Pekan ketiga babak Knockout Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2025 Fall mode Battle Royale (BR) menjadi panggung gemilang bagi dua tim asal Thailand: Pharaoh dan Team Falcons. Dalam pertandingan yang berlangsung pada 30–31 Agustus 2025, keduanya tampil superior dan sukses mengamankan tiket menuju Grand Finals.
Sementara itu, empat tim asal Indonesia RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, EVOS Divine, dan ONIC masih harus berjuang keras di Week 4 untuk merebut dua tiket tersisa menuju babak puncak.
Meski dominasi Thailand terasa kuat, semangat tim Indonesia justru semakin menyala. Rayyandra Eka, yang dikenal sebagai EVOS REYY, menyampaikan optimisme tinggi mewakili EVOS Divine. Ia menegaskan bahwa hasil Week 3 bukan akhir dari segalanya, melainkan pemicu semangat baru untuk tampil lebih tajam dan taktis di pekan berikutnya.
“Momentum ini harusnya jadi bahan bakar. Kami siap tampil lebih baik dan memberikan yang terbaik untuk lolos,” ujarnya.
Pada hari pertama pertandingan mode BR, tim Pharaoh yang sebelumnya dikenal sebagai Core Memory Esports berhasil memimpin klasemen dengan total 108 poin, hasil dari 46 poin placement dan 62 poin eliminasi. Mereka unggul atas Team Falcons yang mengumpulkan 90 poin, sekaligus menjadi tim pertama yang mengamankan tiket Grand Finals.
Di hari yang sama, RRQ Kazu tampil sebagai wakil terbaik dari Indonesia dengan menempati posisi keempat dan mengoleksi 87 poin.
Hari kedua menjadi milik Team Falcons. Meski poin akhir mereka sama dengan All Gamers Global, yakni 95 poin, keunggulan jumlah Booyah membuat Falcons berhak atas tiket Grand Finals.
RRQ Kazu kembali menunjukkan performa solid dengan 94 poin, namun selisih satu angka membuat mereka harus menunda kepastian lolos hingga Week 4. Ketegangan pun meningkat, karena hanya dua tiket tersisa yang akan diperebutkan oleh tim-tim terbaik Asia Tenggara.
Memasuki Week 4 yang akan digelar pada 6–7 September 2025, RRQ Kazu, EVOS Divine, dan Bigetron by Vitality akan kembali bertarung demi tiket Grand Finals. ONIC, yang finis di peringkat ke-15 pada fase Knockout pertama, baru akan tampil di hari kedua pekan ini. Meski sempat tertinggal, ONIC tak kehilangan arah.
Pelatih mereka, Ahmad Masturoh (COACH AFM), menyatakan bahwa tim telah melakukan evaluasi mendalam dan siap memberikan kejutan.
“Kami percaya diri. Strategi sudah disiapkan, dan kami yakin bisa mencuri tiket Grand Finals lebih awal,” tegasnya.
Di luar mode Battle Royale, FFWS SEA 2025 Fall juga menghadirkan kompetisi Clash Squad (CS) yang tak kalah seru. Mode 4 vs. 4 ini resmi dimulai pada 28–29 Agustus 2025 dan mempertemukan 16 tim terbaik dari fase Knockout. Seluruh tim asal Indonesia berhasil lolos ke babak ini dan bersaing memperebutkan total hadiah sebesar US$100.000.
Pada pekan perdana mode CS, EVOS Divine tampil dominan dengan menumbangkan Bigetron by Vitality lewat skor telak 2-0. Sementara itu, Kagendra mengejutkan publik dengan mengalahkan RRQ Kazu 2-1. ONIC, sang juara bertahan mode BR FFWS SEA 2025 Spring, harus mengakui keunggulan Team Falcons setelah kalah 0-2.
Format Swiss Stage yang diterapkan membuat persaingan semakin dinamis. Di upper bracket, EVOS Divine akan menghadapi All Gamers Global dari Thailand, dan Kagendra akan berhadapan dengan WAG dari Vietnam. Di sisi lain, RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality akan saling berhadapan di lower bracket, sementara ONIC akan menantang Todak dari Malaysia.
Dengan atmosfer kompetisi yang semakin panas dan strategi yang terus diasah, tim-tim Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengukir prestasi di FFWS SEA 2025 Fall. Week 4 akan menjadi panggung penentuan, dan publik esports Tanah Air tentu menantikan momen kebangkitan yang bisa mengubah peta persaingan regional.
