madrasah, termasuk pendampingan ide, penyusunan proposal, dan pelatihan presentasi. Untuk lomba berskala nasional atau internasional, siswa juga didukung secara administratif, teknis, bahkan logistik bila diperlukan.
(SM) Bagaimana MAN 4 Jakarta mengidentifikasi dan mengembangkan potensi siswa untuk mencapai prestasi di tingkat lokal, nasional, atau internasional?’
Identifikasi potensi siswa dimulai dari hasil akademik, keterlibatan dalam diskusi kelas, hingga aktivitas ekstrakurikuler. Guru-guru secara aktif mencermati minat, bakat, dan kekuatan masing-masing siswa, baik dalam bidang sains, bahasa, seni, olahraga, maupun sosial. Setelah potensi teridentifikasi, siswa akan dilibatkan dalam program pembinaan khusus, baik dalam bentuk pelatihan riset, pelatihan olimpiade, pelatihan debat, maupun kegiatan kreativitas lainnya. Madrasah juga menjalin kemitraan dengan lembaga eksternal untuk memperkuat kompetensi siswa, terutama bagi mereka yang akan berlaga di tingkat nasional atau internasional.
(SM) Adakah kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti lembaga pendidikan atau komunitas, untuk mendukung prestasi siswa?
Iya ada, MAN 4 Jakarta bekerja sama dengan beberapa Universitas seperti UI, ITB, UIN dan UB.
(SM) Bagaimana peran komunitas madrasah (guru, orang tua, dan siswa) dalam menciptakan lingkungan yang mendukung prestasi?
Keberhasilan MAN 4 Jakarta dalam mencetak siswa berprestasi tidak lepas dari peran besar komunitas madrasah, yang terdiri dari guru, orang tua, dan siswa itu sendiri. Sinergi ketiganya membentuk lingkungan yang saling mendukung, memotivasi, dan mendorong budaya berprestasi.
Guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator dan inspirator. Di MAN 4 Jakarta, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membina, memotivasi, dan membimbing siswa secara personal. Mereka terlibat langsung dalam mendeteksi potensi siswa, memberikan ruang eksplorasi, serta menjadi pembimbing dalam riset, lomba, dan proyek kreatif.
Orang tua berperan sebagai pendukung utama di luar madrasah. Komunikasi antara guru dan wali murid dibangun secara aktif agar perkembangan siswa bisa dimonitor bersama. Dukungan orang tua tidak hanya dalam bentuk moral, tetapi juga kesiapan untuk mendampingi anak saat mengikuti pelatihan dan lomba-lomba.
Sementara itu, siswa menjadi penggerak utama budaya prestasi itu sendiri. Di MAN 4 Jakarta, siswa didorong untuk saling memotivasi dan membentuk komunitas belajar yang sehat. Banyak siswa yang aktif berbagi pengalaman, membentuk kelompok riset, atau membantu teman lain yang sedang mempersiapkan lomba. Lingkungan seperti ini menciptakan solidaritas sekaligus daya saing yang positif.
Visi dan Harapan ke Depan
(SM) Apa harapan Bapak/Ibu untuk Ayla dan siswa berprestasi lainnya di MAN 4 Jakarta dalam beberapa tahun ke depan?
Kami memiliki harapan besar untuk Ayla dan seluruh siswa berprestasi di MAN 4 Jakarta. Pertama, kami berharap mereka terus mengembangkan potensi dan semangat belajar, tidak hanya berhenti pada satu pencapaian, tapi terus melangkah lebih jauh baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kedua, kami ingin mereka menjadi teladan bagi teman-teman lain, bukan hanya dalam hal kecerdasan, tetapi juga dalam sikap rendah hati, kerja keras, dan kepedulian sosial. Seperti Ayla yang menggunakan ilmunya untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus, kami ingin siswa MAN 4 tumbuh sebagai pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak.
Akhirnya, kami percaya bahwa siswa-siswa seperti Ayla kelak akan menjadi pemimpin masa depan yang visioner, berintegritas, dan berkontribusi positif untuk Indonesia dan dunia. Kami di MAN 4 Jakarta akan terus mendampingi dan mendoakan mereka, agar apa yang telah mereka mulai, bisa tumbuh menjadi jejak kebaikan yang panjang.
(SM) Bagaimana MAN 4 Jakarta merencanakan untuk terus meningkatkan budaya prestasi di masa depan?
MAN 4 Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya prestasi sebagai bagian dari visi besar mencetak generasi yang unggul, berakhlak, dan berkontribusi untuk bangsa. Ke depan, kami merencanakan beberapa langkah strategis untuk memperkuat budaya prestasi di madrasah, baik dari aspek sistem, sumber daya, maupun lingkungan belajar.
Pertama, kami akan memperkuat program identifikasi dan pembinaan talenta siswa sejak dini, sehingga potensi siswa dapat diarahkan dengan lebih terencana dan berkelanjutan. Ini termasuk pelatihan riset, olimpiade, robotic, karya tulis ilmiah, debat, hingga teknologi digital.
Kedua, MAN 4 akan meningkatkan kapasitas guru pembina melalui pelatihan, kolaborasi dengan pakar eksternal, dan akses terhadap sumber belajar terbaru. Guru yang berkembang akan mendorong siswa untuk tumbuh lebih optimal.
Ketiga, kami akan memperluas jejaring kemitraan dengan kampus, lembaga riset, dunia industri, dan institusi internasional. Tujuannya adalah membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk belajar dan berkompetisi di luar madrasah.
(SM) Adakah inovasi atau rencana baru di MAN 4 Jakarta untuk memperluas peluang siswa meraih prestasi, misalnya melalui teknologi atau program khusus?
Pencanangan program “one student, one achievement, one month”, Program Bina Talenta (BITA), Inovasi unggulan bernama 4 World (Four World).
(SM) Bagaimana MAN 4 Jakarta ingin dikenal dalam konteks pendidikan dan prestasi di tingkat nasional dan internasional?
Kami ingin MAN 4 Jakarta dikenal sebagai pusat pendidikan yang melahirkan generasi cerdas, inovatif, dan berakhlak. Madrasah ini harus menjadi simbol bahwa pendidikan berbasis Islam mampu bersaing secara global, menghasilkan siswa-siswa yang mampu meraih prestasi dalam riset ilmiah, teknologi, seni, maupun sosial kemasyarakatan. Dengan komitmen terhadap kualitas, nilai, dan kebermanfaatan, kami percaya MAN 4 Jakarta akan terus tumbuh menjadi madrasah yang disegani, dibanggakan, dan dicintai oleh Masyarakat baik di dalam negeri maupun di kancah dunia.
Pesan dan Inspirasi
(SM) Apa pesan Bapak/Ibu untuk siswa MAN 4 Jakarta yang ingin mengikuti jejak Ayla dalam meraih prestasi?
Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar, namun pastikan mimpi itu disertai usaha yang sungguh-sungguh dan niat yang lurus. Ayla adalah contoh nyata bahwa prestasi bukan hanya soal kecerdasan, tapi juga tentang kepedulian, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba hal baru. Ia memulai dari kepekaan terhadap masalah di sekitarnya, lalu mengubahnya menjadi solusi yang berdampak.
Untuk kalian yang ingin mengikuti jejak Ayla, mulailah dari hal sederhana: jadilah siswa yang aktif, ingin tahu, dan terbuka untuk belajar. Temukan isu yang kalian pedulikan, lalu gunakan ilmu untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Kami di MAN 4 Jakarta siap membimbing, mendukung, dan menyediakan ruang bagi setiap siswa yang ingin tumbuh dan berprestasi. Jangan takut gagal karena dalam proses itulah karakter kalian ditempa.
Yakinlah, bahwa setiap siswa punya potensi besar tinggal bagaimana kalian mau melangkah dan menjadikannya nyata.
(SM) Bagaimana MAN 4 Jakarta memotivasi siswa untuk tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter mulia dan kontribusi positif bagi masyarakat?
Di MAN 4 Jakarta, kami memandang pendidikan bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan semangat pengabdian. Salah satu cara kami memotivasi siswa adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam proses belajar sehari-hari. Siswa diajak memahami bahwa ilmu yang dimiliki harus dibarengi dengan akhlak yang baik dan niat untuk emberi manfaat kepada sesama.
Kultur madrasah yang positif dan suportif juga memainkan peran penting. Guru dan staf tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembina karakter yang dekat dengan siswa dan memberikan teladan langsung dalam bersikap. Dengan pendekatan ini, kami berharap setiap siswa MAN 4 Jakarta tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral, berjiwa sosial, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
(SM) Menurut Bapak/Ibu, apa kunci utama keberhasilan MAN 4 Jakarta dalam mencetak siswa berprestasi seperti Ayla?
Pertama, MAN 4 Jakarta memiliki budaya belajar yang kuat dan terbuka terhadap inovasi. Siswa diberikan ruang untuk bereksplorasi, bukan hanya dalam pelajaran akademik, tetapi juga dalam pengembangan riset, teknologi, dan kepedulian sosial.
Kedua, kami memiliki guru-guru pembimbing yang tidak hanya fokus pada nilai, tetapi juga pada proses belajar dan mental siswa. Ayla, misalnya, selalu didampingi dalam setiap tahapan penelitiannya, mulai dari merancang ide hingga mempresentasikan hasilnya di ajang internasional.
Ketiga, kami tekankan nilai-nilai karakter Islami seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Ayla mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam karyanya, yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga bermanfaat bagi orang lain, terutama kelompok yang termarjinalkan.
Saiful Maarif (Asesor SDM Aparatur Kemenag)
