Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan kerja adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa dielakkan sama sekali. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dinamika lingkungan kerja, Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan penting dalam keberhasilan organisasi. Adaptasi terhadap teknologi baru dan lingkungan kerja yang berubah adalah keharusan agar SDM dapat tetap relevan dan eksis.
SDM dituntut mampu beradaptasi memiliki kemampuan untuk mempelajari teknologi baru, meningkatkan kompetensi, serta menyesuaikan diri dengan budaya organisasi yang baru. Dengan demikian, SDM tidak hanya berperan sebagai pelaku. Adaptasi sangat penting agar efisiensi kerja dapat ditingkatkan secara simultan. Selain itu juga dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan lingkungan kerja yang bagus.
Menteri Agama sangat serius membawa gerbong Kementarian Agama lebih berdampak dan maslahat bagi bangsa dan negara. Keseriusannya tidak perlu diragukan dan bahkan sudah teruji, apalagi dengan dukungan moral dari publik yang sangat massif. Kepercayaan dan kepuasan publik terhadap kinerja Menteri Agama menjadi modal yang sangat bagus untuk membangun Kementerian Agama saat ini. Hadirnya ASN Kemenag yang berdampak tidak mungkin datang tiba-tiba, tapi perlu diwujudkan dengan kerja keras seluruh elemen yang di Kementerian Agama, termasuk Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Perlu merancang langkah-langkah sistematis yang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pegawai agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien.
Menghadirkan SDM yang sedemikian hebat tidaklah mudah, tanpa keseriusan berpikir untuk mendesain strategi perencanaan pengembangan. Salah satu strategi untuk meningkatkan SDM adalah dengan pelatihan dan pengembangan berkelanjutan. Peran Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan seluruh lembaga pendidikan dan pelatihan yang ada sangat strategis dan penting untuk mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalitas pegawai.
Pendidikan dan pelatihan merupakan alat utama untuk meningkatkan kualitas individu agar mampu berkontribusi optimal terhadap organisasi dan pembangunan nasional. Pendidikan memberikan landasan teoritis dan pengetahuan dasar yang kuat dan luas, sedangkan pelatihan lebih fokus pada peningkatan keterampilan praktis dan teknis yang dibutuhkan dalam pekerjaan di tempat tugasnya. Pendidikan dan pelatihan membangun SDM yang kompeten, bekerja lebih efisien, produktif, dan berkualitas tinggi. Pelatihan membuat SDM lebih siap menghadapi perubahan teknologi, sistem kerja, dan tantangan baru. Pendidikan memfasilitasi kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif. Maka dengan pendidikan dan pelatihan dapat menciptakan SDM yang terdidik dan terlatih memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengikuti perkembangan zaman.
Pelatihan konvensional sedang mengalami tantangan besar di era digital yang serba cepat. Namun, itu bukan berarti pelatihan konvensional akan hilang, melainkan bertransformasi agar tetap relevan dan efektif. Pelatihan konvensional (tatap muka) tidak akan sepenuhnya tergantikan oleh pelatihan digital, tetapi akan diintegrasikan dengan teknologi. Ini menghasilkan model pelatihan blended learning, yaitu kombinasi pelatihan luring dan daring, untuk memberikan fleksibilitas sekaligus kedalaman. Pelatihan yang hanya mengandalkan pola dalam jaringan, meskipun dianggap sangat efisien dan efektif dalam mengatur waktu, tetapi pada sisi ketercapaian pengalaman belajar dan peningkatan skill masih belum bisa menandingi pelatihan dengan cara tatap muka. Pelatihan konvensional dengan berbagai teknik seperti simulasi nyata (experiential learning), studi kasus langsung, diskusi kelompok Role play dan Coaching langsung sulit digantikan oleh platform daring dan tetap menjadi kekuatan utama pelatihan tatap muka. Pelatihan konvensional dapat dilakukan personalisasi dan kustomisasi agar lebih personal, kontekstual dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan organisasi.
Dengan adanya perubahan prilaku belajar masyakarat, harus ada alternatif pelatihan lain yang lebih efisien dalam pembiayaan dan fleksibel dalam pelaksanaan. Untuk memberikan pelayanan kepada stakeholder di wilayah kerja, Balai Diklat Keagamaan Denpasar melakukan terobosan pelayanan pengembangan kompetensi SDM agar terus berdampak serta mampu menjawab tatangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Knowladge Management System
Knowladge manajemen system atau system pengelolaan pengetahuan dapat diinisiasi sebagai salah satu peluang untuk memfasilitasi kebutuhan pelatihan yang jumlahnya tiap tahun selalu meningkat. Sistem Manajemen Pengetahuan adalah sistem (umumnya berbasis teknologi informasi) yang digunakan untuk melakukan pengelolaan atas pengetahuan pada tiap tahapan, baik saat perolehan, penyimpanan, pengambilan kembali, pemanfaatan maupun penyempurnaannya.
Manajemen Pengetahuan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Denpasar (MPBDK) ini adalah sistem pembelajaran terintegrasi untuk mendukung program strategi Kementerian Agama, yakni tranformasi pendidikan, digitalisasi, kerukunan antar umat beragama dan reformasi birokrasi melalui program pembelajaran selflearning, learning from others dan learning from experience, yang disusun berdasarkan pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan. Sehingga dokumentasi pengetahuan dari pegawai Balai Diklat Keagamaan Denpasar dapat menjadi ekosistem pengetahuan dan sarana berbagi (Knowledge Sharing).
Sistem Coaching Clinic
Pengembangan kompetensi dengan pola Coaching dan Mentoring adalah dua pendekatan yang efektif dalam pengembangan kompetensi, baik di lingkungan kerja maupun pendidikan. Seorang coach dapat mendampingi coachee secara profesional dan terstruktur untuk membantu mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu, tidak selalu harus atasan langsung atau seniornya. Coaching bersifat non-direktif (coach tidak memberi solusi, tapi membantu coachee menemukan sendiri). Kemampuan mengeksplorasi diri coachee sangat penting sehingga mampu mendorong kesadaran, tanggung jawab, dan melakukan tindakan tertentu. Dalam pelaksanaannya, seorang coach berupaya meningkatkan performa kerja coachee. Potensi individu yang ada dieksplore sebanyak-banyaknya dan menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi.
Berbeda coaching, mentoring dilakukan oleh orang yang lebih berpengalaman (mentor) kepada seseorang yang kurang berpengalaman (mentee), dengan tujuan jangka panjang, meliputi pengembangan karier, nilai, dan kapasitas pribadi. Mentor tidak hanya membimbing, tapi memberikan saran, dan juga harus menginspirasi untuk melakukan sesuatu. Mentoring ini lebih fokus pada perkembangan holistik (karier, pribadi, moral) tetapi peran mentor lebih dominan meskipun dalam prakteknya terjadi dua arah. Coaching dan mentoring saat ini menjadi bagian penting dari manajemen talenta berbasis meritokrasi. Proses ini dapat meningkatkan loyalitas pegawai, karena merasa didampingi dan dihargai oleh senior atau sejawat. Cara ini juga dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda untuk siap mengambil peran strategis di masa depan.
Knowladge Sharing
Pengetahuan saat ini tidak lagi menjadi kekayaan individu, tetapi dapat dimanfaatkan secara kolektif untuk meningkatkan kinerja, inovasi dan keberlanjutan. Berbagi pengetahuan merupakan bagian penting dari Knowledge Management dan dilakukan bisa dalam bentuk formal maupun non formal.
Kita membutuhkan pertukaran pengetahuan, ide, pengalaman, dan keterampilan antar individu, tim, atau organisasi dengan tujuan untuk menciptakan pengetahuan baru, meningkatkan kolaborasi, dan mendorong pembelajaran berkelanjutan. Sehingga potensi pengetahuan yang dimiliki individu dalam suatu organisasi akan lebih maksimal. Hal ini juga bisa membangun interaksi sosial antar individu untuk berbagi dan menghasilkan pengetahuan baru. Berbagi pengetahuan merupakan budaya yang mendukung pembelajaran, di mana karyawan merasa nyaman dan terdorong untuk berbagi tanpa rasa takut dikritik.
Komitmen untuk terus memberikan pelayanan pelatihan berbasis online terus kita upayakan disamping pelatihan secara konvesional yang harus terus berevolusi menjadi lebih baik, efisien dan sesuai kebutuhan Masyarakat.
Suyatno (Kepala Balai Diklat Keagamaan Denpasar)
