Google Maps, layanan navigasi andalan jutaan pengguna di seluruh dunia, baru saja mengalami gangguan besar yang membuat versi selulernya tidak dapat memuat peta secara penuh maupun memberikan petunjuk arah.
Gangguan ini memicu lebih dari 4.000 laporan ke Downdetector, menandakan skala masalah yang cukup luas dan berdampak pada pengguna Android maupun iOS di berbagai wilayah2.
Berdasarkan informasi yang dikutip Mashable Indonesia dari Engadget, Jumat (12/9/2025), masalah mulai terdeteksi sekitar pukul 15.34 ET, saat Dasbor Status Google mencatat adanya gangguan pada Maps SDK dan Navigation SDK.
Di tengah puncak gangguan, aplikasi Google Maps versi mobile tidak hanya gagal menampilkan peta dan daftar lokasi, tetapi juga mengeluarkan pesan error yang menyatakan “Tidak dapat menjangkau server.”
Meski begitu, versi web dari Google Maps tetap berfungsi normal, menjadi satu-satunya jalur navigasi yang masih bisa diandalkan oleh pengguna yang terdampak.
Sekitar dua jam setelah gangguan pertama terdeteksi, Google memperbarui statusnya dan menyebut bahwa tim teknisi sedang melakukan mitigasi. Pada pukul 17.22 ET, muncul indikasi awal bahwa sistem mulai pulih secara bertahap.
Namun, Google belum memberikan estimasi waktu pasti kapan layanan akan sepenuhnya normal kembali. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa pemulihan masih berlangsung dan belum ada rincian teknis yang dibagikan ke publik.
Hingga saat ini, Google belum menjelaskan secara detail apa yang menjadi penyebab utama gangguan tersebut. Dalam deskripsi masalah di Dasbor Status, perusahaan hanya menyebutkan bahwa investigasi masih berjalan.
Media teknologi seperti Engadget telah menghubungi Google untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, namun belum ada tanggapan resmi yang dipublikasikan.
Insiden ini mengingatkan publik pada gangguan besar sebelumnya yang terjadi pada bulan Juni, di mana layanan Google Cloud mengalami kendala serius. Dampaknya kala itu meluas ke berbagai platform populer seperti Spotify dan Snapchat, menunjukkan betapa krusialnya infrastruktur digital yang dimiliki Google dalam mendukung ekosistem teknologi global.
Dengan semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan navigasi digital, gangguan seperti ini menjadi pengingat penting bahwa bahkan raksasa teknologi pun tidak kebal terhadap kendala teknis.
Meski pemulihan sedang berlangsung, pengguna disarankan untuk sementara menggunakan alternatif navigasi lain atau mengakses Google Maps melalui versi web hingga layanan mobile kembali stabil sepenuhnya.
Sebagai informasi, Google Maps merupakan layanan pemetaan digital berbasis web yang dikembangkan oleh Google, dirancang untuk membantu pengguna menjelajahi dunia secara virtual dan menemukan rute terbaik ke berbagai lokasi.
Diluncurkan pertama kali pada tahun 2005, Google Maps kini telah menjadi salah satu aplikasi navigasi paling populer di dunia, tersedia di perangkat desktop maupun mobile.
Fungsinya tidak hanya terbatas pada penunjuk arah. Google Maps menawarkan citra satelit, tampilan jalan (Street View), informasi lalu lintas real-time, estimasi waktu tempuh, hingga rekomendasi tempat makan, hotel, dan bisnis lokal.
Bahkan, dengan integrasi teknologi AI dan data crowdsourced, aplikasi ini mampu menyarankan rute tercepat, menghindari kemacetan, dan memberikan update kondisi jalan secara dinamis.
