Irjen Khairunas beri arahan pada ekspos audit kinerja Ditjen Bimas Buddha
Jakarta (Kemenag) — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) menyampaikan apresiasi atas kinerja Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha. Audit kinerja menunjukkan bahwa program dan kegiatan yang dijalankan telah berjalan dengan baik, selaras dengan prinsip efektif, efisien, dan ekonomis (3E).
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag, Khairunas, menegaskan bahwa capaian positif Ditjen Bimas Buddha terlihat dari nilai audit yang baik.
“Hasil audit kinerja skornya tinggi, penyajian data juga tinggi. Semoga tahun depan sudah tidak ada lagi catatan,” ujar Irjen Khairunas saat ekspose audit kinerja di Ditjen Bimas Buddha, Senin (8/9/2025).
Dikatakan Khairunas, dari hasil audit kinerja, nilai kinerja Sekretariat Ditjen Bimas Buddha adalah 82,320 (efektif, efisien, dan ekonomis), sedangkan nilai kinerja pada Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha adalah 81,156 (efektif, efisien, dan ekonomis).
Selain memastikan tata kelola berjalan sesuai prosedur, Irjen Khairunas juga menekankan pentingnya keberlanjutan penguatan kualitas program agar benar-benar memberikan manfaat langsung bagi umat dan masyarakat.
“Layanan keagamaan harus tepat guna dan tepat sasaran. Ketaatan pada regulasi dan aturan akan terus kita tingkatkan,” tegas Khairunas.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Khairunas juga menekankan perlunya menjaga semangat kerja yang disiplin, transparan, dan profesional, sekaligus mengingatkan pentingnya konsistensi dalam penerapan prinsip akuntabilitas publik.
“Harapan ke depan, kinerja positif ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan dengan menekankan pada layanan keagamaan yang tepat guna dan tepat sasaran, disertai ketaatan penuh terhadap regulasi dan aturan,” pungkasnya.
Melalui disiplin, transparansi, dan profesionalisme, Bimas Buddha diharapkan dapat menjadi teladan dalam menghadirkan layanan publik yang akuntabel serta memberikan dampak nyata bagi umat dan masyarakat.
Ekspos ini dihadiri Dirjen Bimas Buddha beserta jajaran, dan Inspektur II, Moh. Ali Irfan beserta tim audit kinerja yang bertugas.

