John Herdman ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia oleh PSSI dengan gaji hingga 40.000 dolar AS atau sekitar Rp670 juta per bulan.
Menurut Toronto Times, mantan pelatih kepala Toronto FC dan tim nasional Kanada akan resmi memulai pekerjaannya pada tahun 2026. Kontrak tersebut berlaku selama dua tahun, dengan opsi perpanjangan selama 24 bulan lagi (hingga 2030).
Pelatih berusia 50 tahun itu pernah masuk dalam daftar kandidat manajer tim nasional Jamaika setelah kepergian Steve McClaren, tetapi Indonesia pada akhirnya terbukti menjadi pilihan yang lebih menarik bagi Herdman.
Gaji hingga 40.000 dolar AS per bulan, setara dengan hampir setengah juta dolar AS per tahun, juga merupakan alasan utama mengapa mantan pelatih kepala tim nasional putra dan putri Kanada menerima pekerjaan di Asia Tenggara.
Selain level senior, Herdman juga bertanggung jawab atas Timnas Indonesia U-23, dengan tujuan menciptakan hubungan yang lebih erat antara pengembangan pemain muda dan tim senior, serupa dengan peran yang sebelumnya dipegang oleh Shin Tae-yong.
Namun, gaji Pelatih Herdman sebesar $40.000 per bulan dua kali lipat dari gaji yang saat ini diterima Shin Tae-yong di Indonesia (sekitar $65.000/bulan).
Namun, ini masih tergolong pendapatan normal jika dibandingkan dengan gaji pelatih asing yang pernah bekerja di Vietnam. Misalnya, dalam tiga tahun terakhirnya di Vietnam, Pelatih Park Hang Seo menerima hingga 50.000 USD per bulan.
Reputasi Herdman dibangun di Kanada, di mana ia menjadi pelatih pertama yang memimpin tim nasional putra dan putri ke Piala Dunia. Dari tahun 2011 hingga 2018, ia memimpin tim putri Kanada meraih medali perunggu Olimpiade pada tahun 2012 dan 2016, serta mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2015. Kemudian ia memimpin tim putra Kanada ke Piala Dunia pertama mereka dalam 36 tahun di Qatar 2022.
John Herdman dan 3 Tujuan Strategis Bersama Timnas Indonesia untuk Tahun 2026
John Herdman mengambil alih posisi kepala pelatih Timnas Indonesia dengan tiga tujuan penting: menaklukkan Piala AFF 2026, bersinar di FIFA Series, dan mempersiapkan diri untuk AFC Nations League.
Timnas Indonesia berada di ambang perubahan bersejarah. Dengan kedatangan pelatih John Herdman – ahli strategi yang memimpin Kanada ke final Piala Dunia 2022 – para penggemar di kepulauan ini berharap akan transformasi total. Herdman memiliki rekam jejak yang mengesankan dan filosofi sepak bola modern, elemen penting untuk mengangkat tim dengan potensi sebesar Garuda. Jika resmi ditunjuk, ia akan langsung menghadapi jalan yang menantang dengan tiga tujuan strategis yang digariskan untuk tahun 2026 mendatang.
Prioritas utama John Herdman dalam rencananya adalah mengoptimalkan kamp pelatihan internasional FIFA Matchday. Ia akan mengambil alih tim pada awal tahun 2026, ketika Indonesia bersiap menjadi tuan rumah FIFA Series pada bulan Maret.
Ini akan menjadi kesempatan untuk meninjau skuad dan menilai kemampuan pemain naturalisasi dan domestik. Sepanjang tahun pertama, tim nasional berpotensi memainkan hingga sepuluh pertandingan persahabatan resmi. Hasil yang baik akan membantu Indonesia meningkatkan peringkatnya, menstabilkan personel dan gaya bermainnya. Tujuan ini berfungsi sebagai langkah pertama dalam memperkuat semangat kompetitif sebelum memasuki kompetisi yang lebih besar.
Piala AFF 2026 merupakan ujian psikologis yang berat bagi sang pelatih asal Inggris. Di Asia Tenggara, Indonesia masih dikenal sebagai “raja tempat kedua,” setelah enam kali kalah di final. Turnamen regional pada Juli 2026 adalah saat John Herdman perlu membuktikan kemampuannya untuk mengubah takdirnya. Mematahkan kutukan dan memenangkan kejuaraan adalah persyaratan wajib dari Federasi Sepak Bola Indonesia. Kemenangan melawan rival lama seperti Thailand atau Vietnam akan membantu John Herdman memenangkan kepercayaan para penggemar dan menegaskan kekuatan absolut tim di kawasan ini.
Tujuan utama dalam peta jalan ini adalah untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri menghadapi AFC Nations League. Ini adalah turnamen baru yang diperkenalkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia untuk memprofesionalkan jadwal kompetisi.
Partisipasi dalam turnamen ini mengharuskan Indonesia untuk mempertahankan performa tinggi dan stabilitas jangka panjang, daripada hanya fokus pada kompetisi jangka pendek. Oleh karena itu, Herdman perlu membangun sistem pelatihan dan seleksi pemain yang mendalam untuk bersaing dalam jadwal yang menuntut ini.
Perjalanan John Herdman di Indonesia tak diragukan lagi merupakan petualangan yang mengasyikkan, namun penuh tekanan. Kombinasi pengalamannya sebagai manajer tingkat atas dan ambisi negara sepak bola yang sedang berkembang menjanjikan kesuksesan yang gemilang. Tahun 2026 akan menandai awal babak baru yang penuh harapan, di mana tujuan-tujuan utama akan menjadi tolok ukur kemampuan manajer asal Inggris ini untuk mengubah sejarah sepak bola Indonesia.
