Cristiano Ronaldo adalah seorang miliarder sepak bola, tetapi kekayaannya masih kalah jauh dibandingkan dengan Faiq Bolkiah, yang kekayaannya 15 kali lebih besar daripada superstar Portugal tersebut.
Ronaldo adalah salah satu atlet dengan penghasilan tertinggi dalam sejarah olahraga. Namun, bahkan setelah bergabung dengan “klub miliarder,” superstar Portugal ini masih jauh dari meraih gelar pesepakbola terkaya di dunia.
Kontrak baru Ronaldo dengan Al Nassr akan memberinya penghasilan sekitar £492 juta selama dua tahun, menyusul kesepakatan sebelumnya senilai £173 juta per musim yang ditandatangani pada tahun 2023. Menurut Bloomberg , total kekayaan bersih Ronaldo telah meningkat menjadi $1,4 miliar (sekitar £1,045 miliar). Di usia 40 tahun, CR7 bahkan memiliki ambisi untuk memiliki beberapa klub sepak bola di masa depan.
Namun, angka tersebut tampak kecil jika dibandingkan dengan Faiq Bolkiah, mantan pemain Chelsea. Bolkiah saat ini bermain untuk Ratchaburi di Liga Thailand dan diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar £16 miliar, 15 kali lipat dari Ronaldo.
Meskipun bukan nama yang dikenal luas, kondisi keuangan Faiq di dunia sepak bola jauh melampaui mereka yang dianggap sebagai bangsawan. Kekayaannya melampaui Cristiano Ronaldo, David Beckham, dan Lionel Messi, dengan pemain Ratchaburi FC ini menjadi pewaris kekayaan.
Pemain berusia 27 tahun ini adalah keponakan Sultan Brunei dan salah satu pewaris keluarga dengan kekayaan bersih yang diperkirakan sekitar 200 miliar poundsterling.
Lahir di Los Angeles tetapi dibesarkan di Inggris, Bolkiah meniti karier melalui akademi junior Southampton , Chelsea, dan Leicester City. Meskipun ia tidak pernah melakukan debut tim utama di Premier League, ia pernah menjadi rekan satu tim Ruben Loftus-Cheek dan Tammy Abraham di Chelsea.
Pada tahun 2020, Bolkiah pindah ke Portugal untuk bermain di Maritimo tetapi gagal memberikan dampak signifikan sebelum pindah ke Thailand. Selama waktunya bersama Chonburi, ia bermain dalam 32 pertandingan, mencetak 2 gol dan memberikan 4 assist, sebelum bergabung dengan Ratchaburi.
Mantan rekan setimnya, Ruben Sammut, mengungkapkan kepada The Athletic bahwa Bolkiah selalu hidup sederhana, tidak pernah memamerkan garis keturunannya yang bangsawan.
“Kami biasa bercanda tentang dia yang berstatus bangsawan, tetapi semua orang mengerti bahwa Bolkiah bermain sepak bola semata-mata karena cintanya pada olahraga tersebut,” kata Sammut.
Meskipun termasuk salah satu orang terkaya di dunia, bagi Faiq Bolkiah, sepak bola tidak pernah hanya sekadar hobi.
Sebagai putra Pangeran Jefri Bolkiah dan keponakan Sultan Brunei, Faiq yang juga mantan pemain timnas Brunei itu tidak perlu mengejar karier di sepak bola karena alasan keuangan. Namun, ia menunjukkan tekad yang kuat sejak usia muda untuk mencapai puncak kariernya.
Musim ini di Thai League 2025/2026, Faiq Bolkiah baru mengecap satu pertandingan hingga pekan ke-15. Dia belum mencetak gol maupun asis pada musim ini.
