Tahun 2025 menjadi momen penting bagi dunia teknologi, khususnya di bidang robotika.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Beijing menjadi tuan rumah World Humanoid Robot Games, sebuah kompetisi global yang mempertemukan robot humanoid dari berbagai negara untuk unjuk kemampuan fisik, kecerdasan, dan kecepatan.
Ajang ini digelar mulai 15 hingga 17 Agustus 2025, berlokasi di National Speed Skating Oval atau yang populer dengan sebutan “The Ice Ribbon”.
Venue ini sebelumnya digunakan untuk cabang speed skating Olimpiade Musim Dingin 2022, dan kini bertransformasi menjadi arena kompetisi robot dengan fasilitas canggih, mulai dari stasiun pengisian daya khusus hingga pusat kendali sinyal berteknologi tinggi.
Baca juga: Elon Musk: Robot Humanoid Akan Lebihi Jumlah Manusia di 2040
Dilansir dari gizmochina (14/08/25), World Humanoid Robot Games diadakan berkat kolaborasi antara Pemerintah Kota Beijing, China Media Group, World Robot Cooperation Organization, dan Asia-Pacific RoboCup International Council.
Dalam gelaran perdananya, kompetisi ini menghadirkan 487 pertandingan yang terbagi dalam 26 kategori. Mulai dari lomba lari dan sepak bola robot, hingga simulasi pekerjaan di dunia nyata seperti pelayanan hotel, perawatan pasien, hingga penanganan logistik industri.
Empat Zona Utama Arena Robot
Di dalam stadion “The Ice Ribbon,” penyelenggara membagi area menjadi empat zona kompetisi:
- Lintasan lari robot sepanjang 2,1 meter untuk lomba sprint.
- Lapangan sepak bola robot dengan format 5 lawan 5.
- Ring tinju untuk menguji kekuatan fisik robot.
- Arena simulasi hotel dan rumah sakit untuk skenario pelayanan publik.
Zona ini juga dilengkapi remote control area agar operator manusia bisa mengendalikan robot secara langsung bila dibutuhkan.
Sementara itu, area luar stadion menjadi pusat dukungan teknis, dilengkapi kabinet pengisian daya cepat, sistem kontrol udara, dan jaringan 5G-A untuk komunikasi berlatensi rendah.
Menguji Robot dalam Tantangan Dunia Nyata
Tujuan utama dari ajang ini adalah menguji bagaimana robot humanoid dapat beradaptasi dengan situasi yang relevan di kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh tantangan yang diberikan antara lain:
- Tugas rumah sakit: Mengambil, memilah, dan mengemas obat sesuai resep.
- Tugas hotel: Membersihkan kamar dan membuang sampah dari berbagai sudut ruangan.
- Tugas industri: Menyortir serta memindahkan barang di gudang atau pabrik secara efisien.
Peserta bebas memilih mode autonomous (robot bergerak dengan AI sepenuhnya) atau teleoperation (dikendalikan manusia). Robot autonomous mengandalkan pengenalan visual dan algoritma pengambilan keputusan, sedangkan robot teleoperasi mengutamakan kendali real-time melalui koneksi berkecepatan tinggi.
Peserta dari Dalam dan Luar Negeri
Kompetisi ini diikuti oleh gabungan perusahaan teknologi dan universitas ternama. Dari China, hadir nama-nama besar seperti Yushu Technology, Xinghaitu, Tiangong, dan Fourier.
Baca juga: Cikal Bakal Kurir Masa Depan, Amazon Latih Robot Humanoid untuk Kirim Paket!
Perguruan tinggi top seperti Tsinghua University, Peking University, dan Shanghai Jiao Tong University juga ambil bagian.
Tidak hanya itu, peserta internasional dari Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa negara lain turut berkompetisi.
Beberapa perusahaan bahkan menyediakan robot humanoid andalan mereka, seperti Xinghaitu R1Pro dan R1Lite, yang digunakan oleh berbagai tim.
World Humanoid Robot Games bukan hanya sekadar ajang pamer teknologi, tetapi juga menjadi tolok ukur perkembangan AI dan robot humanoid di dunia.
Kompetisi ini membuktikan bahwa teknologi robot tidak hanya mampu bergerak dan berbicara, tetapi juga dapat menyelesaikan pekerjaan nyata secara efisien.
Ke depan, robot-robot ini berpotensi besar membantu di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, kesehatan, industri, hingga olahraga.
Jika ajang ini sukses, bukan tidak mungkin akan lahir “Olimpiade” khusus robot yang rutin diselenggarakan setiap beberapa tahun sekali.
Dengan 280 tim dari 16 negara dan ratusan kategori lomba, World Humanoid Robot Games di Beijing menandai awal babak baru dalam interaksi manusia dan robot.
Sumber foto: gizmochina
