Persaingan di pasar kacamata pintar bertenaga AI semakin ketat. Setelah Meta, Google, Samsung, dan bahkan kabar yang menyebut Apple tengah mengembangkan perangkat serupa, kini giliran HTC yang ikut meramaikan tren ini melalui peluncuran Vive Eagle Smart Glasses.
Perangkat ini dibekali berbagai fitur modern, mulai dari asisten suara AI, kamera ultra wide, hingga kemampuan menerjemahkan teks secara real-time.
HTC Vive Eagle hadir dengan desain stylish dan pilihan warna menarik seperti berry red, cokelat, abu-abu, dan hitam. Perangkat ini menggunakan lensa matahari premium dari Zeiss yang memberikan perlindungan optimal sekaligus menjaga kejernihan visual.
Baca juga: Apple Vision Pro Generasi Mendatang Ada Kontrol Sentuh di Bingkai dan Light Seal
Bobotnya hanya 49 gram, setara dengan kacamata pintar Meta Ray-Ban, membuatnya nyaman digunakan dalam waktu lama tanpa terasa membebani.
Desain ringan ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan estetika, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun saat beraktivitas di luar ruangan.
Asisten AI Multifungsi
Salah satu fitur unggulan Vive Eagle adalah asisten suara AI yang terintegrasi langsung ke dalam perangkat. Pengguna dapat memanfaatkan asisten ini untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- Menerjemahkan teks atau tulisan yang terlihat melalui kamera ke dalam 13 bahasa berbeda.
- Mencatat pengingat (record reminders) agar tidak melupakan agenda penting.
- Memberikan rekomendasi restoran atau tempat makan terdekat sesuai preferensi.
- Mencatat ide atau informasi penting secara cepat dengan perintah suara.
Fitur ini jelas memposisikan Vive Eagle sebagai perangkat wearable yang bukan hanya canggih, tetapi juga praktis untuk membantu produktivitas harian.
Kamera 12MP Ultra Wide
HTC melengkapi Vive Eagle dengan kamera ultra wide 12 megapiksel, memungkinkan pengguna mengambil gambar atau merekam momen dengan sudut pandang lebih luas.
Kamera ini bisa digunakan untuk dokumentasi perjalanan, fotografi kasual, maupun kebutuhan konten kreator yang ingin merekam dengan perspektif unik tanpa harus membawa perangkat kamera tambahan.
Baca juga: Infinix HOT 60 Pro+ Rilis 20 Agustus 2025, Ini Spesifikasinya!
Kombinasi kamera berkualitas dan asisten AI juga membuka peluang baru, seperti pengenalan objek secara instan atau penerjemahan teks langsung dari papan petunjuk, menu restoran, maupun dokumen cetak.
Pengalaman Audio Terintegrasi
Tak hanya visual, Vive Eagle juga dilengkapi speaker bawaan yang dirancang agar suara tetap terdengar jelas tanpa mengganggu orang di sekitar.
Sistem audio ini memungkinkan pengguna menerima panggilan telepon, mendengarkan musik, atau mendengar hasil terjemahan AI secara langsung tanpa memerlukan earphone tambahan.
Dengan integrasi audio yang seamless, pengguna bisa mendapatkan pengalaman hands-free yang lebih natural.
Harga dan Ketersediaan
HTC membanderol Vive Eagle dengan harga sekitar USD 520 atau setara Rp 8,5 juta (kurs Agustus 2025). Saat ini, kacamata pintar ini hanya tersedia untuk pasar Taiwan, dan belum ada informasi resmi mengenai peluncuran globalnya, termasuk di Amerika Utara atau Eropa.
Jika benar dirilis secara internasional, Vive Eagle berpotensi menjadi pesaing serius bagi kacamata pintar Meta Ray-Ban dan Oakley, yang selama ini mendominasi segmen tersebut.
Keunggulan Vive Eagle terletak pada keseimbangan antara desain ringan, kualitas lensa, kamera beresolusi tinggi, serta fitur AI yang relevan untuk aktivitas sehari-hari.
Jika HTC mampu memperluas distribusi global dan menawarkan integrasi aplikasi yang lebih luas, bukan tidak mungkin perangkat ini bisa bersaing ketat di pasar internasional.
Sumber foto: HTC VIVE
