Powerbank kini sudah menjadi perangkat penting bagi banyak orang. Dengan semakin padatnya aktivitas digital, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan, daya baterai gadget sering kali tidak mampu bertahan seharian.
Kehadiran powerbank pun menjadi solusi praktis agar perangkat tetap menyala kapan pun dan di mana pun.
Meski begitu, di pasaran ada banyak powerbank dengan harga bervariasi, dari yang murah hingga premium.
Produk murah yang tidak memenuhi standar keamanan bisa berbahaya, mulai dari merusak perangkat hingga menimbulkan risiko kebakaran. Karena itu, memilih powerbank yang aman dan berkualitas adalah langkah bijak yang wajib dilakukan.
Baca juga: Charger Sembarangan: Masalah Sepele yang Bisa Berujung Fatal!
Berikut ini adalah tips memilih powerbank yang bisa kamu jadikan panduan:
Beli di Toko Resmi
Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan membeli powerbank di toko resmi, official store, atau distributor terpercaya.
Cara ini bisa mengurangi risiko mendapatkan produk palsu atau barang tanpa garansi. Jangan mudah tergiur dengan harga sangat murah dari toko online yang belum jelas reputasinya.
Perhatikan Sertifikasi Keamanan
Setelah memastikan tempat membeli, cek apakah powerbank memiliki sertifikasi keamanan seperti CE, FCC, atau RoHS.
Untuk pasar Indonesia, label SNI (Standar Nasional Indonesia) juga sangat penting. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa produk telah lolos uji keselamatan dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Pilih Brand Terpercaya
Brand terkenal biasanya lebih transparan soal spesifikasi dan kualitas produk. Nama-nama seperti Anker, Aukey, Xiaomi, hingga Baseus dikenal menghadirkan powerbank dengan standar keamanan tinggi dan garansi resmi. Merek resmi vendor smartphone juga biasanya menjual powerbank yang bisa dipercaya.
Perhatikan Desain dan Material
Selain nama brand, desain dan material powerbank juga perlu diperhatikan. Pilihlah yang terbuat dari bahan kuat, seperti aluminium atau plastik ABS tahan panas.
Hindari casing murahan yang terlihat rapuh. Desain ergonomis, ringkas, dan ringan juga lebih nyaman dibawa bepergian.
Cek Spesifikasi Output dan Input
Spesifikasi teknis tidak kalah penting. Untuk output, pilih powerbank yang mampu mengeluarkan arus minimal 2A agar pengisian lebih cepat. Jika mendukung teknologi Quick Charge (QC) atau Power Delivery (PD), tentu lebih baik.
Dari sisi input, semakin besar arusnya, semakin cepat juga powerbank terisi. Selain itu, jumlah port juga harus disesuaikan dengan kebutuhan.
Baca juga: Ponsel Poco X3 NFC Meledak Saat Dicas: Begini Kronologinya!
Pastikan Ada Fitur Proteksi
Powerbank yang aman biasanya dilengkapi fitur proteksi. Beberapa di antaranya adalah overcharge protection, over-discharge protection, short circuit protection, serta temperature control.
Fitur-fitur ini berfungsi melindungi perangkat dari risiko kerusakan akibat pengisian berlebih, korsleting, atau suhu panas berlebihan.
Bandingkan Harga dengan Bijak
Harga bisa menjadi gambaran kualitas. Powerbank berkapasitas besar yang dijual dengan harga terlalu murah patut dicurigai.
Produk semacam ini sering kali menggunakan baterai bekas atau spesifikasi palsu. Lebih baik membayar sedikit lebih mahal untuk produk yang terjamin keamanan dan kualitasnya.
Pilih Kapasitas Sesuai Kebutuhan
Terakhir, sesuaikan kapasitas dengan kebutuhan Anda. Untuk penggunaan ringan sehari-hari, kapasitas 5.000–10.000 mAh sudah cukup.
Traveler atau pengguna dengan lebih dari satu gadget bisa memilih 10.000–20.000 mAh. Sedangkan pekerja lapangan atau fotografer sebaiknya menggunakan kapasitas di atas 20.000 mAh. Ingat, semakin besar kapasitas, semakin berat juga bobot powerbank.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda bisa menemukan powerbank yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan.
Pada akhirnya, keputusan bijak dalam membeli powerbank akan melindungi tidak hanya gadget Anda, tetapi juga keamanan diri Anda sendiri.
