Saat sesi latihan terakhir tim nasional tahun 2025 berakhir, gambaran Piala Dunia 2026 secara bertahap menjadi lebih jelas.
Dari 48 tim, 42 telah mengamankan tiket, dan di antaranya terdapat pemain yang saat ini bermain di kejuaraan nasional Asia Tenggara. Pertanyaannya sekarang: berapa banyak nama-nama familiar di dunia sepak bola regional yang akan tampil di festival besar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini?
Sejauh ini, baru dua negara yang mengonfirmasi akan membawa pemain yang bermain di Asia Tenggara ke Piala Dunia. Kedua negara tersebut adalah Yordania dan Curacao, yang baru pertama kali tampil di turnamen paling bergengsi di dunia. Bagi Yordania, duo Selangor FC, Noor Al Rawabdeh dan Mohammad Abualnadi, hampir menjadi pilihan utama di bawah asuhan pelatih Jamal Sellami. Stabilitas, kemampuan menangani beban, dan pemahaman satu sama lain dalam taktik telah membantu mereka meraih kepercayaan penuh dari staf pelatih.
Di Liga 1, Curacao juga punya nama yang tak asing lagi di dunia sepak bola Indonesia: Gervane Kastaneer dari Persis Solo. Meski performanya bersama Laskar Sambernyawa tidak selalu konsisten, pelatih Dick Advocaat tetap menghargai pengalaman dan fleksibilitas pemain sayap ini. Kepercayaan itu hampir cukup untuk menjaminnya lolos ke Piala Dunia.
Namun, daftar pemain potensial tidak berhenti di situ. Pasar sepak bola Asia Tenggara semakin menarik bakat-bakat internasional, dan wajah-wajah terkemuka lainnya pasti berpeluang untuk tampil di Piala Dunia mendatang.
Masih dari Liga 1, bek tengah Yuran Fernandes telah menjadi andalan pertahanan PSM Makassar selama dua musim berturut-turut. Kebangkitan Fernandes membuatnya dipanggil ke tim nasional Tanjung Verde, yang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Dengan performanya yang konsisten di Liga 1, peluang Yuran Fernandes untuk main di Piala Dunia 2026 sangatlah besar.
Selangor memiliki Alvin Fortes, seorang penyerang yang berpengaruh di level klub dan nasional. Jika ia dapat mempertahankan performanya, ia berpeluang besar untuk lolos ke Piala Dunia bersama rekan-rekan setimnya.
Liga Thailand juga berpeluang memiliki perwakilan. Buriram United baru saja merekrut Kingsley Schindler, pemain yang masuk dalam daftar pemain Ghana – tim yang lolos ke Piala Dunia. Tahun depan akan menjadi penentu: jika Schindler berintegrasi dengan baik dan menunjukkan kemampuannya di Thailand, kemungkinan besar ia akan menjadi perwakilan Liga Thailand di panggung sepak bola terbesar di dunia.
Bahkan pemain dari tim yang belum pasti lolos pun tak boleh dikesampingkan. Frans Putros dari juara bertahan Liga 1, Persib Bandung masih menjadi andalan timnas Irak, yang akan memasuki babak play-off antarbenua untuk berharap lolos. Jika Irak berhasil, Putros hampir pasti akan masuk dalam daftar final.
Jika semuanya berjalan lancar, Piala Dunia 2026 dapat menyaksikan lebih banyak pemain bermain di Asia Tenggara dibandingkan Piala Dunia sebelumnya.
