Apple secara resmi menghadirkan kembali fitur Blood Oxygen ke Apple Watch Series 9, Series 10, dan Apple Watch Ultra 2 di Amerika Serikat.
Namun, fitur ini hadir dengan desain ulang yang dirancang khusus untuk mematuhi aturan larangan impor dari International Trade Commission (ITC) yang berlaku sejak Januari 2024.
Dalam versi terbaru ini, Apple Watch masih akan mengukur kadar oksigen dalam darah menggunakan sensornya. Namun, proses penghitungan data tidak lagi dilakukan di jam tangan pintar, melainkan dialihkan ke iPhone yang terhubung.
Hasil pengukuran tidak dapat langsung dilihat di layar Apple Watch, tetapi tersedia di aplikasi Health pada iPhone, tepatnya di bagian Respiratory.
Baca juga: Deretan Bocoran Google Pixel 10 Series, Desain Baru Hingga Qi2 Charging
Apple menjelaskan, perubahan mekanisme ini telah mendapatkan persetujuan dari U.S. Customs, sehingga perangkat Apple Watch dengan fitur Blood Oxygen yang didesain ulang bisa kembali diimpor dan dijual di AS.
Model dan Ketersediaan
Pembaruan ini berlaku untuk Apple Watch Series 9, Series 10, dan Ultra 2 yang dijual setelah 17 Januari 2024, yaitu setelah larangan impor ITC mulai berlaku penuh.
Model yang dirilis sebelum tanggal tersebut, serta semua Apple Watch yang dijual di luar Amerika Serikat, tetap mempertahankan fitur Blood Oxygen versi asli.
Apple menyarankan pengguna untuk memeriksa nomor seri perangkat mereka, jika diakhiri dengan kode LW/A, maka perangkat termasuk kategori yang terdampak dan akan menerima versi fitur baru ini.
Untuk mengaktifkannya, pengguna harus memperbarui:
- Apple Watch ke watchOS 11.6.1
- iPhone yang dipasangkan ke iOS 18.6.1
Langkah ini tidak terlepas dari sengketa hukum panjang antara Apple dan Masimo, sebuah perusahaan teknologi medis yang terkenal dengan perangkat pulse oximeter.
Pada 2020, Masimo menuduh Apple melanggar beberapa paten serta mencuri rahasia dagang mereka. Setahun kemudian, Masimo mengajukan gugatan ke ITC, yang berujung pada larangan impor Apple Watch dengan fitur Blood Oxygen pada Desember 2023.
Apple sendiri telah mengajukan banding setebal 916 halaman terhadap keputusan tersebut. Perusahaan juga menggugat balik Masimo, menuduh bahwa smartwatch buatan Masimo adalah tiruan dari Apple Watch. Sengketa hukum ini masih berjalan, sementara paten-paten Masimo yang relevan baru akan berakhir pada 2028.
Bagi pengguna di AS, desain baru ini memastikan mereka tetap bisa memantau saturasi oksigen darah meski dengan metode berbeda.
Meskipun tidak sepraktis versi awal karena hasil tidak langsung terlihat di pergelangan tangan, fungsi inti pemantauan tetap tersedia.
Perubahan ini juga memberi sinyal bahwa Apple mampu beradaptasi dengan cepat terhadap hambatan hukum dan regulasi, sambil tetap menawarkan layanan kesehatan yang dianggap penting oleh banyak pengguna.
Baca juga: realme 15 Pro Game of Thrones Edition Siap Rilis di Malaysia, Indonesia kapan?
Fitur Kesehatan Lain di Apple Watch
Selain Blood Oxygen, Apple Watch Series 9, Series 10, dan Ultra 2 tetap dilengkapi fitur-fitur kesehatan dan keselamatan seperti:
- Irregular Rhythm Notifications untuk mendeteksi detak jantung tidak teratur.
- ECG App untuk pemeriksaan elektrokardiogram.
- Sleep Apnea Notifications untuk potensi gangguan tidur.
- Fall Detection yang otomatis menghubungi layanan darurat saat terjatuh.
- Sleep Tracking untuk memantau pola tidur.
- Wrist Temperature Sensing untuk deteksi perubahan suhu tubuh.
- Vitals App, Noise App, Medications App, hingga Mindfulness App untuk menunjang kesehatan fisik dan mental.
Pembaruan Blood Oxygen versi baru ini menjadi contoh bagaimana Apple mengatasi tantangan hukum tanpa mengorbankan layanan penting bagi pengguna.
Walau akses data kini sedikit berbeda, inti dari fitur yaitu pemantauan kesehatan pernapasan tetap terjaga.
