Pada usia 18 tahun dan 215 hari, penyerang Chelsea, Estevao Willian mengikuti jejak Kylian Mbappe dan Erling Haaland dalam sejarah Liga Champions.
Chelsea menghancurkan Barcelona 3-0 di matchday kelima Liga Champions 2025/2026, Rabu 26 November 2025 dini hari WIB.
Estevao menjadi sorotan dengan tembakan penentu dari sudut sempit pada menit ke-55, yang menggetarkan gawang sang juara bertahan Liga Spanyol, sehingga skor menjadi 2-0.
Dengan gol ini, Estevao menjadi remaja ketiga yang mencetak gol dalam ketiga penampilan pertama di turnamen paling bergengsi di Eropa, setelah Kylian Mbappe (18 tahun 113 hari) dan Erling Haaland (19 tahun 107 hari).
Bakat muda Brasil ini juga menjadi pemain pertama “The Blues” yang mencetak gol dalam tiga pertandingan Liga Champions berturut-turut sejak Willian melakukannya pada November 2015.
Butuh satu dekade sebelum Chelsea punya pemain yang bisa melakukannya lagi. Dan kali ini, pemain muda berbakat yang bahkan belum berusia 19 tahun (ulang tahunnya yang ke-19 April mendatang).
Gol melawan Barca merupakan sebuah mahakarya ketika Estevao menggunakan kecepatan dan teknik pribadinya untuk mengeliminasi pemain bertahan lawan sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, merobek gawang lawan.
Mantan legenda Chelsea, Pat Nevin, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya di TV: “Mulai percaya pada sensasinya! Estevao Willian punya bakat istimewa. Cara dia melewati bek pertama, membuat lawan terpaku seperti patung dengan kecepatan dan tekniknya yang luar biasa. Sudut tembakan setelah itu sangat sulit, tapi dia langsung melesatkan bola dengan sempurna ke gawang. Dia akan menjadi pemain yang luar biasa, hanya masalah waktu.”
Dari Palmeiras ke Stamford Bridge hanya dalam beberapa bulan di musim panas 2025, Estevao membuktikan bahwa ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya sepenuhnya beralasan. Sang anak emas Brasil ini menaklukkan Liga Champions dengan kaki-kaki ajaibnya.
Laga Chelsea vs Barcelona Sempat Timbulkan Kontroversi
Kontroversi meletus di Stamford Bridge ketika Chelsea membuka skor dalam kemenangan 3-0 atas Barcelona.
Di Stamford Bridge, Chelsea sebenarnya berhasil memasukkan bola ke gawang Barca tiga kali di babak pertama. Dua upaya pertama Enzo Fernandez digagalkan oleh VAR. Baru pada menit ke-27 tim tuan rumah mendapatkan sedikit kegembiraan, meskipun dengan cara yang tak terduga. Kemudian, permainan Jules Kounde yang kurang sempurna secara tak sengaja berubah menjadi gol bunuh diri, membawa Chelsea unggul 1-0.
Namun, kontroversi langsung muncul. Banyak sudut kamera awal yang membuat penonton menduga Marc Cucurella berada dalam posisi offside sebelum gol. Namun, sudut lain yang disediakan oleh Prime Video mengonfirmasi bahwa bek kiri Spanyol itu sebenarnya berdiri di atas Pau Cubarsi dari Barca.
Namun, foto baru tersebut tidak meredakan kontroversi. Di media sosial, para penggemar terus bertanya: “Foto ini terlihat seperti rekayasa, sudut aslinya tidak seperti ini”, “Mengapa ini tidak offside?”, “Chelsea mencuri gol pertama, bagaimana ini tidak offside?”, “Chelsea mencetak gol offside hari ini. Seharusnya skor 0-0”.
Drama tidak berhenti di situ. Tepat sebelum babak pertama berakhir, Barcelona harus bermain dengan 10 pemain setelah Ronald Araujo menerima kartu kuning kedua karena melanggar Cucurella. Tekanan semakin meningkat pada tim La Liga tersebut dan pasukan Hansi Flick kalah 0-3.
