Pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert mengakhiri masa singkatnya memimpin Timnas Indonesia pada, Kamis 16 Oktober 2025.
Kluivert ditunjuk oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada awal 2025 dengan tujuan membawa tim nasional ke Piala Dunia 2026. Namun, karena performa yang kurang memuaskan dan kegagalan di babak kualifikasi, kontrak kedua belah pihak diputus lebih awal.
Dengan keputusan ini, Kluivert menjadi pelatih dengan masa jabatan terpendek di timnas Indonesia, sejak FIFA mencabut larangan sepak bola Indonesia pada tahun 2016. Meskipun menandatangani kontrak berdurasi dua tahun (dari 2025 hingga 2027), Kluivert hanya memiliki waktu 9 bulan untuk menangani Timnas Indonesia.
Sebelum Kluivert, pelatih Shin Tae-yong memimpin tim Indonesia dari Januari 2020 hingga Januari 2025. Pak Shin juga merupakan pelatih dengan masa jabatan terlama dalam 10 tahun terakhir.
Sebelumnya, pelatih Luis Milla sempat 22 bulan menangani timnas Indonesia, yakni sejak Januari 2017 hingga Oktober 2018. Simon McMenemy, sosok yang tak asing lagi di dunia sepak bola Indonesia, juga sempat menangani timnas Indonesia dari Januari hingga November 2019.
Meskipun keputusan pemecatan Kluivert mendapat dukungan luas dari para penggemar, banyak pihak masih mempertanyakan siapa yang akan menggantikan mantan pemain Belanda tersebut untuk memimpin tim di periode mendatang. Dalam pengumuman tersebut, PSSI tidak mengumumkan identitas pelatih sementara, sehingga membuat publik semakin penasaran.
Suporter Rayakan Pemecatan Kluivert
Banyak penggemar Indonesia yang mengungkapkan kegembiraannya setelah berita pemecatan pelatih Patrick Kluivert diumumkan.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak lebih awal dengan pelatih Patrick Kluivert dan asistennya yang berkebangsaan Belanda.
Selain itu, pelatih U-23 Gerald Vanenburg dan pelatih U-20 Frank van Kempen juga diberhentikan, membuka jalan bagi revolusi menyeluruh di semua level tim nasional Indonesia.
Postingan Instagram PSSI menarik banyak penggemar sepak bola Indonesia untuk berinteraksi. Seorang penggemar dengan antusias berkomentar: “Kabar baik ini tidak ada bedanya dengan Indonesia memenangkan tiket ke Piala Dunia.” Sementara itu, yang lain dengan sinis berkata: “Datang kerja, pulang, terima kompensasi, terlalu mudah untuk Kluivert.”
Penggemar lain berkata: “Kami membuat kesalahan besar dengan memecat Shin Tae-yong dan menunjuk Kluivert. Dia tidak mengerti sepak bola regional.” Akun lain menulis: “Kami yang rugi dalam pertaruhan berisiko ini.”
Meskipun keputusan pemecatan Kluivert mendapat dukungan luas dari para penggemar, banyak pihak masih mempertanyakan siapa yang akan menggantikan mantan pemain Belanda tersebut untuk memimpin tim di periode mendatang. Dalam pengumuman tersebut, PSSI tidak mengumumkan identitas pelatih sementara, sehingga membuat publik semakin penasaran.
Kluivert adalah mantan legenda sepak bola Belanda dan Barcelona, tetapi karier kepelatihannya di Indonesia belum terlalu berkesan setelah 10 bulan menjabat. Setelah 8 pertandingan di bawah asuhan Kluivert, “Garuda” menang 3 kali, seri 1 kali, dan kalah 4 kali.
