Industri Non-Fungible Token (NFT) telah menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam ekosistem kripto.
Popularitasnya sempat memuncak pada 2022, ketika platform NFT terbesar, OpenSea, mencatat rekor transaksi bulanan senilai USD 5 miliar.
Tidak hanya itu, pencarian kata kunci “NFT” di Google juga melonjak tajam, menandakan meningkatnya rasa ingin tahu masyarakat terhadap aset digital unik ini.
Namun, di balik peluang besar yang ditawarkan, NFT juga membawa risiko bagi pemula yang belum memahami istilah-istilah teknisnya. Minimnya pengetahuan dapat membuat investor terjebak dalam keputusan yang keliru atau bahkan menjadi korban penipuan.
Baca juga: BI Tunda Peluncuran dan Uji Coba Payment ID, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur
Untuk membantu memahami NFT dari nol sebelum terjun ke pasar NFT, berikut ini adalah panduan yang dirangkum dari Pintu Academy, platform edukasi dari aplikasi investasi kripto PINTU.
Istilah Dasar NFT yang Wajib Diketahui
- Airdrop
Distribusi gratis token atau NFT untuk menarik perhatian publik terhadap proyek baru. Strategi ini sering digunakan untuk membangun komunitas dan menciptakan buzz sebelum peluncuran resmi. - Alpha
Informasi eksklusif dan bernilai tinggi mengenai potensi keuntungan dari suatu proyek NFT. Biasanya diperoleh dari sumber terpercaya atau komunitas tertentu sebelum informasi tersebut menyebar luas. - Whitelist
Daftar prioritas yang memberikan hak istimewa kepada pemegangnya untuk membeli atau minting NFT sebelum penjualan dibuka untuk umum. - Blue Chip
Istilah yang merujuk pada koleksi NFT premium dengan reputasi baik, nilai yang relatif stabil, dan prospek investasi jangka panjang. - Diamond Hands
Sebutan untuk investor yang memilih menahan aset mereka meski pasar sedang mengalami penurunan signifikan. - ERC
Standar teknis untuk NFT di blockchain Ethereum, seperti ERC-721 untuk NFT tunggal dan ERC-1155 untuk NFT multi-item. - Harga Floor (Floor Price)
Harga terendah yang ditawarkan untuk NFT dalam satu koleksi di pasar. Harga ini sering menjadi acuan bagi investor untuk menilai tren dan permintaan. - Biaya Gas (Gas Fee)
Biaya yang dibayarkan kepada jaringan blockchain Ethereum untuk memproses transaksi NFT. Besarannya dapat berubah tergantung tingkat kepadatan jaringan. - Minting
Proses penciptaan NFT baru dan merekamnya ke dalam blockchain, menjadikannya aset digital unik yang dapat diperdagangkan. - Pasar Sekunder (Secondary Market)
Platform atau marketplace tempat NFT diperjualbelikan setelah pembelian awal dari pencipta asli. - Drop
Peluncuran koleksi NFT baru ke publik. Biasanya disertai promosi dan jadwal perilisan yang sudah ditentukan. - Rarity
Tingkat kelangkaan atribut atau fitur tertentu pada NFT. Semakin langka, biasanya semakin tinggi nilai jualnya. - DYOR (Do Your Own Research)
Prinsip utama dalam investasi NFT maupun kripto: selalu melakukan riset independen sebelum mengambil keputusan. - Shill
Aktivitas mempromosikan NFT atau proyek tertentu secara agresif, biasanya dilakukan oleh pemilik atau investor proyek tersebut. - Delist
Menghapus NFT dari marketplace, sering kali dengan tujuan menunggu momentum harga yang lebih baik sebelum menjual.
Mengapa Pemahaman Istilah Ini Penting?
NFT bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen investasi yang memerlukan pemahaman mendalam.
Baca juga: Elon Musk Ancam Gugat Apple atas Dugaan Manipulasi Peringkat App Store
Dengan mengenal istilah-istilah di atas, pemula dapat menghindari kesalahan umum seperti membeli NFT tanpa mengetahui potensi nilainya, terjebak hype semu, atau membayar biaya transaksi yang terlalu tinggi.
Lebih dari itu, pengetahuan ini juga membantu investor membaca pergerakan pasar, memahami strategi peluncuran, serta membedakan antara proyek yang memiliki fundamental kuat dengan yang sekadar bersifat spekulatif.
Bagi investor di Indonesia yang ingin memulai perjalanan di dunia NFT, Pintu Web3 bisa sebagai solusi.
Fitur ini merupakan crypto wallet yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps), sekaligus mengelola aset kripto dan NFT secara aman.
Melalui aplikasi Pintu, pengguna dapat membeli, menyimpan, dan memperdagangkan NFT tanpa harus khawatir soal keamanan aset.
Integrasi Pintu Web3 juga mempermudah interaksi dengan berbagai marketplace NFT global, sehingga investor dalam negeri bisa ikut berpartisipasi dalam ekosistem digital yang berkembang pesat.
