Setelah delapan tahun bekerja sebagai direktur akademi, Per Mertesacker akan meninggalkan Arsenal untuk mencari peluang baru dalam kariernya.
Dalam pernyataan resmi, Mertesacker menekankan bahwa Arsenal selalu menjadi klub spesial baginya, dan keputusan untuk pergi bukanlah keputusan yang mudah. “Arsenal selalu dan akan selalu menjadi klub yang sangat spesial bagi saya, jadi ini adalah keputusan yang sulit,” Mertesacker mengumumkan di halaman pribadinya.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan klub kepadanya selama transisi langsungnya dari pemain tim utama menjadi manajer akademi. Kini, Mertesacker percaya sudah saatnya ia melangkah maju, mengeksplorasi hal-hal baru, dan menantang dirinya sendiri lebih jauh.
The Times menganggap ini sebagai kehilangan besar bagi Arsenal, karena Mertesacker telah menjadi direktur akademi Hale End Arsenal selama bertahun-tahun. Mantan bintang Jerman ini dikenal karena secara signifikan meningkatkan program pengembangan pemain muda di Stadion Emirates.
Selain itu, Mertesacker juga sangat dihargai karena pemikiran inovatifnya, yang telah menciptakan “revolusi” di akademi Arsenal.
Setelah berpisah dengan mantan bek tengah Jerman itu, Arsenal harus mencari personel baru untuk memimpin akademi Hale End, salah satu tempat yang telah menghasilkan banyak talenta muda yang menjanjikan di sepak bola Inggris dalam beberapa waktu terakhir.
Arsenal Rekrut Spesialis Lemparan ke Dalam Pemegang Rekor Dunia
Sementara itu, Arsenal telah menambahkan Thomas Gronnemark, mantan pelatih lemparan ke dalam di Liverpool, ke staf kepelatihan mereka untuk sisa musim ini.
Gronnemark pernah mencetak rekor dunia dengan lemparan ke dalam sejauh 51,33 meter dan membantu Andy Robertson meningkatkan jarak lemparannya dari 19 meter menjadi 27 meter di Liverpool. Kesuksesan yang diraih Jurgen Klopp di Liverpool antara tahun 2018 dan 2023 tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan asistennya, Gronnemark.
Arsenal, yang sudah kuat dalam situasi bola mati, memutuskan untuk mendatangkan spesialis top lainnya di area ini, yang menunjukkan ambisi manajer Mikel Arteta. Sejak awal musim, Arsenal telah mencetak 14 gol dari bola mati, terbanyak di Inggris.
Gronnemark sebelumnya adalah anggota tim nasional seluncur es Denmark, tetapi ia juga pernah memegang rekor dunia untuk lemparan ke dalam terjauh (51,33 m). Itulah mengapa Klopp mengundangnya untuk menjadi asistennya. Sejak Gronnemark bergabung dengan Liverpool sebagai asisten, “The Kop” telah secara signifikan meningkatkan kemampuan lemparan ke dalam mereka.
Saat bekerja di Jerman, Gronnemark juga mengungkapkan bahwa ia membantu bek Borussia Mönchengladbach, Andreas Poulsen, mengembangkan kemampuan untuk melakukan lemparan ke dalam dari jarak sejauh 14 meter. Menurut pelatih asal Denmark itu, sebagian besar pemain profesional tidak memiliki lemparan ke dalam yang cerdas. Namun dalam sepak bola modern, lemparan ke dalam menjadi semakin penting.
