Sebagai pengguna setia iPhone, rasa penasaran terhadap inovasi ponsel lipat yang sudah lebih dulu meramaikan pasar Android memang tak bisa dibendung. Ketika Samsung, Oppo, dan Huawei berlomba menghadirkan smartphone lipat dengan desain futuristik, pengguna Apple hanya bisa menunggu dengan harapan tinggi.
Kini, penantian itu mulai menemukan titik terang. Apple dikabarkan akan merilis iPhone lipat pertamanya pada tahun 2026, sebagai bagian dari strategi desain ulang besar-besaran selama tiga tahun ke depan.
Dikutip dari Engadget, Rabu (27/8/2025), meski peluncuran iPhone 2025 tinggal menghitung minggu, sorotan justru mulai bergeser ke tahun berikutnya. iPhone lipat yang diberi nama kode V68 ini disebut-sebut akan mengusung desain bergaya buku, mirip dengan Galaxy Z Fold milik Samsung. Namun, Apple tidak sekadar mengikuti tren.
Perusahaan asal Cupertino ini dikenal dengan pendekatan yang hati-hati dan fokus pada penyempurnaan teknologi. Salah satu kejutan yang cukup menarik adalah kembalinya fitur Touch ID, menggantikan Face ID yang selama ini menjadi standar keamanan biometrik di lini iPhone flagship.
Kembalinya Touch ID bukan tanpa alasan. Apple tampaknya ingin menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih fleksibel, terutama pada perangkat lipat yang memiliki tantangan desain tersendiri.
Sensor sidik jari kemungkinan akan ditanamkan pada tombol daya, mirip dengan pendekatan yang digunakan pada beberapa model iPad. Ini mengingatkan kita pada strategi Apple saat menghidupkan kembali MagSafe di iPhone 12, sebuah fitur lama yang diadaptasi ulang untuk kebutuhan masa kini.
Dari sisi layar, Apple awalnya mempertimbangkan teknologi on-cell, namun akhirnya memilih layar in-cell yang lebih ramping dan cocok untuk perangkat lipat. Teknologi in-cell memungkinkan sensor sentuh ditanam langsung ke dalam layar, sehingga mengurangi ketebalan dan mengatasi masalah lipatan yang sering muncul pada ponsel foldable.
Dengan empat kamera yang tersebar di bagian depan, dalam, dan belakang, iPhone lipat ini diprediksi akan menjadi perangkat paling kompleks yang pernah dirancang Apple. Pilihan warna yang ditawarkan pun cukup elegan: putih, hitam, biru muda, dan emas muda.
Meski peluncurannya masih setahun lagi, Apple tidak membiarkan tahun 2025 berlalu tanpa gebrakan. Dalam acara peluncuran mendatang, Apple diperkirakan akan memperkenalkan iPhone Air, sebuah perangkat ultra-tipis yang menjadi pengganti iPhone 16 Plus.
Sementara iPhone Air akan hadir dengan desain lebih ringan dan ramping, hanya memiliki satu kamera belakang, serta menggunakan chip A19 standar. Meski ada beberapa kompromi fitur, model ini tetap menarik bagi pengguna yang menginginkan iPhone dengan desain minimalis dan performa cukup untuk kebutuhan harian.
Langkah Apple dalam merancang iPhone Air dan iPhone lipat secara berurutan menunjukkan arah baru dalam evolusi desain iPhone. Dari perangkat ringan dan tipis hingga ponsel lipat berteknologi tinggi, Apple tampaknya ingin menjangkau berbagai segmen pengguna dengan pendekatan yang lebih personal dan fungsional.
Jika rumor ini benar, maka tahun 2026 akan menjadi momen bersejarah bagi Apple menandai debutnya di dunia smartphone lipat dan membuka babak baru dalam persaingan inovasi mobile global.
Bagi para penggemar Apple yang sudah lama menantikan gebrakan baru, ini bukan sekadar rumor. Ini adalah sinyal bahwa Apple siap melangkah lebih jauh, dengan desain yang berani, fitur yang diperbarui, dan pengalaman pengguna yang semakin intuitif.
Jadi, meski kita masih harus bersabar hingga 2026, satu hal sudah pasti: masa depan iPhone akan terlihat jauh lebih fleksibel, harfiah dan maknanya.
