DJI mengumumkan berakhirnya perjalanan panjang lini drone ikoniknya, Phantom.
Dengan langkah ini, DJI menandai berakhirnya salah satu produk paling dikenali yang turut mengukuhkan posisi perusahaan asal China tersebut sebagai pemimpin di industri drone global.
Phantom, yang pertama kali muncul pada 2013, kini menginjak masa pensiun, meninggalkan kenangan sebagai pionir yang banyak diimitasi, namun tidak lagi relevan dengan kebutuhan pasar drone modern.
Sejarah Perjalanan Phantom
Pada 2013, DJI meluncurkan Phantom pertama yang kemudian menjadi game-changer di dunia drone. Sebelumnya, drone-drone yang ada lebih terbatas dan sering kali rumit dalam hal penggunaan.
Baca juga: Ini Fitur Unggulan DJI Flip, Drone Canggih dan Portabel untuk Semua Pengguna
Phantom mempermudah semua itu dengan desain siap terbang dan stabilitas penerbangan yang luar biasa. Dengan harga yang relatif terjangkau, Phantom pertama kali membuat teknologi drone bisa diakses oleh konsumen umum dan profesional, terutama para videografer.
Desainnya yang unik dengan kaki yang bisa dilipat menjadikannya mudah dikenali dan menjadi simbol global dari produk drone.
Tidak jarang kita melihat bentuk Phantom ini tertera pada berbagai tanda larangan penerbangan drone di ruang publik. Dalam beberapa tahun, DJI berhasil menguasai pasar drone konsumen, memicu banyak perusahaan lain untuk membuat produk serupa, bahkan tiruan.
Namun, meski sukses besar, DJI kini mengambil keputusan untuk pensiun dari lini Phantom. Pada 1 Juni 2025, layanan purna jual untuk dua model terakhir Phantom, Phantom 4 Pro dan Phantom 4 Advanced akan dihentikan.
Keputusan ini seolah menjadi tanda bahwa Phantom telah menyelesaikan misinya dalam mengubah industri drone.
Mengapa Phantom Dihentikan?
Salah satu alasan utama keputusan ini adalah perubahan besar dalam desain drone yang semakin mengarah pada kemudahan penggunaan dan portabilitas.
Di tahun-tahun terakhir, DJI berfokus pada inovasi desain drone yang lebih kompak dan ringan, seperti yang terlihat pada produk-produk terbaru mereka: Mavic, Mini, dan Air.
Baca juga: Canggih! DJI Dock 3 Bisa Diluncurkan dari Kendaraan Bergerak
Drone-drone tersebut hadir dengan desain yang lebih efisien, mudah dilipat, dan memiliki kapasitas penerbangan yang sangat baik meskipun ukurannya lebih kecil.
Dengan model-model baru yang lebih fungsional dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini, DJI memutuskan bahwa Phantom tidak lagi menjadi lini produk yang relevan.
Desain besar dan tidak portabel yang ditawarkan Phantom dirasa sudah tidak cocok lagi dengan kebutuhan pasar modern yang lebih mementingkan mobilitas.
Selain itu, drone dengan teknologi lebih canggih dan kamera lebih kuat kini menjadi pilihan utama bagi para pembuat konten dan profesional di dunia video udara.
Dengan adanya Mavic Pro dan Mini 5 yang lebih kecil namun powerful, DJI tampaknya tidak lagi membutuhkan Phantom sebagai bagian dari portofolio mereka.
Masa Depan DJI: Mavic 4 Pro dan Mini 5
DJI tampaknya siap untuk melangkah lebih jauh dengan model-model drone baru yang lebih terjangkau dan lebih canggih. Berdasarkan bocoran yang beredar, DJI sedang mempersiapkan peluncuran Mavic 4 Pro dan Mini 5 yang kemungkinan akan segera hadir.
Kedua model ini diprediksi akan membawa peningkatan signifikan, seperti kualitas kamera yang lebih baik dan fitur stabilisasi penerbangan yang lebih unggul.
Mavic 4 Pro dikabarkan akan menawarkan pengalaman penerbangan lebih lancar dan stabil, sementara Mini 5 akan menjadi pilihan baru bagi pengguna pemula yang mencari drone dengan harga lebih terjangkau namun tetap canggih.
Selain itu, kedua model ini akan lebih ringkas dan portabel, sesuai dengan tren pasar yang menginginkan drone yang mudah dibawa kemanapun.
Akhir dari Phantom, Awal dari Era Baru Drone DJI
Berakhirnya produksi dan layanan purna jual untuk Phantom bukan berarti berakhirnya dominasi DJI di pasar drone. Sebaliknya, langkah ini menunjukkan bagaimana DJI siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.
Dalam beberapa tahun terakhir, DJI berhasil mengukir kesuksesan dengan produk-produk drone yang lebih modern, efisien, dan mudah digunakan. Mavic, Mini, dan Air kini menjadi pilihan utama bagi para pengguna yang mencari performa tinggi dengan desain yang lebih ringan dan portabel.
Sebagai pengganti Phantom, DJI terus mengembangkan produk-produk inovatif yang mampu memenuhi kebutuhan para pembuat konten dan profesional. Keputusan untuk meninggalkan Phantom bukanlah akhir dari perjalanan DJI, melainkan langkah menuju era baru yang lebih canggih dan terjangkau.
Dengan peluncuran Mavic 4 Pro dan Mini 5 yang sudah di depan mata, DJI akan terus mendominasi pasar drone dengan produk-produk yang semakin memenuhi ekspektasi penggunanya. Meskipun Phantom akan selalu dikenang sebagai pionir, kini waktunya untuk membuka lembaran baru di dunia drone.
