Grab resmi mengumumkan lima startup terpilih dalam program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8, yang mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations.”
Dari 180 pendaftar, lima startup yang lolos kurasi ketat adalah CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak yang masing-masing membawa solusi inovatif di bidang kendaraan listrik, manajemen karbon, upcycling limbah, dan pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Selama enam bulan ke depan, para finalis akan mengikuti program intensif yang mencakup mentorship bersama praktisi industri, integrasi ke dalam ekosistem digital Grab, pelaksanaan pilot project, serta peluang pitching ke investor dan mitra strategis.
Program ini dirancang untuk mempercepat pertumbuhan startup yang telah memperoleh pendanaan awal, sekaligus mendorong adopsi praktik bisnis berkelanjutan di sektor ekonomi sirkular dan energi terbarukan.
GVV Batch 8 juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng Superbank dan Genesis Alternative Ventures sebagai mitra utama. Superbank, bank digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, dan Kakao Bank, membuka akses ke ekosistem perbankan digital yang telah dipercaya oleh jutaan nasabah.
Sementara Genesis, sebagai perusahaan pinjaman ventura pertama di Asia Tenggara, menyediakan solusi pembiayaan fleksibel untuk mendukung pertumbuhan startup lokal yang berpotensi.
Di tengah penurunan investasi startup digital sebesar 66% pada 2023 akibat ketidakpastian global, GVV hadir sebagai katalis yang memperkuat ekosistem startup Indonesia.
Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, menegaskan bahwa GVV menjadi bukti komitmen Grab dalam mendukung startup lokal yang adaptif dan berkelanjutan, terutama di masa pasca tech winter.
“Melalui GVV, Grab berkomitmen untuk memperkuat ekosistem startup lokal yang adaptif, berkelanjutan, dan siap scale-up,” ujar Neneng.
Program ini dibuka dengan sesi inspiratif bersama para pemimpin industri, termasuk Monika Rudijono dari Endeavor Indonesia, Vikra Ijas dari Kitabisa.com, dan Ahmed Aljunied dari Pinhome.
Alumni GVV Batch 7, Saivya Chauhan dari Blitz Electric, juga turut berbagi pengalaman dalam sesi diskusi dan networking yang dirancang untuk menggali tantangan serta peluang kolaborasi antar startup.
Sejak diluncurkan pada 2018, Grab Ventures Velocity telah mendampingi 40 startup, dengan 85% di antaranya berhasil membangun bisnis berkelanjutan dan terus berkembang. Capaian ini melampaui rata-rata global dan menjadi bukti nyata bahwa dukungan strategis dan kolaboratif mampu mendorong inovasi berdampak di tengah tantangan industri.
Dengan semangat kolaborasi dan visi keberlanjutan, GVV Batch 8 bukan hanya menjadi ajang akselerasi, tetapi juga platform strategis untuk melahirkan startup yang mampu menciptakan solusi nyata bagi tantangan sosial dan lingkungan di Indonesia.
Grab berharap program ini dapat memperkuat ekosistem inovasi lokal dan membuka jalan bagi masa depan digital yang lebih hijau dan inklusif.
“Kami berharap program ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak untuk mendorong lahirnya startup yang mampu menciptakan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Indonesia,” tutup Neneng.
