Wamenag Romo Muhammad Syafii menerima Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ)
Jakarta (Kemenag) – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii mengajak Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) untuk memperluas jangkauan misi kemanusian. Tidak hanya pada misi kemanusiaan luar negeri, tetapi juga memperluas kiprah sosial di dalam negeri, salah satunya mendukung program makan bergizi gratis untuk masyarakat pelosok.
Ajakan ini disampaikan Wamenag saat menerima audiensi jajaran POROZ di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (30/7/2025). Memberikan apresiasi, Wamenag mengatakan bahwa POROZ sudah berkontribusi besar dalam bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Wamenag mengajak POROZ untuk juga berkontribusi di Tanah Air, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang rentan.
“Saya tidak melihat POROZ ini hanya punya potensi untuk Palestina, tapi juga sangat mungkin mengambil bagian dalam program-program sosial di dalam negeri. Misalnya, bantuan makan bergizi di daerah-daerah yang belum terjangkau. Dananya ada, tapi belum jalan sepenuhnya. Ini saat yang tepat untuk POROZ hadir di situ.” ujar sosok yang akrab disapa Romo Syafii.
Wamenag menyebut bahwa program makan bergizi gratis merupakan salah satu inisiatif yang penting untuk membangun generasi sehat dan berdaya, terutama di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Ia menilai POROZ memiliki kapasitas kelembagaan dan jaringan yang cukup kuat untuk terlibat langsung dalam program tersebut.
“Saya kira program makan bergizi ini bisa jadi titik temu. Jumat berkah cuma satu kali seminggu, tapi kalau digerakkan ormas, hasilnya bisa besar. Ini juga bagian dari pemanfaatan zakat dan wakaf yang sangat bermakna,” tegasnya.
Dalam audiensi itu, POROZ juga memaparkan sejumlah program bantuan untuk Palestina, termasuk pembangunan Kampung Indonesia di wilayah pengungsian yang akan menampung 600 jiwa, dengan dukungan dana sebesar Rp11,25 miliar. Namun, proses pengiriman bantuan masih terkendala karena jalur masuk ke Gaza, baik dari Mesir maupun Yordania, belum terbuka secara penuh.
“Kita sudah kumpulkan dana, kita sudah siapkan tenda-tenda pengungsi, tapi masih belum bisa masuk karena akses ke Gaza belum memungkinkan,” jelas Ketua Umum POROZ, Bukhori Muslim.
Menurut Romo, sangat penting untuk menjaga keberlanjutan energi sosial ini, sembari menunggu pintu bantuan ke Gaza benar-benar terbuka. “Jangan karena pintu ke Gaza belum terbuka sepenuhnya, lalu kita kehilangan arah. Sambil menunggu, kita bisa buka dapur makan bergizi di kampung-kampung. Kita bisa kuatkan madrasah, pesantren, dan keluarga. Ini juga perjuangan,” pungkasnya.

