Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa sains dan teknologi akan menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam forum bergengsi yang berlangsung hingga 9 Agustus, lebih dari 2.200 peserta dari berbagai latar belakang ilmuwan, akademisi, pelaku industri, diaspora, serta perwakilan kementerian dan BUMN berkumpul untuk menyatukan visi dan merumuskan langkah konkret demi masa depan Indonesia yang lebih inovatif dan berdaya saing.
Konvensi ini menjadi titik temu antara ekosistem riset dan dunia usaha, membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Presiden Prabowo menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dilepaskan dari penguasaan teknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia harus mampu menciptakan solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan zaman, mulai dari ketahanan pangan dan energi hingga transformasi digital dan industri hijau.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut menyuarakan dukungan penuh terhadap visi strategis tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kemkomdigi siap memperkuat pembangunan talenta digital nasional melalui berbagai inisiatif pendidikan dan pelatihan.
Salah satu langkah konkret yang sedang disiapkan adalah peluncuran enam program studi baru di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) ‘MMTC’ Yogyakarta, yang akan fokus pada bidang-bidang digital yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
“STMM akan meluncurkan enam prodi baru di bidang digital, saat ini sedang dalam tahap penyusunan kurikulum,” jelas Meutya.
Selain pengembangan pendidikan formal, Kemkomdigi juga memperluas akses pelatihan digital melalui program Digital Talent Scholarship (DTS). Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari pelajar hingga profesional, agar tidak ada yang tertinggal dalam arus digitalisasi yang semakin cepat.
Meutya menegaskan bahwa transformasi digital harus bersifat inklusif dan merata. “Kami tidak ingin ada yang tertinggal di tengah pesatnya digitalisasi,” tegasnya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menambahkan bahwa investasi terhadap talenta digital merupakan kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda Indonesia harus dibekali dengan keterampilan digital yang relevan agar mampu bersaing ditingkat global.
“Kita butuh talenta-talenta digital yang unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya, menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan dalam menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, arah pembangunan Indonesia kini semakin jelas: menuju masa depan yang ditopang oleh sains, teknologi, dan sumber daya manusia digital yang unggul.
Konvensi KSTI 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen nasional dalam membangun Indonesia yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan global. Visi Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar mimpi, melainkan peta jalan yang sedang dibentuk melalui inovasi, kolaborasi, dan keberanian untuk berubah.
