Kekalahan 1-2 melawan Fulham di Craven Cottage mengungkap masalah sistemik Chelsea. Meskipun memiliki metrik expected goals (xG) yang lebih unggul, kurangnya disiplin dan kesalahan individu menyebabkan kekalahan memalukan bagi The Blues.
1. Kartu Merah Marc Cucurella yang Membawa Bencana
Tak dapat dipungkiri, titik balik terbesar pertandingan terjadi pada menit ke-22. Dalam situasi bertahan yang tampaknya sederhana, kelambatan dan kesalahan penilaian memaksa Marc Cucurella melakukan pelanggaran terhadap Harry Wilson tepat di luar kotak penalti. Wasit Peter Bankes tanpa ragu menunjukkan kartu merah langsung karena menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas.
Bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 70 menit benar-benar menghancurkan sistem taktik Chelsea. Ini adalah kartu merah kelima yang diterima The Blues di Liga Inggris musim ini. Ini adalah rekor menyedihkan yang menyoroti kurangnya disiplin yang serius dalam pertahanan Chelsea.
2. Penyelesaian Akhir yang Buruk
Paradoks yang menyakitkan bagi penggemar Chelsea adalah meskipun bermain dengan sepuluh pemain, mereka mencapai metrik expected goals (xG) sebesar 1,84, jauh lebih tinggi daripada Fulham yang sebesar 1,35 . Namun, performa sebenarnya sesuai dengan yang diharapkan.
Sebelum bermain dengan sepuluh pemain, Andrey Santos sempat menyundul bola yang membentur mistar gawang pada menit ke-19. Setelah itu, Moises Caicedo dan Cole Palmer sama-sama menciptakan peluang bagus, tetapi tembakan mereka terlalu lemah atau tidak akurat. Satu-satunya gol Liam Delap pada menit ke-72 menjadi secercah harapan di hari ketika para striker Chelsea tidak efektif di depan gawang Bernd Leno.
3. Pertahanan Lemah dan Kurang Konsentrasi
Meskipun bermain dengan sepuluh pemain, cara tim tamu kebobolan gol menunjukkan kurangnya ketenangan yang patut disesalkan. Pada gol pertama, Raul Jimenez dengan mudah melewati Trevor Chalobah untuk menyundul bola melewati Robert Sanchez tanpa menghadapi perlawanan berarti.
Gol penentu yang tercipta pada menit ke-81 terjadi setelah kurangnya ketegasan dalam menghalau bola, sehingga Harry Wilson dapat memanfaatkan peluang dan mencetak gol. Bahkan masuknya Jorrel Hato untuk menggantikan Cucurella pun tidak memberikan keamanan yang dibutuhkan, karena kerja sama antar posisi bertahan terus-menerus dieksploitasi oleh Harry Wilson dan Smith Rowe.
4. Temperamen yang Mudah Meledak dan Mentalitas yang Tidak Stabil Selama Pertandingan
Chelsea tidak hanya kalah dengan skor telak, tetapi juga tercoreng citranya. Segera setelah kartu merah Cucurella, sejumlah pemain kunci seperti Enzo Fernandez, Cole Palmer, dan Tosin Adarabioyo menerima kartu kuning karena bereaksi terhadap wasit. Bahkan staf pelatih Chelsea pun mendapat peringatan.
Hilangnya ketenangan ini mencegah The Blues untuk tetap tenang dan menerapkan rencana permainan mereka saat tertinggal. Alih-alih fokus pada sepak bola, mereka malah terjebak dalam argumen yang tidak penting, secara tidak langsung memungkinkan Fulham untuk dengan mudah mengendalikan tempo pertandingan dan memberikan pukulan telak.
