Industri klaim kesehatan di Indonesia tengah memasuki babak baru yang lebih cerdas dan transparan, berkat kehadiran teknologi kecerdasan buatan. Salah satu momentum penting yang menandai transformasi ini adalah FOKKAI Claim Convention 2025, yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Dengan mengusung tema “Stronger Together: Integrating Medical Advancement, Technology, and Integrity in Claims Management”, acara ini menjadi titik temu strategis bagi lebih dari 150 peserta dari berbagai sektor—mulai dari perusahaan asuransi, Third Party Administrator (TPA), rumah sakit, penyedia farmasi, hingga regulator.
Sembuh AI, startup teknologi yang fokus pada solusi klaim kesehatan berbasis AI, tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam konvensi bergengsi ini. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol inovasi, tetapi juga penegasan bahwa masa depan manajemen klaim akan ditentukan oleh kolaborasi antara manusia dan mesin.
Dalam sesi panel bertajuk “Embracing Technology on Claims Management”, CEO & Co-Founder Sembuh AI, Claudio Perlini, memaparkan bagaimana teknologi AI dapat menjadi mitra strategis bagi para verifikator klaim dalam menghadapi kompleksitas dokumen medis.
Menurut Claudio, AI bukanlah ancaman bagi tenaga profesional, melainkan alat bantu yang memperkuat kapasitas mereka.
“Dengan kemampuan membaca dan menyusun dokumen klaim secara instan, AI memberikan kejelasan dan konteks yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat,” jelasnya.
Menambah bobot diskusi, Raja Murali selaku CEO Medilink Indonesia turut hadir mendampingi Claudio. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara TPA dan penyedia teknologi dalam mencegah fraud, waste, dan abuse yang kerap membebani sistem asuransi.
“Medilink, yang telah mengintegrasikan teknologi Sembuh AI dalam proses analisis tagihan rumah sakit, berhasil menghasilkan data granular yang membantu perusahaan asuransi dalam menilai klaim secara lebih objektif dan hemat biaya,” katanya.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga soal nilai tambah bagi seluruh ekosistem layanan kesehatan.
FOKKAI sendiri, sebagai Forum Komunikasi Klaim Asuransi Indonesia, telah berkiprah sejak 2015 dalam meningkatkan profesionalisme para analis dan verifikator klaim. Di usia satu dekade, organisasi ini semakin menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah yang menjunjung tinggi integritas dan kompetensi.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Umum FOKKAI, dr. Hendro Sulistio, menekankan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam membangun industri asuransi yang sehat dan berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menciptakan proses klaim yang lebih cepat, akurat, dan transparan.
Partisipasi aktif Sembuh AI dalam konvensi ini bukan hanya menunjukkan dedikasi mereka terhadap inovasi, tetapi juga memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem klaim yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Dengan teknologi AI yang mampu menjembatani kepentingan penyedia layanan kesehatan dan perusahaan asuransi, semakin banyak pasien dapat menikmati akses terhadap layanan yang berkualitas dan terjangkau.
FOKKAI Claim Convention 2025 bukan sekadar ajang diskusi, melainkan panggung nyata bagi transformasi industri klaim kesehatan. Di tengah tantangan dan peluang yang terus bergulir, kolaborasi lintas sektor yang didorong oleh teknologi menjadi kunci untuk menciptakan sistem yang lebih adil, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sembuh AI dan Medilink telah membuktikan bahwa ketika inovasi bertemu integritas, masa depan klaim kesehatan bisa lebih cerah dan berdampak luas.
