Penampilan gemilang Fermin Lopez melawan Slavia Prague telah membuatnya dikagumi oleh para ahli, yang membandingkannya dengan Frank Lampard baru dalam seragam Barcelona.
Kemenangan dramatis Barcelona 4-2 atas Slavia Prague di Liga Champions menandai penampilan spektakuler dari Fermin Lopez. Di Fortuna Arena, penampilan brilian Lopez memicu perdebatan sengit tentang potensi sebenarnya dari gelandang muda tersebut, menempatkannya sebagai salah satu bintang paling berpengaruh di sepak bola Spanyol saat ini.
Dengan Lamine Yamal diskors dan cuaca dingin di Eropa Timur yang melumpuhkan kaki banyak rekan setimnya, Fermin Lopez muncul sebagai penyelamat. Dua golnya pada menit ke-34 dan ke-42, termasuk penyelesaian tajam dan tembakan jarak jauh yang luar biasa, membangkitkan semangat raksasa Catalan setelah mereka tertinggal lebih dulu.
Namun, kontribusi pemain berusia 22 tahun itu tidak berakhir hanya pada 90 menit pertandingan tandang.
Dalam program El Futbolin di Radio MARCA, para ahli tak ragu memuji pemain ini. Sebuah perbandingan menarik pun dibuat: Apakah Fermin Lopez menjadi versi Barcelona dari Frank Lampard? Meskipun rekan setimnya, Dani Olmo, mungkin dianggap lebih indah secara estetika dalam hal kontrol bola, Fermin memiliki senjata istimewa yang jarang dimiliki gelandang lain: insting membunuh.
Kesamaan dengan legenda sepak bola Inggris terletak pada kemampuannya untuk “mencium” peluang mencetak gol dan memilih posisi yang tepat untuk menembus area penalti pada saat yang paling krusial. Para ahli percaya bahwa, terlepas dari posisinya di lini tengah, Fermin akan menciptakan gol setiap kali ia bermain. Ini adalah kualitas yang menentukan para bintang besar, menyederhanakan situasi kebuntuan dengan efisiensi maksimal.
Statistik adalah bukti terkuat untuk pernyataan: “Tidak ada gelandang di Spanyol yang dalam performa lebih baik daripada Fermin saat ini.”
Hingga Januari, pemain kelahiran 2003 ini telah mencetak 10 gol dan 10 assist di semua kompetisi. Dia hanya berjarak satu gol dari rekor pencetak gol terbaiknya sendiri dari musim lalu di bawah asuhan Xavi Hernandez. Kemajuan luar biasa ini membuat jurnalis David Sanchez berseru: ” Barcelona saat ini adalah Fermin dan 10 pemain lainnya.”
Pelatih Barcelona, Hansi Flick juga tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya memiliki pemain berbakat ini. Pakar strategi asal Jerman itu mengakui merasa beruntung Fermin memilih untuk tetap tinggal dan berjuang demi warna tim.
Menurut Flick, murid kesayangannya itu “mencerminkan semangat tim” dan memiliki DNA Barcelona yang paling murni.
Kemampuan Fermin Lopez yang serba bisa, mulai dari mencetak gol dan memberikan assist hingga kehadirannya yang konstan di area penalti lawan, menjadi fondasi yang kokoh bagi Barcelona untuk mengincar posisi 8 besar di fase grup Liga Champions 2025/2026.
