Rapat Koordinasi dan Evaluasi Nasional Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan
Depok (Kemenag) — Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Nasional Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan di Depok. Acara ini antara lain membahas tentang meningkatkan relevansi lulusan MA Keterampilan dengan industri dan dunia kerja (Iduka).
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, mengatakan, ada empat keterampilan yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan abad 21, yaitu: critical thingking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), communication (komunikasi), dan collaboration (kolaborasi).
Menurut Nyayu Khodijah, keempat keterampilan ini penting diajarkan untuk melatih peserta didik agar lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan dan karir. Keberadaan Program Keterampilan di Madrasah termasuk juga MAKN, kata Nyayu Khodijah, harus mempertimbangkan industri, dunia kerja, dan kebutuhan masyarakat.
“Ketika pendidikan vokasi yang dilakukan tidak mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan Iduka, artinya pendidikan vokasi belum selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” sebut Nyayu Khodijah di Depok, Kamis (21/8/2025).
Guru Besar Psikologi ini juga menyampaikan bahwa keberadaan Pendidikan Vokasi di Madrasah harus diperkuat dengan MoU dengan Kementerian/Lembaga Negara terkait, Balai Diklat, dan Lembaga Sertifikasi. Tujuannya, untuk memperbaiki proses penyelenggaraan dan penempatan lulusannya.
“Dan yang pasti adalah keberadaan Pedoman dan Juknis yang mengaturnya. Menyusun pedoman kerja sama dengan Lembaga/Kementerian lain dengan skema TEFA (Teaching Factory). Dan tak kalah pentingnya adalah peserta didik harus dibekali dengan keterampilan entrepreuner,” paparnya.
“Yang penting juga adalah melakukan evalusia atas MA Plus Ketranpilan yang ada dan dibuat kategori-kategori mana dari segi kelayakan dan pemenuhan persyaratan-persyaratnnya, baik dari aspek sarpras, guru, termasuk managenen dan pengelolaannya,” sambungnya.
Selain melakukan evaluasi, hal penting yang perlu dilakukan adalah melakukan tracer study. Ini perlu bantuan dari Kepala Madrasah, lulusan MA ini akan ke mana saja. Di samping itu, harus ada kerja sama dengan Kanwil untuk menyusun peta kebutuhan setiap daerah.
Rakor ini digelar hasil kerja sama Kelompok Kerja MA Plus Keterampilan dengan Direktorat KSKK Madrasah. Rakor berlangsung tiga hari di Kota Depok, 20 – 22 Desember 2025.
Hadir, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Thobib Al-Asyhar, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi, Abdul Basit, Kasubdit Bina Guru MA/MAK, Suwardi dan Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi, Anis Masykhur.
