Dalam langkah besar yang mengguncang industri teknologi, Samsung Electronics akan mulai memproduksi sensor gambar tiga lapis (triple-layer stacked image sensors) untuk iPhone 18 milik Apple.
Langkah ini sekaligus mematahkan dominasi Sony sebagai pemasok eksklusif sensor kamera untuk perangkat iPhone selama lebih dari satu dekade.
Informasi ini di lansir Mashable Indonesia dari The Financial Times (07/08/25) yang menyebutkan bahwa Samsung akan melakukan produksi di fasilitas semikonduktor mereka yang berlokasi di Austin, Texas.
Baca juga: iFixit Bongkar Galaxy Z Fold 7: Cantik di Luar, Tapi…
Sensor Baru, Performa Kamera Lebih Canggih
Sensor gambar tiga lapis ini disebut-sebut akan membawa lompatan besar dalam kemampuan kamera smartphone, termasuk kemampuan merekam video 8K dengan frame rate tinggi dan pemrosesan gambar ultra-cepat.
Teknologi ini sangat cocok untuk kebutuhan fotografi mobile profesional dan konten video kualitas tinggi, dua hal yang kini jadi andalan Apple dalam memasarkan iPhone mereka.
Apple mengungkap bahwa kerja sama dengan Samsung juga menjadi bagian dari inisiatif “American Manufacturing Program” mereka, di mana perusahaan berkomitmen menginvestasikan hingga $600 miliar untuk memperkuat rantai pasokan dan manufaktur di dalam negeri Amerika Serikat.
Menanggapi Tekanan Tarif Trump
Langkah Apple dan Samsung ini juga didorong oleh tekanan tarif dari pemerintah AS. Mantan Presiden Donald Trump telah menyuarakan niat untuk mengenakan tarif 100% pada semikonduktor asing, namun memberikan pengecualian bagi perusahaan yang memproduksi di dalam negeri.
Dengan membangun fasilitas produksi di AS, Samsung tak hanya menghindari beban tarif tinggi, tetapi juga memperkuat posisinya dalam rantai pasokan Apple, sesuatu yang sebelumnya dikuasai Sony.
Namun, langkah ini tidak datang tanpa konsekuensi. Menurut Andrew Chang, Direktur Peringkat Korporat di S&P Global, produksi komponen di dalam negeri bisa menyebabkan kenaikan harga iPhone secara signifikan.
“Biaya produksi di AS jauh lebih tinggi, namun Apple bisa memitigasi dampaknya dengan subsidi dari operator atau strategi harga lainnya,” ujar Chang.
Meski begitu, ia meyakinkan bahwa kualitas produksi iPhone buatan AS tidak akan kalah dengan versi yang dirakit di Tiongkok, mengingat reputasi Apple dalam menjaga standar kualitas produknya.
Apakah Semua iPhone Akan Dirakit di AS?
Meskipun Samsung mulai memasok sensor dari Texas, Chang menilai bahwa kemungkinan seluruh iPhone diproduksi di AS tetap kecil. Proses perakitan dan logistik Apple saat ini masih sangat tergantung pada mitra manufaktur di Asia, terutama Tiongkok dan Vietnam.
Baca juga: Samsung Rilis Galaxy Buds Core, Hanya Rp700 Ribuan, Kualitasnya?
“Memindahkan seluruh proses perakitan iPhone ke AS akan memerlukan rekonstruksi rantai pasokan global Apple, yang biayanya sangat tinggi,” kata Chang.
Namun tekanan dari kebijakan pemerintahan AS membuat kemungkinan perakitan sebagian iPhone di AS “bukan lagi nol.
Di sisi lain, Sony tidak tinggal diam. Perusahaan asal Jepang ini dikabarkan sedang menjalin kerja sama dengan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) untuk memproduksi sensor gambar generasi berikutnya di fasilitas baru di Prefektur Kumamoto, Jepang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Sony masih akan menjadi pemain besar dalam pasar sensor kamera, meski tak lagi menjadi satu-satunya pemasok untuk Apple.
