Event sepak bola putra SEA Games 2025, yang diselenggarakan di Thailand Desember mendatang, sedang menjalani fase “perombakan” wajib.
Dua faktor penting, termasuk keputusan mendadak Kamboja untuk mengundurkan diri dan kondisi cuaca buruk di Songkhla, memaksa penyelenggara mengubah hampir seluruh struktur turnamen.
Kamboja Mundur – Babak Penyisihan Grup Dibatalkan, Singapura Mengambil Tempatnya
Kamboja mengumumkan akan mundur dari delapan cabang olahraga , termasuk sepak bola putra dan putri, dengan alasan masalah keamanan di tengah hubungan yang tegang antara Phnom Penh dan Bangkok. Pengunduran diri ini membuat Grup A – yang awalnya terdiri dari Thailand, Timor Leste, dan Kamboja – hanya terdiri dari dua tim, sehingga memaksa penyelenggara untuk melakukan perombakan.
Singapura, yang awalnya berada di Grup C, dipindahkan ke Grup A untuk menyeimbangkan jumlah tim. Dengan penyesuaian baru ini, turnamen akan diikuti 9 tim yang dibagi menjadi 3 grup, masing-masing berisi 3 tim:
Grup A: Thailand – Timor Leste – Singapura
Grup B: Vietnam – Malaysia – Laos
Grup C: Indonesia – Myanmar – Filipina
Juara bertahan Timnas Indonesia jelas diuntungkan oleh perubahan ini. Dengan format lama, mereka harus memainkan tiga pertandingan penyisihan grup – sebuah kerugian mengingat jadwal yang padat. Format ini kini telah dihapus, sehingga semua grup dapat memainkan jumlah pertandingan yang sama.
Songkhla Kebanjiran – Banyak Cabor Dipindahkan ke Bangkok
Cuaca buruk di Songkhla membuat pemerintah daerah kesulitan memastikan kondisi penyelenggaraan kompetisi. Sekitar 10 cabang olahraga, termasuk sepak bola putra, harus dipindahkan ke ibu kota. Grup A dan B akan memainkan dua pertandingan sehari di Stadion Rajamangala. Grup C akan digelar di Chiang Mai.
Pertandingan pembuka diundur menjadi 3 Desember, 24 jam lebih awal dari rencana semula, sebelum menghadapi Malaysia pada 11 Desember. Semifinal dan final masih dijadwalkan pada 15 dan 18 Desember.
Timnas Indonesia Paling “Santai”, tapi Turnamen Menjanjikan Keseimbangan Tinggi
Indonesia – juara sebelumnya – dianggap sebagai tim yang paling diuntungkan. Hanya memainkan dua pertandingan penyisihan grup membantu mereka menghemat energi, faktor yang sangat penting ketika harus memainkan pertandingan dengan frekuensi tinggi di akhir turnamen.
Secara keseluruhan, serangkaian perubahan ini menunjukkan upaya negara tuan rumah untuk menjaga keadilan dan keamanan SEA Games 2025 di tengah situasi yang penuh gejolak. Tim-tim kuat seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia harus beradaptasi dengan cepat, tetapi tekad mereka untuk bersaing memperebutkan medali emas tetap tidak berubah.
Jelang SEA Games 2025, Timnas Indonesia U-23 Dapat Kabar Gembira
Menjelang SEA Games 2025 di Thailand, Timnas Indonesia U-23 baru saja menerima kabar gembira mengenai skuadnya.
Manajer tim nasional Indonesia, Sumardji, mengonfirmasi bahwa dua bintang yang bermain di Eropa, Ivar Jenner (FC Utrecht) dan Marselino Ferdinan (bermain untuk Trenčín dengan status pinjaman dari Oxford United) telah disetujui oleh klub mereka untuk bergabung dengan tim Indonesia U23.
“Jadi memang komunikasi kami dengan klubnya Marselino, insyaallah menemui titik yang sangat positif,” kata Sumardji, seperti dilansir dari Antara.
Ini dianggap sebagai “senjata berat” yang sangat dinantikan oleh pelatih Indra Sjafri. Marselino memang telah menjadi pilar tak tergantikan timnas Indonesia selama dua tahun terakhir, tetapi gelandang Jenner juga menunjukkan perkembangan yang luar biasa di liga Belanda.
Kehadiran duo ini membantu U23 Indonesia hampir memiliki susunan pemain sekuat mungkin, terutama di lini tengah dan area serangan, di mana mereka terbukti lebih rendah dibanding U23 Vietnam dan U23 Thailand dalam beberapa turnamen terakhir.
Dengan target mempertahankan medali emas SEA Games (yang diraih pada tahun 2023 di Kamboja), para penggemar Indonesia menantikan “generasi emas” dengan dua bintang berkualitas tinggi lainnya. Jenner dan Ferdinand diperkirakan akan dapat mengikuti perjalanan latihan singkat di Bali sebelum seluruh tim berangkat ke Thailand.
Dalam sepak bola putra di SEA Games ke-33, Timnas Indonesia berada di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura.
