Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman baru-baru ini melakukan perjalanan ke Jerman dan Belanda untuk secara pribadi menilai performa Kevin Diks dan Dean James, sebagai persiapan untuk pemusatan latihan skuad Garuda yang akan datang.
John Herdman secara resmi memulai tur Eropanya untuk secara pribadi menilai performa para pemain kunci. Melalui akun media sosial pribadinya, ahli strategi asal Inggris ini membagikan foto-foto pertama dari “tur inspeksi” -nya di seluruh benua, dimulai dengan kunjungan ke para bintang yang bermain di Jerman dan Belanda.
Di Jerman, Herdman hadir untuk menyaksikan sesi latihan Kevin Diks bersama Borussia Monchengladbach. Bek tersebut aktif mempersiapkan diri untuk pertandingan Bundesliga mendatang melawan Bayer Leverkusen. Kevin Diks telah menjadi pemain kunci di lini pertahanan Monchengladbach musim ini, meskipun absen dalam dua pertandingan terakhir karena cedera kepala.
Tak lama kemudian, kapten tim nasional Indonesia itu melakukan perjalanan ke Belanda untuk menilai performa Dean James . Ia secara pribadi menghadiri pertandingan antara Go Ahead Eagles dan FC Volendam. Dean James masuk dalam susunan pemain inti dan bermain dengan tekun, membantu timnya mengamankan hasil imbang 1-1. Hingga saat ini di musim 2025/26, bek kunci tersebut telah mencatatkan total 28 penampilan untuk Go Ahead Eagles, termasuk di kompetisi domestik dan Eropa.
Tur John Herdman diperkirakan akan berlanjut dengan jadwal padat pertemuan dengan pemain-pemain kelahiran Indonesia lainnya. Daftar target potensial termasuk Jay Idzes dan Emil Audero di Italia, Justin Hubner di Belanda, Ragnar Oratmangoen di Belgia, dan Ole Romeny di Inggris. Langkah ini menunjukkan persiapan matang staf pelatih Indonesia untuk membangun skuad optimal guna mencapai tujuan mereka di masa mendatang.
=========================================================================================================================
Cristiano Ronaldo Memberontak, Menolak Bermain untuk Al Nassr
Striker asal Portugal, Cristiano Ronaldo telah mengambil langkah-langkah untuk memprotes manajemen Al Nassr.
Menurut Marca, Cristiano Ronaldo tidak akan bermain dalam pertandingan melawan Al Riyadh pukul 22.15 malam ini (2 Februari). Di halaman pribadinya, CR7 hanya mengunggah foto dirinya dengan wajah berseri dan gestur jempol ke atas, membuat para penggemar penasaran.
“Ketidakhadiran Ronaldo tidak terkait dengan masalah kesehatan apa pun, maupun beban kerja atau manajemen kebugaran,” ungkap jurnalis Fabrizio Romano lebih lanjut.
Alasan di balik keputusan ini adalah karena sang superstar kelahiran 1985 tidak senang dengan cara manajemen Al Nassr beroperasi. Selama jendela transfer pertengahan musim , tim ibu kota itu tidak merekrut pemain baru, meskipun mereka perlu memperkuat lini pertahanan untuk bersaing memperebutkan gelar juara dengan Al Hilal.
Menurut Gulf Times, manajemen Al Nassr mencapai kesepakatan untuk merekrut seorang kiper top dari Eropa selama jendela transfer Januari untuk mengatasi kebutuhan penjaga gawang tim. Namun, pada menit terakhir, CEO dan staf Al Nassr terkejut mendapati wewenang mereka dibekukan. Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) tidak menyetujui pencairan dana kepada Al Nassr.
Absennya Ronaldo membuat Al Nassr mengalami pukulan besar. Musim ini, pemain veteran yang akan berusia 41 tahun itu telah tampil sebagai starter dalam 18 pertandingan dan mencetak 17 gol.
Selama pertandingan melawan Al Kholood, para penggemar memperhatikan ekspresi tidak senang Ronaldo meskipun timnya menang 3-0 dan memperkecil selisih poin dengan Al Hilal menjadi hanya 3 poin.
Apakah Al Nassr Sudah Kehabisan Uang untuk Membeli Pemain?
Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) membatasi investasi di Al Nassr selama jendela transfer Januari 2026.
Menurut Gulf Times , manajemen Al Nassr mencapai kesepakatan untuk merekrut seorang kiper top dari Eropa selama jendela transfer Januari untuk mengatasi kebutuhan penjaga gawang tim. Namun, pada menit terakhir, CEO dan staf Al Nassr terkejut mendapati wewenang mereka dibekukan. Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) tidak menyetujui pencairan dana kepada Al Nassr.
Ini merupakan pukulan besar bagi rencana klub untuk memperkuat skuad menjelang akhir musim. Itulah juga mengapa tim Ronaldo hampir sepenuhnya bungkam selama jendela transfer musim dingin baru-baru ini.
PIF dilaporkan menginginkan Al Nassr untuk fokus menyelesaikan utang yang belum terbayar dari beberapa tahun terakhir, yang berasal dari pengeluaran besar klub di bursa transfer. Hal ini mencerminkan kesulitan internal dan masalah manajemen keuangan di Al Nassr, sebuah klub yang membayar gaji besar kepada superstar Cristiano Ronaldo .
Pembekuan investasi keuangan untuk akuisisi pemain baru, serta pembatasan wewenang CEO dan manajer asing di Al Nassr, telah berdampak signifikan pada operasional klub.
Tahun lalu, Jose Semedo, teman lama Cristiano Ronaldo, diangkat sebagai CEO di Al Nassr. Bersama beberapa manajer lain dari Portugal, Al Nassr berharap dapat menciptakan titik balik dalam strategi manajemennya. Namun, saat ini semuanya tidak berjalan mulus.
